Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Menghadirkan Permainan Tradisional sebagai Ruang Kebersamaan di Tengah Ramainya Perayaan Imlek SCBD Weekland 2026

Minggu, 24 Mei 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 11 Kali

Halo, Sobat TGR! Semoga semangat kebahagiaan dan kebersamaan di momen perayaan Imlek tahun ini masih terasa hangat, ya. Di tengah padatnya aktivitas perkotaan, TGR hadir meramaikan perayaan Imlek di kawasan SCBD Weekland, Jakarta Selatan pada 16–17 Februari 2026, dengan menghadirkan dan mengajak pengunjung bernostalgia sekaligus mengenal kembali berbagai permainan tradisional yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, sedari sore pukul 16.00 hingga pukul 18.00 malam hari, bertepatan dengan waktu pulang kerja para karyawan di sekitar SCBD. Banyak pengunjung yang awalnya hanya melintas, kemudian tertarik untuk mampir dan mencoba permainan yang disediakan.

Berbagai permainan tradisional dihadirkan, seperti dampu bulan, ular tangga temali yang berisi pesan edukatif, congklak, gasing tradisional, keprayan, egrang batok, lompat tali, telepon kaleng, hingga suit tumbuk. Setiap permainan didampingi oleh tim TGR yang membantu menjelaskan cara bermain kepada para pengunjung.

Pada permainan dampu bulan, pengunjung bermain di atas pola kotak yang sudah disediakan di lantai. Setiap pemain menggunakan balok kecil yang dilempar ke dalam kotak secara berurutan, lalu melompat mengikuti jalur tanpa menginjak garis hingga kembali ke titik awal. Selain itu, terdapat ular tangga temali yang dimainkan dengan cara yang serupa dengan ular tangga pada umumnya, yaitu melempar dadu dan berjalan sesuai jumlah langkah. Perbedaannya, setiap kotak berisi pesan-pesan edukatif yang dapat dibaca oleh pemain saat berhenti di kotak tersebut.

Permainan congklak juga menjadi salah satu yang cukup menarik perhatian. Tersedia beberapa papan congklak dengan biji-biji berwarna yang telah disusun rapi. Pengunjung dapat bermain secara bergantian dengan suasana yang nyaman. Di area yang sama, tersedia pula gasing tradisional berbahan bambu. Cara memainkannya adalah dengan melilitkan tali pada badan gasing, kemudian dilempar dan ditarik sehingga gasing berputar di atas permukaan. Pengunjung pun dapat saling beradu gasing untuk melihat gasing mana yang bertahan lebih lama.

Keseruan Berbagai Permainan Tradisional

(Dokumentasi Tim TGR, 2026)

Permainan keprayan yang terbuat dari bambu atau lidi juga turut dihadirkan. Cara memainkannya adalah dengan melempar dan mengambil batang kecil secara bertahap, dimulai dari satu per satu hingga jumlah tertentu, dengan syarat ketika mengambil batang bambu, batang bambu lain tidak boleh bergerak. Selanjutnya, terdapat egrang batok yang menggunakan dua batok kelapa yang dihubungkan dengan tali. Permainan ini dimainkan tanpa alas kaki, dengan cara menyelipkan tali di antara jari kaki, lalu berjalan sambil menjaga keseimbangan di atas batok tersebut.

Lompat tali juga menjadi permainan yang cukup ramai, bahkan didominasi oleh pengunjung dewasa. Tali yang digunakan terbuat dari rangkaian karet dan dipegang oleh tim TGR di kedua sisi. Pemain melompat mengikuti ketinggian tali yang terus meningkat, mulai dari rendah hingga setinggi tertentu, yang sering dikenal dengan tahapan “merdeka”.

Permainan telepon kaleng juga dihadirkan dengan dimainkan secara berpasangan menggunakan dua kaleng yang dihubungkan dengan tali. Satu pemain berbicara melalui kaleng, sementara pemain lainnya mendengarkan dari ujung kaleng yang berbeda, sehingga suara dapat tersampaikan melalui getaran tali. Permainan ini bisa dilakukan secara bergantian.

Terakhir, terdapat permainan suit tumbuk yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Pemain melakukan gerakan tangan secara bergantian untuk menentukan hasil suit, pemain yang kalah kemudian harus mengikuti gerakan “tumbuk” secara cepat. Permainan ini mengandalkan kecepatan dan ketepatan dalam membaca gerakan lawan.

Pada hari pertama, area permainan cukup banyak diisi oleh kalangan dewasa. Banyak dari mereka yang awalnya hanya mampir, namun akhirnya ikut larut dalam permainan. Dengan dibantu oleh tim TGR, para pengunjung mencoba satu per satu permainan tradisional sambil mengenang masa kecil. Ada yang langsung bersemangat bermain dampu bulan, ada pula yang mengajak pengunjung lain untuk bermain lompat tali bersama.  Beberapa di antaranya terlihat mencoba kembali permainan yang sudah lama tidak mereka mainkan. Suasana pun menjadi lebih santai dan akrab, dengan interaksi yang terjadi secara spontan antar pengunjung.

Antusiasme Pengunjung Hari Pertama

(Dokumentasi Tim TGR, 2026)

Tidak hanya orang dewasa, remaja yang datang untuk menikmati perayaan Imlek di kawasan SCBD juga turut meramaikan dan berpartisipasi untuk bermain. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga saling berkenalan dan berinteraksi satu sama lain hingga menciptakan suasana yang cukup terbuka. Anak-anak yang datang bersama orang tua mereka juga tak kalah antusias. Dengan didampingi orang tua, mereka mencoba berbagai permainan yang ada, bahkan beberapa orang tua ikut bermain dengan sambil belajar serta bermain bersama anak-anak mereka.

Potret Pengunjung Bermain Congklak

(Dokumentasi Tim TGR, 2026)

Menjelang akhir hari pertama, suasana di area permainan masih cukup ramai, terutama di sekitar congklak. Beberapa pengunjung terlihat serius bermain, sambil sesekali tertawa saat menghitung langkah. Dalam wawancara singkat, salah satu pengunjung, dengan nama panggilan Ibu Mei, mengaku masih mengingat beberapa permainan tradisional yang dulu sering ia mainkan.

“Kalau saya dulu biasanya sering main congklak ya, yang dari plastik itu. Terus juga dulu main bola bekel, lompat tali, sama engklek juga pernah,” ujarnya sambil bermain.

Pernyataan tersebut kemudian disambut oleh teman bermainnya, kak Dita yang juga merasakan hal serupa.

“Acaranya seru sih ini, jadi seperti mengenang masa kecil. Yang datang juga kayaknya kebanyakan remaja ‘vintage’ ya kalau dilihat-lihat,” katanya sambil tertawa.

Saat ditanya permainan apa yang paling ia sukai, kak Dita menambahkan bahwa dirinya dulu cukup mahir bermain gasing.

“Waktu kecil saya suka banget main gasing, dulu jago, tapi sekarang udah mulai lupa,” tambahnya.

Selain itu, terdapat juga seorang ayah yang mendampingi anaknya bermain. Ia menilai kegiatan seperti ini memberikan dampak positif, terutama dalam mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.

“Bagus ya kalau bisa ada setiap minggu seperti ini,” ujarnya sambil tertawa.

Beliau juga menambahkan bahwa permainan tradisional di ruang publik ini tentu membawa dampak yang positif.

“Saya bisa ajak anak saya ke sini terus, nih. Apalagi anak saya biasanya suka main HP, jadi kalau diajak keluar dan main seperti ini bisa ngurangin ketergantungannya,” tambahnya

Percakapan singkat tersebut menjadi penutup hari pertama yang menunjukkan bahwa permainan tradisional tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga memberikan manfaat bagi berbagai kalangan.

Memasuki hari kedua, cuaca sempat diwarnai hujan di awal kegiatan. Namun, setelah hujan reda, semangat para pengunjung terutama anak-anak terlihat lebih mendominasi area permainan tradisional dengan rasa penasaran mereka untuk mencoba berbagai permainan.

Antusiasme Pengunjung Hari ke Dua

(Dokumentasi Tim TGR, 2026)

Biji-biji berwarna pada permainan congklak sangat menarik perhatian anak-anak, membuat congklak menjadi salah satu permainan yang paling banyak diminati. Diikuti dengan permainan lain seperti ular tangga, gasing, suit tumbuk dan dampu bulan yang dipandu langsung oleh tim TGR tetap ramai dimainkan. Suasana berlangsung cukup dinamis, dengan anak-anak yang berpindah dari satu permainan ke permainan lainnya.

Potret Keseruan Bermain Congklak

(Dokumentasi Tim TGR, 2026)

Menariknya, para pedagang makanan di sekitar lokasi juga ikut meramaikan suasana. Di sela-sela menunggu pembeli, mereka menyempatkan diri bermain permainan tradisional, mengulang kembali kenangan masa kecil yang sederhana namun penuh makna. Tanpa terasa, waktu pun berlalu hingga matahari perlahan tenggelam, menandai berakhirnya keseruan bermain bersama di perayaan Imlek SCBD Weekland.

Potret Keseruan Pengunjung Bermain

(Dokumentasi Tim TGR, 2026)

Melalui kegiatan ini, TGR tidak hanya ikut meramaikan perayaan Imlek, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi yang sederhana namun bermakna. Permainan tradisional yang mungkin mulai jarang ditemui, kembali menjadi penghubung antar generasi, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Bagi Sobat TGR yang ingin mengetahui kegiatan serupa atau mengenal lebih jauh tentang permainan tradisional, dapat mengunjungi Instagram @tgrcampaign untuk melihat serta mendapatkan informasi terbaru seputar program TGR ke depannya. Jangan sampai ketinggalan informasi kegiatan lainnya, ya! Lupakan Gadget-mu Ayo Main di Luar

Writer: Sylvi Laila Anwar

Editor: Eva

Publisher: Putri Aulia Zulfa

Graphic Designer: Indiana

Komentari Tulisan