Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Batasan Waktu Penggunaan Gawai Untuk Anak

Senin, 27 April 2020 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 253 Kali

Halo Ayah dan Bunda!

Kehadiran gawai telah menjadi bagian penting dalam kehidupan. Kita sudah tidak asing lagi dengan penggunaan berbagai macam teknologi yang semakin modern. Bahkan, dapat dikatakan bahwa teknologi gawai kini telah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari.

(Dokumentasi TGR Community, 2020)

 

Tentu Ayah dan Bunda paham, hampir setiap orang kini memiliki gawai tanpa mengenal batasan usia. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, pada tahun 2018 terdapat 171,17 juta jiwa atau setara dengan 64,8% dari total penduduk Indonesia merupakan pengguna internet. Hasil survei tersebut menyebutkan bahwa 25,2% di antaranya ialah anak-anak dengan rentang usia 5-9 tahun, sedangkan 66,2% di antaranya ialah merupakan anak-anak pengguna internet dengan dengan rentang usia 10-14 tahun.

Hal ini terjadi bukan tanpa alasan, sebab kebutuhan komunikasi dan informasi menjadi hal yang paling penting bagi semua kalangan masyarakat. Terlebih dengan mudahnya mengakses berbagai macam fitur yang ditawarkan dari setiap produsen gawai atau penyedia jasa layanan internet (provider) membuat bertambahnya nilai penting dari kehadiran gawai dalam kehidupan sehari-hari.

(Dokumentasi TGR Community, 2020)

 

Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan gawai yang terlalu sering akan berdampak buruk bagi pola perilaku anak dalam kesehariannya. Penggunaan gawai seperti demikian akan menimbulkan rasa ketergantungan pada anak. Fakta ilmiah menunjukkan bahwa kebanyakan anak kini lebih sering bermain gawai daripada berinteraksi dengan kawan sebaya atau lingkungan sekitarnya. Hal ini sangat mengkhawatirkan, sebab pada masa yang bersamaan emosi mereka masih berkembang, belum sepenuhnya stabil sehingga dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak.

(Dokumentasi TGR Community, 2020)

 

Kecanduan gawai dapat memengaruhi proses perkembangan otak anak. Sebab, produksi hormon dopamin yang berlebihan dapat menganggu kematangan fungsi prefrontal cortex, salah satu bagian otak yang mengontrol emosi, kontrol diri, tanggung jawab, pengambilan keputusan dan nilai-nilai moral lainnya. Selain itu, kecanduan gawai juga dapat menimbulkan gangguan pemusat perhatian dan hiperaktivitas. Penjelasan ini juga didukung oleh hasil penelitian dari  Dallea, Mutalibb, dkk dalam jurnal teknologi tahun 2015 yang berjudul “Usability Considerations Make Digital Interactive Book Potential For Inculcating Interpersonal Skills”. Pada jurnal tersebut dikatakan bahwa sebagai efek dari media elektronik, anak-anak memiliki lebih sedikit ruang untuk berpartisipasi di dunia nyata.

(Dokumentasi TGR Community, 2020)

 

Oleh sebab itu, peran orang tua terhadap pengawasan anak sangat dibutuhkan. Orang tua harus mengontrol setiap kegiatan yang dilakukan oleh anak saat menggunakan gawai sekaligus memahami adanya batasan penggunaan gawai pada anak. Berdasarkan beberapa penelitian, pembatasan penggunaan gawai pada anak memiliki rentang yang berbeda tergantung dengan usia anak, yakni:

  • Anak-anak berusia 0-2 tahun tidak boleh terpapar gadget;
  • Anak-anak usia 3-5 tahun boleh menggunakan gadget dengan maksimal waktu 1 (satu) jam per hari;
  • Anak berusia 6-18 tahun boleh menggunakan gadget dengan maksimal waktu 2 (dua) jam per hari. 

 

(Dokumentasi TGR Campaign, 2019)

 

Selain dengan pembatasan waktu penggunaan gawai, terdapat juga beberapa cara lain yang bisa dilakukan oleh Ayah dan Bunda untuk mengawasi anak dalam penggunaan gawai. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa dilakukan oleh Ayah dan Bunda untuk menghindari kecanduan gawai pada anak:

  1. Memberikan perhatian penuh kepada anak;
  2. Menemani dan membangun waktu berkualitas bersama anak tanpa gawai, misalnya dengan berbincang tentang kegiatan di sekolah, mendongeng atau bermain permainan tradisional;
  3. Ayah dan Bunda harus tegas dan bijaksana memberikan gawai kepada anak sesuai rentang usia dan batasan waktu penggunaannya.

 

(Dokumentasi TGR Campaign, 2020)

 

Anak merupakan individu yang sangat memerlukan bimbingan dan pengawasan, maka peran dan kehadiran Ayah dan Bunda sangat dibutuhkan karena akan berpengaruh pada proses tumbuh dan kembang anak. Termasuk di dalamnya penerapan pembatasan terhadap waktu penggunaan gadget oleh anak.

Maka dari itu, biasakan sang buah hati untuk lebih banyak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan bermain permainan tradisional yang tentunya memiliki banyak manfaat positif untuk anak. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah! (Nit/ed.AW&SF)

 

Referensi:

Advances in Social Science, Education and Humanities Research (ASSEHR), volume 169. International Conference of Early Childhood Education (ICECE 2017)

Digilibunila.ac.id “Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini”.

GASTER Vol. XVI No. 2 Agustus 2018, “Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Prasekolah Dapat Meningkatkan Resiko Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas”

Laporan Survey 2018 "Penetrasi & Profil Pelaku Pengguna Internet Indonesia" oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

 

Tgr Parenting Batasan Gadget
Komentari Tulisan