Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Yuk Berkenalan dengan Permainan Patheng Dudu!

Rabu, 16 Juni 2021 ~ Oleh alya ~ Dilihat 199 Kali

Halo Sobat TGR!

Apa Sobat sudah kenal dengan patheng dudu? Kalau belum, yuk kita kenalan! Sebagai generasi milenial pasti banyak dari sobat TGR yang belum familier dengan permainan satu ini. Patheng dudu merupakan nama sebuah permainan tradisional asli Indonesia yang berasal dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Sedangkan di wilayah Jawa Barat, patheng dudu dikenal dengan sebutan “papancakan”, yakni tradisi menumpuk batu di sungai atau yang biasa dikenal “rock balancing” ala Sunda. Dalam situs Warisan Budaya TakBenda Kemendikbud (2016), permainan ini bahkan termasuk dalam kategori warisan budaya tak benda Indonesia dengan nama Papancakan.

(Dokumentasi TGR Community, 2021)

 

Pada prinsipnya, baik patheng dudu maupun papancakan merupakan permainan menumpuk dan menyusun batu hingga tinggi dan berdiri kokoh. Letak perbedaan di antara keduanya hanyalah adat dan tradisi setempat. Di Jawa barat, papancakan dianggap sebagai tradisi yang harus dilestarikan karena merupakan ajang berkumpulnya masyarakat setempat. Dalam bahasa adat Osing, Jawa Timur, 'patheng' berarti tekun. Lalu bagaimana cara memainkan patheng dudu?

Cara memainkan permainan patheng dudu yaitu dengan menumpuk dan menyusun satu-persatu potongan kayu yang tidak sama ukuran, tinggi, maupun beratnya menjadi sebuah susunan yang tinggi. Permainan ini termasuk susah-susah gampang lho, Sobat! Walaupun permainan ini hanya menumpuk dan menyusun, sisi dan potongan kayu yang tidak sama membuat kita perlu berhati-hati untuk memainkannya agar tidak oleng atau miring dan susunannya tetap berdiri tegak.

  

(Dokumentasi TGR Community, 2021)

 

Sobat perlu tahu, permainan ini bukan hanya sekadar untuk bersenang-senang ataupun tradisi menumpuk batu saja, lebih dari itu permainan patheng dudu juga memiliki beragam manfaat, di antaranya:

1. Mengasah Kreatifitas

Sisi dan potongan kayu yang tidak sama ukuran, tinggi, maupun beratnya membuat permainan ini melatih otak bagian kanan untuk berpikir kreatif dalam menyusun potongan kayu menjadi susunan yang utuh.

2. Melatih Kesabaran

Tentunya karena perbedaan potongan dan sisi kayu membuat permainan ini sedikit sulit untuk dimainkan. Maka, diperlukan kesabaran dalam memainkannya untuk terus mencoba agar tumpukan kayu tersebut tidak jatuh.

3. Melatih Keseimbangan

Tidak hanya melatih otak bagian kanan, permainan ini tentunya melatih keseimbangan pada kedua bagian otak kita untuk berpikir kreatif dan analitis dalam melihat perbedaan sisi dan potongan kayu agar susunannya tetap bisa berdiri tegak.

4. Melatih konsentrasi

Permainan ini tentu turut melatih konsentrasi kita, sebab dalam menyusun potongan kayu yang berbeda sisi hingga menjadi susunan yang tinggi, diperlukan kecermatan dalam menemukan sisi yang tepat.

Apakah Sobat TGR tertarik untuk bermain patheng dudu? Yuk ajak dan tantang teman-teman kamu bermain patheng duduLupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah! (Kontributor, Alyakun/ed.SF)

Sobat juga dapat menyaksikan tayangan cara bermain patheng dudu di sini.

 

REFERENSI:

_____. (2016). Papancakan. Diambil kembali dari laman Warisan Budaya TakBenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia : http://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=7186. Diakses tangggal 3 Juni 2021.

Kampoeng Batara. (2020). Bermain Petheng Dudu di Kampung Batara. Diambil kembali dari laman Kampoeng Batara:  http://kampoengbatara.adat.id/2020/03/12/bermain-petheng-dudu-di-kampoeng-batara. Diakses tanggal 3 Juni 2021.

Adji, Yusuf. (2018). Papancakan, Tradisi Menumpuk Batu di Sungai atau Rock Balancing ala Sunda. Diambil kembali dari laman Pikiran Rakyat: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/amp/pr-01293908/papancakan-tradisi-menumpuk-batu-di-sungai-atau-rock-balancing-ala-sunda. Diakses tanggal 3 Juni 2021.

Permainan Tradisional Patheng Dudu Papancakan
Komentari Tulisan