Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Mengenal Jegichagi, Permainan Ketangkasan Khas Korea

Rabu, 02 Juni 2021 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 142 Kali

Halo Sobat TGR!

Masih dari wilayah Korea Selatan, ada sebuah permainan yang cukup sederhana dan mudah dimainkan lho! Kali ini, kita kenalan yuk dengan permainan Jegichagi!

Jegichagi (제기차기) adalah permainan tradisional yang membutuhkan keterampilan kaki dalam memainkan sebuah benda bernama jegi, yang terbuat dari koin kecil, kertas atau kain tipis. Biasanya, jegi diisi dengan beberapa keping koin Korea Yeopjeon, kemudian diletakkan di tengah dua lembar kertas tradisional Korea yang biasa disebut hanji dan diposisikan saling tumpuk menyilang sebelum akhirnya dibungkus. Di Korea, anak-anak hingga orang dewasa biasanya bermain sendiri atau bersama teman ketika musim dingin tengah berlangsung dan saat Tahun Baru Imlek.

(Dokumentasi Seoul Metropolitan Government via Medcom.id, diakses 1 Juni 2021)

 

Menurut kisah, awal mula permainan ini berasal dari Cuju, permainan menendang bola dari Tiongkok yang populer selama Dinasti Han (206 SM – 220 M). Kemudian, permainan tersebut diperkenalkan ke Korea pada masa Goguryeo ketika periode Tiga Kerajaan. Ada juga yang mengatakan permainan ini dikembangkan dari latihan seni bela diri dengan teknik menendang. Konsep di balik jegichagi mirip dengan karung hacky, di mana tujuan pemain adalah untuk menjaga jegi di udara dengan menendang dengan satu kaki atau berganti-ganti di antara kedua kaki.

(Dikutip via SalamKorea.com, diakses 1 Juni 2021)

 

Penasaran bagaimana cara membuat jegi? Caranya mudah kok!

  • Mula-mula, siapkan koin logam.
  • Letakkan koin tersebut di tengah-tengah kertas atau kain tipis yang kuat, lalu bungkus dan ikat ke atas.
  • Potong kertas atau kain tersebut ke arah kain untuk membuat strip.

Faktor terpenting dari jegi yang baik adalah beratnya, yakni sekitar 10 gram. Jika terlalu ringan, maka akan sulit untuk mengendalikan jegi karena bisa lekas jatuh ke tanah sebelum tendangan berikutnya siap. Sebaliknya, jika terlalu berat, maka akan sulit pula untuk menendang jegi cukup tinggi.

Jika dimainkan satu lawan satu, pemain harus menendang jegi dengan hitungan terbanyak tanpa terjatuh. Apabila jegichagi dimainkan secara berkelompok, seluruh pemain harus  membentuk lingkaran dan secara berurutan menendang jegi dengan arah yang ditentukan sesuai kesepakatan. Pemain yang gagal menerima jegi akan dianggap kalah.

(Dokumentasi Pradnyaparamita via Korea.net, diakses 1 Juni 2021)

 

Demi melestarikan permainan ini, Pemerintah Korea membentuk Jegichagi Association dan mengadakan perlombaan agar tetap dimainkan dan populer oleh masyarakat. Dalam memperkenalkan secara global dan menarik minat masyarakat, permainan tradisional sering diajarkan kepada anak-anak kelas 3-4 SD dan sering dimainkan pada berbagai variety show seperti “Running Man”, serta salah satu drama contohnya “Man From The Stars”. 

Meskipun terlihat mudah, permainan ini sebenarnya jauh lebih sulit dari yang terlihat. Selain menyenangkan, bermain jegichagi juga bisa untuk melatih konsentrasi, kekuatan, kelincahan/ketangkasan, kesabaran, keseimbangan, serta stamina, sehingga sangat baik untuk olahraga dan kesehatan. Ayo, tunggu apa lagi? Yuk main jegichagi bersama teman-teman! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (Ste/ed.SF)

 

Referensi:

Anggita, Kumara. (2020). 5 Permainan Tradisional Korea. Dikutip dari Medcom.id: https://www.medcom.id/rona/wisata-kuliner/lKYxavxk-lima-permainan-tradisional-korea. Diakses 1 Juni 2021.

Anonim. (2016). Jegi Chagi: A Korean Hackysack/Shuttlecock Type Game. Dikutip melalui kaman Kpop Jacket Lady: https://kpopjacketlady.com/2016/06/14/jegi-chagi-a-korean-hackysackshuttlecock-type-game/. Diakses 1 Juni 2021. 

Evianisa, Hermailinda. (2014). Permainan Tradisional Korea “Jegichagi”. Dikutip melalui laman Salam Korea: http://salamkorea.com/read/budaya-korea/2014/04/permainan-tradisional-korea-jegichagi-3/. Diakses 1 Juni 2021.

Jung, Da-Min. (2019). Service members stationed overseas celebrate Chuseok. Dikutip melalui laman The Korea Times: https://www.koreatimes.co.kr/www/nation/2019/09/205_275520.html. Diakses 1 Juni 2021.

Pradnyaparamita, Stephanie. (2018). Experiencing Seollal in Jakarta. Dikutip melalui Korea.net: https://www.korea.net/NewsFocus/Culture/view?articleId=154421. Diakses 1 Juni 2021.

 

Jegichagi Korea Selatan Permainan Tradisional
Komentari Tulisan