Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Yuk, Cegah Adiksi Game atau Gaming Disorder Pada Anak-Anak

Senin, 28 Maret 2022 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 303 Kali

Halo Ayah dan Bunda!

Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini membuat jenis permainan juga ikut berkembang, jika pada zaman dulu permainan banyak dilakukan diluar rumah bersama dengan teman-teman menggunakan alat-alat yang ada di alam. Kini, ketika zaman sudah berubah dengan kemajuan tekonologi, maka permainan anak-anak pun menjadi salah satu sektor yang mengikuti kemajuan tersebut, saat ini anak-anak lebih asyik bermain dengan dirinya sendiri ditemani imajinasinya di depan sebuah layar monitor komputer atau gadget lainnya seperti handphone atau tablet.

Sebenarnya, tujuan utama dari sebuah game adalah sebagai sarana hiburan, dimana seseorang yang memainkan merasa senang dan gembira setelah melakukan aktifitas dunia yang melelahkan. Namun bagi anak-anak, sarana bermain game adalah yang terbanyak digunakan untuk mencari kesenangan selain bermain dengan teman-temannya, seperti misalnya game online. Game online sampai saat ini menyajikan beragam jenis permainan yang lebih canggih dan dibuat khusus untuk memikat siapa saja yang ingin memainkannya, dan jika telah dimainkan, fitur-fitur yang ditawarkan akan menjadi lebih bagus lagi sehingga pemainnya menjadi lebih sering untuk memainkannya. Penggunaan yang berlebihan akan memunculkan perilaku yang negatif, sehingga efek buruk dari bermain game menjadi sangat lekat pada diri si pemain atau sulit untuk diperbaiki.

 

(Dokumentasi Kompas.com, 2018)

 

Kecanduan bermain game dikenal dengan istilah adiksi game atau gaming diorder. Artinya pemain game seakan-akan tidak memiliki hal lain yang ingin dikerjakan selain bermain game, dan seolah-olah game tersebut adalah hidupnya. Gagalnya seseorang untuk mengendalikan dorongan untuk bermain game menimbulkan ketergantungan dan perilaku bermasalah, apalagi jika terjadi pada anak-anak yang belum memiliki pola pikir serta mental yang matang.

Adapun faktor-faktor penyebab kecanduan bermain game online pada anak adalah:

  • Tersedianya fasilitas bermain game di rumah
  • Pengaruh lingkungan bermain game
  • Adanya keingintahuan tentang jenis game dan keinginan yang besar untuk memainkannya

Konsep patofisiologi adiksi game sama dengan adiksi yang disebabkan oleh obat atau zat adiktif yang berupa suatu sirkuit impulsifitas atau kompulsifitas dengan gejala dimana otak sulit untuk mengatakan tidak. Impulsifitas berupa ketidakmampuan untuk mengatasi inisiatif tindakan dan kompulsif sebagai ketidakmampuan dalam mengakhiri tindakan yang berkelanjutan.

(Dokumentasi lifestyle.bisnis.com, 2020)

 

Berbagai dampak negatif yang timbul dari hasil bermain game online seperti; kurangnya sosialisasi terhadap lingkungan, melupakan kehidupan sebenarnya, membuat ketagihan, lupa waktu, mempengaruhi pola pikir dan sebagainya. Selain itu, dampak negatif dari adiksi game adalah kurangnya interaksi anak dengan teman sebayanya dimana anak yang bermain game akan sibuk dengan gadgetnya sehingga temannya akan diabaikan. Karena keasikan bermain game, anak menjadi melupakan temannya atau orang yang berada didekatnya. Hal ini akan berdampak buruk bagi proses perkembangan sosial anak karena anak menjadi kurang berinteraksi dengan manusia secara nyata.

(Dokumentasi haibunda.com, 2018)

 

Selain itu, beberapa game juga menghadirkan konten berbau kekerasan, pornografi dan konten berbahaya lainnya bagi anak yang belum memiliki kematangan fisik dan mental. Akibatnya, anak yang sudah kecanduan game membuatnya menjadi lebih agresif dalam banyak hal. Adiksi game juga menimbulkan sikap yang buruk, misalnya, tutur kata yang diucapkat tidak pantas atau kasar serta sikap buruk saat bermain, seperti memukul meja dengan kasar, merampas hak orang lain, bermalas-malasan dan hanya ingin bermain game online saja sepanjang hari.

(Dokumentasi kumparan.com, 2021)

 

Ada beberapa cara penanganan kecanduan game yang dapat dilakukan oleh Ayah dan Bunda di rumah, yaitu :

  • Mengurangi waktu bermain game
  • Membuat jadwal pembagian waktu antara bermain game dan kewajiban anak
  • Mengajak anak bermain diluar rumah, sehingga dapat berinteraksi dengan orang lain atau bermain dengan teman sebayanya
  • Terlibat langsung dengan pemain game sehingga mengetahui sejauh mana efek ketergantungan terjadi dan menjalin komunikasi yang baik agar tercipta suasana nyaman dan berada dalam kontrol yang baik.

(Dokumentasi appletreebsd.com, 2019)

 

Dengan pendampingan serta pengawasan yang ketat, Ayah dan Bunda dapat dengan mudah mencegak dampak adiksi game pada anak. Terlebih, dengan mendampingi anak bermain gadget Ayah dan bunda dapat memberikan pemahaman kepada anak, tentang hal menyenangkan lainya yang bisa dilakukan dengan gadget selain bermain game. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (NIT/ed.AAA)

Sumber Referensi:

Caldwell Charmaine D. & Teddi J. Cunningham, 2010. Internet Addiction and Students: Implications for School Counselors

Young, K. S. 2009. “Understanding Online Gaming Addiction and Treatment issues for adolescents”.The American Journal of Family Therapy. 37: 355-372.

Tgr Parenting Adiksi Gawai #gaming Diorder
Komentari Tulisan