Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Yuk Latih Kecerdasan dengan Permainan Tradisional Ini!

Rabu, 14 September 2022 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 108 Kali

Halo Sobat TGR!

Pernahkah kalian bermain gobak sodor bersama dengan teman-teman? Selain menyenangkan permainan tradisional satu ini ternyata memiliki banyak manfaat, lho. Salah satunya adalah melatih kecerdasan dan ketangkasan. Jika sobat TGR pernah atau bahkan menyukai permainan ini, tentu merasakan bagaimana pemain harus menyusun strategi agar bisa melewati lawan, misalnya dengan mengecoh lawan atau berlari secepat mungkin menghindari sentuhan lawan. Nah, permainan tradisional yang dapat melatih kecerdasaan tidak hanya gobak sodor saja. Ada banyak permainan tradisional dari seluruh penjuru Indonesia yang seru dimainkan sekaligus memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Simak daftarnya di bawah ini

 

1. Permainan Bakiak

Permainan tradisional bakiak merupakan permainan yang dimainkan menggunakan alat berupa bakiak atau sandal yang terbuat dari kayu dan ban bekas sebagai pengikat kaki. Permainan ini seringkali dijumpai saat perayaan hari kemerdekaan masyarakat Indonesia. Apakah Sobat TGR pernah megikuti perlombaan bakiak saat tujuh belasan? Dalam perlombaan ini, kayu sebagai alas bakiak dimodifikasi menjadi lebih panjang sehingga dapat digunakan oleh tiga atau bahkan lebih orang sekaligus. Pemainan bakiak memerlukan kekompakkan dan kerja sama yang baik. Seluruh pemain dalam permainan bakiak harus menyamakan gerak kaki sehingga dapat mencapai garis finish. Jika ada salah satu pemain yang tidak serempak mengayunkan langkah kaki, bakiak ini akan terhenti atau pemain bisa terjatuh. Dalam hal ini, anak akan belajar bagaimana memperbaiki kesalahannya untuk membenarkan langkah kakinya.

 

(Dokumentasi TGR Community, 2022)

 

Permainan asal Sumatera Barat ini mampu melatih kecerdasaan emosional anak. Melalui permainan ini, anak anak bisa belajar untuk mengikuti arahan pemain yang bertugas memimpin dan pemain yang memimpin arahan bisa memimpin dengan baik. Menurut Lubis dan Khadijah (2018), aspek emosional yang dapat dikembangkan dengan memainkan permainan bakiak adalah aspek memotivasi diri sendiri serta mengontrol emosi seperti menenangkan diri atau bersabar. 

 

2. Bekelan

Permainan bekelan atau bola bekel umumnya dilakukan secara berkelompok oleh anak-anak perempuan. Akan tetapi, anak lelaki pun juga dapat memainkan permainan satu ini. Bekelan menjadi salah satu permainan tradisional yang cukup populer. Untuk bermain bekelan, anak-anak memerlukan bola karet dan beberapa kuwuk atau biji bekel. Bekelan dimainkan dengan cara melempar bola karet ke udara sambil menaburkan beberapa biji bekel. Sebelum bola menyentuh lantai, pemain harus mengambil satu per satu biji bekel yang dilemparkan tadi. Ada banyak cara memainkan bekelan, misalnya ketika bola dilempar, pemain harus menyusun biji bekel sehingga memiliki sisi yang sama atau ketika bola dilempar, pemain harus meraup biji bekel sebanyak-banyaknya.

 

 

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Sama seperti permainan bakiak, bekelan juga memiliki manfaat dalam mengembangkan kecerdasaan emosional anak. Anak-anak dapat belajar tanggung jawab dan haknya, nilai-nilai dalam berbagi, serta bekerja sama (Lubis dan Khadijah, 2018). Hal ini dilatih dari bermain bergantian dengan temannya. Anak-anak harus bersabar dalam menunggu giliran bermain dan harus berhenti saat ia melakukan kesalahan dalam bermain. Al Ningsih (2021) menambahkan jika permainan tradisional bola bekel juga melatih aspek kognitif anak. Ketika bermain, logika anak akan terstimulus untuk mengingat tahapan permainan, menghitung jumlah biji bekel atau kuwuk yang ada, serta daya fokus anak ketika memastikan biji bekel diambil sebelum bola jatuh.

 

 

 

3. Bentengan

 

(Ilustrasi Kemdikbud via Kumparan.com, 2021)

 

Permainan tradisional satu ini juga tidak kalah populer dari kedua permainan di atas. Bentengan dapat ditemukan hampir di seluruh bagian Indonesia. Permainan ini membutuhkan kekuatan fisik dan ketangkasan karena itu ini sering dimainkan oleh laki-laki. Bentengan dimainkan secara berkelompok 4-8 orang. Setiap kelompok harus mengambil alih benteng milik lawan dan memasukkan pemain lawan ke penjara. Dilansir dari Dinas Kebudayaan Jakarta, permainan bentengan membutuhkan tempat luas untuk bermain karena pemain harus banyak berlari. 

Manfaat permainan ini tidak hanya melatih ketangkasan serta kelincahan anak tetapi juga mengasah kecerdasaan anak. Penelitian Annajih dan Sa’idah (2020) menunjukkan adanya pembelajaran kecerdasaan emosional dalam permainan tradisional bentengan. Dalam permainan ini, anak dilatih untuk bekerja sama dan memupuk kekompakan dengan pemain setimnya. Anak juga dapat belajar bersosialisasi dengan teman-temannya.

 

Nah, itulah tiga permainan tradisional yang dapat melatih kecerdasaan anak. Ketiganya merupakan permainan populer yang sering dijumpai, loh. Apakah Sobat TGR salah satu orang yang pernah memainkan permainan tersebut? Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (NAI/ed.NIU)

 

Sumber Referensi:

Al Ningsih, Y. R. 2021. Manfaat Permainan Tradisional Bola Bekel Terhadap Perkembanagn Anak Usia Dini. JPP PAUD FKIP Untirta, 8(1), 69-76.

Annajih, M. Z.H., & Sa’idah, I. 2020. Pengembangan Panduan Permainan Tradisional Benteng untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa SDN Lawangan Daya Pamekasan. Jurnal Konseling Pendidikan Islam, 1(2), 129-140.

Lubis, R., & Khadijah. 2018. Permainan Tradisional sebagai Pengembangan Kecerdasan Emosi Anak. Al-Athfal Jurnal Pendidikan Anak, 4(2), 177-186.

 

Sumber Gambar:

Info Sport. (2021). Permainan Bentengan: Aturan, Strategi, dan Manfaatnya. Diaksess dari https://kumparan.com/info-sport/permainan-bentengan-aturan-strategi-dan-manfaatnya-1wS1Q6Gz6Vc/full

#permainantradisional #bakiak #bekel #bekelan #bentengan
Komentari Tulisan