Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Mengenal Nomophobia: Ketakutan Berlebih Saat Jauh dari Telepon Genggam

Senin, 31 Juli 2023 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 391 Kali

Halo Sobat TGR!

Apa kabarnya, nih? Semoga kita semua bahagia dan sehat selalu, ya!

Sobat TGR, apakah di antara Sobat TGR ada yang mengalami kecemasan berlebih saat sedang jauh dari telepon genggam? Kalau iya, bisa jadi Sobat TGR mengalami satu phobia yang namanya nomophobia. Kira-kira apa ya nomophobia itu? Cari tahu lebih lanjut, yuk!

Setiap hari, kita selalu berdampingan dengan telepon genggam. Perkembangan teknologi yang semakin canggih memaksa kita juga untuk terus bersamanya setiap waktu karena banyak hal yang memang harus dilakukan dalam telepon genggam kita. Mulai dari melakukan komunikasi, berbagai pekerjaan hingga hiburan setiap harinya. Hal ini tentu saja tanpa kita sadari membuat kita sebagai pengguna telepon genggam, hidup berdampingan dengan nomophobia. Nomophobia merupakan perasaan kecemasan atau ketakutan berlebih jika tidak menggunakan telepon genggam sehingga memunculkan rasa ketergantungan untuk terus menggunakan telepon genggam.

 

(Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/mG3RkLzwdpsoAdVC9)

Hmm.. cukup membahayakan ya, sobat. Berikut ini terdapat beberapa gejala pada seseorang yang mengidap nomophobia.

1. Gejala Emosional

  1. Panik atau ketakutan ketika tidak bersama dengan ponsel
  2. Kecemasan berlebih ketika diharuskan meletakkan ponsel
  3. Panik atau kecemasan berlebih jika tidak dapat menemukan ponsel
  4. Cemas ketika tidak dapat memeriksa konten dari ponsel

2. Gejala Fisik

  1. Rasa sesak di dada
  2. Kesulitan bernafas dengan normal
  3. Tremor
  4. Keringat berlebih
  5. Merasa pusing
  6. Denyut nadi meningkat

Jadi, selain membawa manfaat bagi kehidupan kita sehari-hari, ternyata telepon genggam juga memberikan dampak yang kurang baik pada kita seperti halnya nomophobia. Nomophobia rentan terjadi pada anak-anak dan remaja karena mereka cenderung memiliki kontrol yang kurang baik atas teknologi yang mereka gunakan. Hal ini tentu saja memiliki dampak yang kurang baik untuk masa perkembangan anak-anak dan remaja seperti kurangnya komunikasi secara langsung, lebih apatis dengan kondisi di sekitar, individualitas atau merasa tidak membutuhkan orang lain secara nyata.

Penggunaan telepon genggam bukan berarti tidak diperbolehkan sama sekali. Namun, penggunaannya pada anak dan remaja perlu pengawasan dan pendampingan dari orang dewasa sehingga bisa dilakukan pengontrolan yang baik. Sebagai contoh, memberi batasan waktu bagi anak untuk bermain dengan telepon genggamnya ataupun hal lain yang bisa memberikan pemahaman pada anak bahwa perlu adanya keseimbangan antara hidup di dunia nyata dan dunia maya. Salah satunya dengan melibatkan anak bermain permainan tradisional yang dapat melatih motorik mereka tanpa harus menggunakan telepon genggam. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main Di Luar! (KUN/ed.RK)

 

Referensi:

Hartanto, Deni Tri. 2019. Mengenal Nomophobia: Takut Jika Jauh dari Ponsel. Dikutip dari:https://binus.ac.id/knowledge/2019/12/mengenal-nomophobia-takut-jika-jauh-dari-ponsel/


Fadhilah, Labbaika, dkk. 2021. Nomophobia di Kalangan Remaja. Jurnal Diversita: 7(1).

Komentari Tulisan