Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Bermain dan Berkarya di SMM Rawamangun Bersama Tim TGR

Rabu, 25 Maret 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 104 Kali

Halo, Sobat TGR! Suasana Minggu pagi, 18 Januari 2026, terasa berbeda di SMM Rawamangun. Sejak pagi, area kegiatan sudah dipenuhi tawa dan suara riang anak-anak yang datang bersama orang tua mereka. Tim TGR kembali menghadirkan ruang bermain yang seru sekaligus penuh makna melalui berbagai permainan tradisional yang mengajak anak-anak bergerak, berinteraksi, dan bersenang-senang bersama.

Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan yang hangat antara anak-anak, orang tua, dan para kakak pendamping. Sejak awal, terlihat jelas antusiasme anak-anak yang sudah tak sabar mengikuti rangkaian permainan. Begitu berkumpul, seluruh peserta baik anak-anak maupun orang tua memulai kegiatan dengan sesi ice breaking agar suasana semakin cair.

Ice breaking dibuka dengan membentuk lingkaran besar. Anak-anak dan orang tua berdiri berdampingan, bersiap mengikuti instruksi dari kakak fasilitator. Permainannya cukup sederhana tapi lumayan bikin heboh. Saat nama “kucing” disebut, semua harus melompat ke depan. Ketika terdengar “gajah”, peserta langsung lompat ke belakang. Dan begitu kata “harimau” diucapkan, semua serentak melompat ke samping. Ada yang salah lompat, ada juga yang telat lompat, tapi justru di situlah tawa pecah dan suasana makin hidup. Asyik!

Setelah tubuh mulai hangat dan suasana semakin akrab, anak-anak kemudian dibagi ke beberapa kelompok untuk mengikuti permainan di setiap pos. Masing-masing kelompok akan bergantian berpindah dari satu pos ke pos lainnya, ditemani kakak pendamping yang siap membantu dan menyemangati. Setiap pos menghadirkan permainan tradisional yang berbeda, dengan keseruan dan tantangannya masing-masing.

Pos 1: Gasing


Keseruan Bermain Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos pertama, anak-anak langsung disambut permainan gasing yang bikin penasaran. Tim TGR menunjukkan cara memutar gasing dengan benar, mulai dari memegang, memutar, sampai melihat gasing berputar stabil di lantai. Awalnya, banyak gasing yang jatuh sebelum sempat berputar lama. Ada yang melenceng ke luar arena permainan, ada juga yang langsung tumbang tak bisa berputar. Tapi justru dari situ tawa anak-anak pecah. Setelah beberapa kali mencoba, satu per satu anak mulai berhasil memutar gasingnya. Begitu gasing berputar lebih lama, sorakan kecil pun muncul. Rasa bangga terpancar jelas dari wajah mereka. Asyikk!

Pos 2: Ular Tangga Raksasa


Keseruan Bermain Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Beranjak ke pos berikutnya, anak-anak bermain ular tangga versi raksasa. Mereka menjadi pion hidup yang melangkah sesuai angka dadu. Setiap lemparan dadu selalu dinanti dengan penuh harapan. Ada yang melonjak kegirangan saat naik tangga panjang, ada juga yang spontan mengeluh lucu ketika harus turun karena menginjak ekor ular. Meski begitu, semuanya tetap tertawa. Permainan ini bukan cuma soal menang, tapi juga belajar sabar dan menerima kejutan di setiap langkah.

Pos 3: Engklek dan Jejak



Keseruan Bermain Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Permainan engklek dan jejak menguji keseimbangan dan konsentrasi. Mereka melompat dengan satu kaki mengikuti pola engklek, lalu melanjutkan dengan permainan jejak yang mengharuskan tangan dan kaki diletakkan sesuai petunjuk. Ada yang masih ragu-ragu, ada juga yang melaju dengan percaya diri. Sesekali terdengar teriakan kecil saat kaki salah pijak, tapi langsung disambut tawa bersama. Pos ini jadi favorit karena membuat anak-anak aktif bergerak sambil bermain.

Pos 4: Lompat Karet


Keseruan Bermain Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Energi anak-anak kembali meningkat saat masuk ke pos lompat karet. Pada level awal, karet yang masih sejajar kaki terasa mudah. Anak-anak melompat ringan sambil tertawa. Namun, begitu karet mulai dinaikkan, tantangannya pun bertambah. Mereka mencoba melompat setinggi mungkin, namun tetap gagal. Meskipun begitu, pada akhirnya mereka tertawa dan langsung mencoba lagi dan lagi. Semangat pantang menyerah terlihat jelas, apalagi saat teman-temannya memberi sorakan penyemangat. Seru sekali ya, Sobat!

Pos 5: Balogo



Keseruan Bermain Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos balogo, suasana berubah jadi sedikit lebih fokus tapi tetap menyenangkan. Anak-anak belajar  balogo, seperti membidik peluru agar tepat mengenai sasaran. Mereka mencoba dan mengamati, Ada yang terlalu pelan dalam membidik, ada juga yang terlalu kencang. Meski tidak selalu tepat sasaran, anak-anak tetap menikmati prosesnya. Permainan ini mengajarkan ketelitian dan kesabaran, tapi tetap dikemas dengan suasana santai dan penuh canda.

Melukis Layang-layang



Keseruan Melukis Layang-layang

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Usai berkeliling dari satu pos ke pos lainnya mencoba berbagai permainan tradisional, suasana kegiatan perlahan berubah menjadi lebih santai. Anak-anak duduk bersama sambil memegang layang-layang polos yang siap untuk dilukis. Di momen ini, mereka akan menyalurkan imajinasi lewat coretan warna. Tawa kecil dan obrolan ringan terdengar di antara mereka, menandai peralihan dari permainan yang aktif ke kegiatan yang lebih tenang, tapi tetap seru.

Satu per satu, layang-layang pun berubah jadi kanvas penuh cerita dan warna. Ada yang menggambar matahari, bumi, bunga warna-warni, hingga karakter favorit versi mereka sendiri. Tak sedikit pula anak yang memadukan banyak warna tanpa pola tertentu, namun justru itulah yang membuat hasilnya terlihat unik dan penuh ekspresi. Suasana terasa hangat dan menyenangkan, seolah setiap goresan warna menyimpan kebahagiaan kecil di hari itu.

Anak-anak pulang bukan hanya membawa layang-layang hasil karya mereka, tetapi juga pengalaman bermain, belajar, dan bersosialisasi bersama teman-teman baru. Orang tua yang turut mendampingi pun tampak senang melihat anak-anaknya aktif, ceria, dan lepas dari gawai sejenak. Permainan tradisional kembali membuktikan bahwa keseruan bisa hadir lewat hal-hal sederhana, asal dimainkan bersama dan dengan penuh kebersamaan.

Sebagai penutup kegiatan, anak-anak, orang tua, kakak pendamping, dan Tim TGR kemudian berkumpul untuk sesi foto bersama. Mereka berdiri berdampingan dengan senyum lebar, mengabadikan momen kebersamaan yang penuh warna sama seperti layang-layang yang baru saja mereka lukis. Jepretan demi jepretan terasa jadi penanda manis dari rangkaian kegiatan hari itu, menyimpan kenangan tentang tawa, kebersamaan, dan keseruan bermain bersama.

Apa Kata Mereka?

Keseruan hari itu juga dirasakan oleh para orang tua yang turut mendampingi. Salah satunya adalah orang tua dari Radit yang mengaku senang melihat anak-anak begitu antusias setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. 

“Saya senang sekali dengan kegiatan seperti ini. Anak-anak kelihatan aktif dan benar-benar menikmati permainannya, terutama Radit. Harapannya, kegiatan permainan tradisional seperti ini bisa terus diadakan ke depannya,” tuturnya dengan penuh harap.

Tak hanya orang tua, anak-anak pun dengan semangat membagikan cerita favorit mereka

“Aku senang banget bisa main bareng teman-teman dan kakak-kakak. Permainan favorit aku gasing, soalnya bisa muter lama dan seru,” ujar Arsya dengan wajah ceria. Meski sempat beberapa kali gagal saat mencobanya, ia tetap terlihat bersemangat untuk terus bermain hingga berhasil.

Sementara itu, Azlan mengaku paling tertarik dengan permainan ular tangga raksasa. 

“Aku suka ular tangga, walaupun tadi sempat bingung mainnya, tapi tetap seru karena bisa main bareng,” katanya sambil tersenyum malu-malu.

Cerita dari anak-anak ini pun jadi bukti bahwa kegiatan bermain permainan tradisional bukan hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga membuka ruang belajar, mencoba hal baru, dan berani bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, Tim TGR berharap anak-anak tidak hanya mendapatkan kesenangan, tetapi juga pengalaman berharga untuk mengenal dan mencintai kembali permainan tradisional. Bermain bersama, bergerak aktif, dan saling berinteraksi menjadi momen sederhana yang bermakna, baik bagi anak-anak maupun orang tua yang menyaksikannya.

Demikian kegiatan Tim TGR di SMM Rawamangun kali ini. Semoga kebersamaan dan keseruan yang tercipta dapat menjadi kenangan baik dan membawa manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Bagi Sobat TGR yang ingin berkolaborasi dengan kami, baik menjadi pengisi acara, tenant, maupun narasumber, cukup klik tautan di sini, ya! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!  (AVT/ed. RN).

Writer: Alvito Adiansyah

Editor: Irna

Graphic Designer: Nurul

Tgrcampaign Permainan Tradisional Lupakan Gadgetmu Ayo Main Di Luar
Komentari Tulisan