Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Orang Tua Berperan, Minat dan Bakat Anak Berkembang

Minggu, 26 April 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 17 Kali

Halo, Sobat TGR! Tahu ga sih kalau ada sekelompok orang yang gemar bernyanyi dan ada sekelompok orang yang pintar bernyanyi. Nah, kedua kelompok itu sebenarnya serupa tapi tak sama. Ada yang tahu bedanya apa? Sini-sini aku jelasin!

Jadi, kelompok orang yang gemar bernyanyi merupakan kelompok orang yang memiliki minat dalam bernyanyi, sedangkan kelompok orang yang pintar bernyanyi merupakan kelompok orang yang memiliki bakat dalam bernyanyi. Kenapa keduanya serupa tapi tak sama? Karena mereka adalah dua hal yang ada dalam setiap individu dan saling melengkapi.

Bakat adalah kemampuan yang dimiliki secara alamiah oleh seorang individu untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan, sedangkan minat adalah suatu perasaan suka yang berlebih atau ketertarikan terhadap suatu kegiatan. Keduanya saling melengkapi karena minat dapat mendorong seseorang untuk mengasah bakatnya (Sari, Kamila, Sawaluddin, & Yarni, 2023).

Beberapa Contoh Minat dan Bakat Anak

(Zahro, 2019)

Tapi, apakah cukup jika minat dan bakat saling melengkapi tanpa ada dukungan lain? Jawabannya, tidak. Minat dan bakat akan berkembang secara beriringan jika ada dukungan dari lingkungan sekitar, terutama dukungan dari orang tua.

Pasti Sobat TGR sudah tidak asing dengan peribahasa ”orang tua adalah madrasah atau tempat pendidikan pertama bagi anak”. Hal tersebut menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak. Pun, pemberian pola asuh yang baik sejak anak masih berada di fase “golden age” akan memengaruhi arah kehidupannya (Azzahra, Nihwan, & Rismayanti, 2024).

Ilustrasi Pendampingan Orang Tua kepada Anak

(Putri, 2024)

Pola asuh yang baik, seperti memberikan kebebasan kepada anak untuk melakukan hal yang disukainya, akan mendorong perkembangan minat dan bakat yang baik dalam diri anak. Sebaliknya, orang tua yang memiliki pola asuh yang kurang baik, seperti kurang memberi perhatian kepada anak atau terlalu memaksakan anak, maka anak akan mengalami demotivasi dalam pengembangan bakat dan minatnya (Prasmasiwi & Hidayat, 2022).

Hal tersebut juga berlaku pada anak berkebutuhan khusus atau ABK. Mereka juga memiliki minat dan bakat yang dapat dimaksimalkan oleh orang tua agar dapat mencapai tingkat kesuksesan.

Orang tua dengan ABK dapat melibatkan peran guru di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk ikut mengidentifikasi serta mengembangkan minat dan bakat dari anak tersebut (Yuniarti & Na'imah, 2021). Namun, tetap diingat ya bahwa perkembangan anak tidak dapat diserahkan ke pihak sekolah secara keseluruhan!

Nah, dengan mengetahui bahwa orang tua punya peran penting dalam pengembangan minat dan bakat, orang tua perlu melakukan hal-hal berikut!

Berikan Anak Waktu untuk Eksplorasi Berbagai Aktivitas

Orang tua perlu memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplor berbagai aktivitas. Jangan pernah membatasi kegiatan eksplorasi itu, asalkan kegiatan yang dieksplor adalah kegiatan positif. Namun, orang tua tetap perlu mengawasi anak agar tetap terkontrol dalam melakukan eksplorasi (Herliafifah, 2025).  

Bentuk Eksplorasi Anak terhadap Seni

(Dokumentasi TGR Community, 2024)

Identifikasi Kesukaan Anak

Dalam pengawasan orang tua saat anak mengeksplor kegiatan positif tersebut, orang tua dapat melakukan analisis terhadap kegiatan apa yang lebih sering dilakukan anak. Orang tua juga dapat mengonfirmasi kepada anak apakah kegiatan tersebut adalah kegiatan yang disukainya, sehingga orang tua bisa lebih fokus dalam pengembangan kegiatan tersebut. Apabila anak sudah bersekolah, orang tua juga dapat meminta saran guru dalam menentukan bakat anak agar lebih mudah dalam mengembangkannya (Churnawan, 2025 dan Herliafifah, 2025).

Pendampingan Guru dalam Minat dan Bakat Anak

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Beri Dukungan kepada Anak

Setelah orang tua mengetahui minat dan bakat anak, orang tua dapat memberikan dukungan kepada anak agar dapat mengembangkannya. Dukungan orang tua dapat berupa materiil maupun nonmateriil. Dukungan materiil dapat berupa pemberian fasilitas atau alat yang dapat mendukung perkembangan minat dan bakatnya, sedangkan nonmateriil dapat berupa pujian dan motivasi yang tulus kepada anak (Churnawan, 2025 dan Herliafifah, 2025).

Dukungan Orang Tua terhadap Kegiatan Eksplorasi Anak

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Beri Jeda untuk Anak

Dalam mengembangkan bakatnya, anak tentu akan terus berlatih. Namun, dalam proses tersebut, anak pasti akan menemukan titik bosan dan lelah. Maka dari itu, beri jeda kepada anak untuk berlatih. Biarkan anak melakukan kegiatan lainnya sebagai distraksi dari perasaan bosan hingga semangatnya kembali lagi  (Herliafifah, 2025).

Kurangi Ekspektasi Orang Tua

Ketika orang tua sudah mengetahui minat dan bakat anak, tidak sedikit orang tua yang akan memiliki ekspektasi yang berlebihan terhadap anak. Ekspektasi tinggi dari orang tua akan memberikan beban kepada anak. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk membiarkan anak mengembangkan minat dan bakatnya dengan bebas (Herliafifah, 2025).

Dari beberapa poin di atas, kita tahu bahwa peran orang tua dalam keluarga bukan hanya sebagai seorang ibu dan ayah, melainkan juga sebagai seorang guru dan motivator bagi anaknya. Kombinasi keduanya dapat memberikan perkembangan yang maksimal bagi minat dan bakat anak.

Namun, perlu diingat bahwa orang tua perlu lebih waspada terhadap ketertarikan anak pada penggunaan gadget di era digital saat ini. Oleh karena itu, orang tua dapat mengarahkan anak pada aktivitas motorik dan sosial di lingkungan sekitar agar minat dan bakatnya berkembang secara lebih seimbang. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!

 

Referensi:

Azzahra, A. D., Nihwan, & Rismayanti. (2024). Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Potensi Anak Usia Dini. Anakta: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 34-40.
Churnawan, R. P. (2025, April 27). Apa Itu Minat dan Bakat pada Anak? Bagaimana Orang Tua Mengembangkannya? Retrieved from emc Healthcare: https://www.emc.id/id/care-plus/apa-itu-minat-dan-bakat-pada-anak-bagaimana-orang-tua-mengembangkannya.
Herliafifah, R. (2025, Juli 25). 5 Cara Mengembangkan Bakat Anak tanpa Memaksa. Retrieved from hellosehat: https://hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai-9-tahun/perkembangan-anak/mengembangkan-bakat-anak/.
Prasmasiwi, S., & Hidayat, M. T. (2022). Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Bakat Peserta Didik di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5847-5852.
Putri, M. (2024, Mei 26). Gender Pengaruhi Kecerdasan hingga Bakat Minat Anak, Ini Penjelasan Praktisi Psikologi Anak. Retrieved from HaiBunda: https://www.haibunda.com/parenting/20240517122148-62-337203/gender-pengaruhi-kecerdasan-hingga-bakat-minat-anak-ini-penjelasan-praktisi-psikologi-anak.
Sari, A. M., Kamila, M., Sawaluddin, & Yarni, L. (2023). Bakat dan Minat. KOLONI, 227-238.
Yuniarti, & Na'imah. (2021). Pengembangan Minat dan Bakat Anak Usia Dini Berkebutuhan Khusus. Aulad: Journal on Early Childhood, 136-143.
Zahro, A. F. (2019, April 11). Menyukseskan Bakat dan Minat Anak untuk Masa Depan Cemerlang. Retrieved from Kompasiana: https://www.kompasiana.com/alvinzahro/5cae86efcc5283045a020487/mensukseskan-bakat-dan-minat-anak-untuk-masa-depan-cemerlang.

 

Writer: Ayu Cristhine Novianti
Editor: Correy Ananta
Desain Grafis : Dinda

Komentari Tulisan