Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Menyambut Hari Kartini Bersama Adik Binaan di PYI Jatinegara

Rabu, 24 Juni 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 4 Kali

Halo, Sobat TGR! Kegiatan bermain bersama adik-adik di Panti Yatim Indonesia (PYI) Jatinegara pada 11 April 2026 menjadi momen yang seru dan penuh kebersamaan dalam rangka menyambut Hari Kartini. Di kegiatan ini, adik-adik tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diajak untuk mengenal lebih dekat sosok serta nilai perjuangan dari Raden Ajeng Kartini dengan cara yang menyenangkan.

Ternyata tidak hanya tim TGR saja yang hadir, tapi juga ada kakak-kakak dari Voluntrip by Kitabisa yang ikut meramaikan suasana. Kehadiran para volunteer ini bikin kegiatan jadi penuh semangat dan pastinya lebih seru.

Kak Nina mengajak semua peserta untuk berkumpul dan membentuk lingkaran besar. Dengan antusias, adik-adik dan kakak volunteer mengikuti arahan tersebut. Di sesi ini, mereka diajak berkenalan, bermain dan bernyanyi bersama sebagai pembuka. Suasana yang awalnya masih agak canggung perlahan jadi lebih cair, tawa mulai terdengar, interaksi makin terjalin.

Potret Keseruan Pembuka Kegiatan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setelah sesi pembuka yang berhasil menambah semangat, peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk melanjutkan permainan di setiap pos. Semua permainan yang ada tetap berkaitan dengan berbagai hal tentang Kartini.

Di pos pertama, peserta bermain memory game yang menantang daya ingat dan ketelitian mereka. Ada 40 kartu dengan berbagai kata yang harus dihafalkan. Kata-kata tersebut berkaitan dengan Kartini, seperti tempat wafat, tempat tinggal, hingga nama-nama sahabatnya. 

Dalam waktu yang sudah ditentukan, setiap kelompok bekerja sama untuk mengingat posisi kartu. Ada yang serius menghafal, ada juga yang sambil bercanda agar suasana lebih cair. Setelah waktu habis, mereka harus menyusun kembali kartu sesuai dengan ingatan. Di sini, kekompakan dan daya ingat benar-benar diuji, tapi tetap dibalut suasana seru dan penuh tawa. Nah, Banyaknya poin akan dihitung dari jumlah susunan yang benar. 

Permainan Memory Game

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Berlanjut ke pos dua, peserta diajak bermain gasing. Namu sebelum itu, mereka harus menjawab beberapa pertanyaan seputar Kartini, seperti tanggal peringatan Hari Kartini, tempat kelahirannya, hingga melanjutkan lirik lagu “Ibu Kita Kartini”. Peserta saling berdiskusi dan berpikir bersama untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Setiap jawaban benar akan menambah poin kelompok. Setelah itu, barulah mereka belajar dan mencoba memainkan gasing.

Permainan Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos tiga, permainan semakin seru dengan kegiatan rebut bola yang unik. Peserta harus fokus mendengarkan clue dari fasilitator, seperti “Sakit” untuk menyentuh perut, “Sikut” untuk Siku, dan “Sikat” sebagai aba-aba untuk langsung merebut bola. Satu kelompok akan dibagi lagi menjadi dua, yaitu adik melawan adik dan kakak melawan kakak, jadi permainannya terasa lebih seimbang. Setelah itu, kelompok dengan bola terbanyak mendapat tantangan tambahan, yaitu mengeja jawaban dari pertanyaan yang berkaitan dengan Kartini. Di sini, kerja sama dan kekompakan suatu kelompok benar-benar diuji.

Permainan Rebut Bola

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di pos keempat, peserta bermain congklak dengan susunan kakak berhadapan dengan adik. Sebelum mulai, ada tantangan yang harus mereka selesaikan, dalam 60 detik peserta harus menyebutkan sebanyak mungkin kata yang berkaitan dengan Kartini. Jawaban dilakukan secara bergiliran. Setiap peserta yang sudah menjawab langsung berganti dengan temannya. Kata-kata yang sesuai akan dihitung sebagai poin. Setelah itu, barulah mereka bermain congklak dengan didampingi fasilitator.

Permainan Congklak

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setelah menyelesaikan semua pos permainan, peserta diberi waktu untuk istirahat sejenak sambil menikmati snack yang sudah disediakan. Momen ini dimanfaatkan untuk mengisi energi kembali supaya siap menghadapi permainan terakhir.

Foto Bersama Sambil Menyantap Snack

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di sesi penutup, setiap kelompok mendapatkan lembar cerita rumpang tentang Kartini. Tugas mereka adalah melengkapi cerita tersebut dengan menempelkan potongan jawaban yang sudah disiapkan oleh tim TGR selama 15 menit. Setiap kelompok memiliki kesempatan bertanya jika memiliki rasa ragu dalam menempel jawaban. Meskipun begitu permainan ini butuh ketelitian, fokus, dan tentunya kerja sama tim agar jawaban bisa tersusun dengan tepat dan rapi. 

Setelah 15 menit berlalu, setiap kelompok pun mulai mengumpulkan lembar cerita rumpang mereka. Kelompok yang berhasil menyelesaikan lebih dulu mendapatkan poin tambahan sebagai bentuk apresiasi atas ketelitian dan kerja sama mereka.

Sembari tim TGR menghitung poin dari setiap kelompok, suasana berubah menjadi lebih tenang dan hangat. Karena setiap orang menerima selembar kertas kosong dan sebuah amplop. Di momen ini, mereka diajak menuliskan pesan sederhana dari kakak untuk adik, dan dari adik untuk kakak. Kata-kata yang mungkin singkat, tapi penuh makna, menjadi penutup yang manis, meninggalkan kesan kebersamaan yang tidak mudah dilupakan. 

Potret Kakak dan Adik Setelah menulis Surat

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Sebelum membagikan hadiah kepada setiap kelompok, Kak Nina memberikan beberapa pertanyaan yang pastinya seputar RA Kartini. Siapa pun yang berhasil menjawab dengan benar akan mendapatkan hadiah berupa gasing, membuat suasana kembali ramai dengan semangat dan antusiasme dari para adik-adik.

Setelah itu, tim TGR mulai mengumumkan perolehan poin dari yang paling kecil hingga yang paling besar. Meski begitu, semua kelompok tetap mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kebersamaan yang telah mereka tunjukkan sepanjang kegiatan, sehingga semua peserta bisa ikut merasakan kebahagiaan. 

Potret Penerimaan Hadiah 

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Sebelum kegiatan ini benar-benar berakhir, adik-adik diajak untuk bersalaman dengan semua kakak-kakak volunteer sebagai bentuk rasa terima kasih dan kebersamaan yang telah terjalin sepanjang hari. Satu per satu mereka menghampiri, saling tersenyum, bahkan ada yang terlihat enggan berpisah karena masih ingin terus bersama.

Potret Pembagian Bingkisan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Di momen yang hangat ini, adik-adik juga menerima bingkisan, nasi kotak, serta amplop yang telah disiapkan untuk mereka. Pembagian ini bukan hanya sekadar pemberian, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kepedulian, sekaligus penutup yang manis dari rangkaian kegiatan yang penuh cerita. Setelah itu, semua peserta mengambil foto bersama untuk mengabadikan momen hari itu.

Potret Bersama di Akhir Kegiatan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Nah, ada seorang adik bernama Bowo yang kemudian membagikan perasaannya setelah bermain bersama.

“Aku seneng banget nih abis main bareng sama kakak-kakak cantik hari ini terus sama temen-temen juga, jadi seru gitu lah pokoknya,” ungkap Bowo dengan semangat.

Di sisi lain ada juga seorang adik kelas lima bernama Gladis yang ikut membagikan kesan dan perasaannya setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hari ini.

“Asik banget aku suka main bareng-bareng kaya gini, apalagi permainan nya tuh bisa sekalian nambah ilmu tentang Ibu Kartini, jadi makin seru!,” cerita Gladis dengan penuh antusias.

Mereka juga berharap ingin bisa bertemu dan menghabiskan waktu dengan bermain bersama lagi, karena tawa, cerita, dan momen yang mereka lewati bersama memang penuh cerita sekaligus memberi pengetahuan yang bisa mereka bawa sebagai pengalaman yang berharga.

 

Potret Bowo dan Gladis

()Dokumentasi TGR Community, 2026)

Lalu, ada Pak Abi selaku kepala asrama yang turut bahagia karena anak-anak bisa bermain bersama dengan gembira. Menurut beliau, permainan yang diadakan hari ini sangat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan tentang RA kartini.

“Yaaa.. menurut saya belajar itu ga cuma fokus di sekolah aja ya, belajar sambil bermain kaya gini sangat dibutuhkan agar mereka juga terhibur gitu. Saya berharap kegiatan ini lebih sering diadakan ya,” ungkap Pak Abi

Potret Wawancara Bersama Pak Abi

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Wah, ternyata bukan hanya adik-adik saja yang merasa senang, kepala asrama pun ikut merasakan kebahagiaan dari kegiatan hari ini. Ia melihat langsung bagaimana suasana yang tercipta begitu hangat, penuh tawa, dan kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan bagi adik-adik, tetapi juga membawa energi positif dan semangat baru di lingkungan asrama. 

Sobat TGR! Seru banget, kan rangkaian kegiatan hari ini? Semoga kegiatan hari ini bisa jadi kenangan manis yang terus diingat, sekaligus jadi langkah kecil untuk terus menghadirkan ruang bermain yang positif dan penuh makna bagi anak-anak ke depannya.

Yuk, terus ikuti keseruan kegiatan TGR lainnya! Jangan sampai ketinggalan, karena setiap kegiatan TGR selalu membawa pengalaman bermain yang asyik, hangat, dan bermakna. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (FZA/ed.PAZ)

Journalist: Hafizah Ridha Nazafi

Editor: Putri Aulia Zulfa

Graphic Designer: Indiana

Komentari Tulisan