Halo, Sobat TGR! Kalian pernah nggak lihat anak-anak yang mulai penasaran tentang cara mengelola uang? Anak kecil memang nggak pernah habis ya idenya, mereka memiliki rasa keingintahuan yang tinggi akan banyak hal. Salah satunya mengenai keuangan nih, Sobat TGR. Terkadang orang tua menyepelekan persoalan ini karena menganggap anak masih terlalu dini untuk memahami keuangan. Lalu, bagaimana caranya mengajarkan buah hati agar dapat mengatur uang? Dan apa sih gunanya bagi sang anak mengetahui tentang uang? Yuk, kita bahas!

Anak sedang Memegang Uang
(schoolofparenting.id, 2018)
Menurut para ahli, momentum yang tepat mengajarkan anak tentang keuangan adalah pada saat anak mulai bertanya dan penasaran soal uang. Menurut Susan Hirshman, Direktur Wealth Management di Charles Schwab, dalam rilis panduan edukasi keuangan lembaganya beliau menyatakan bahwa, “Anak yang memiliki tanggung jawab keuangan yang baik sangat penting agar sukses dalam hidup, karena keterampilan mengatur uang mempengaruhi pencapaian penting, seperti menikah, mendapatkan pekerjaan, atau membeli rumah".

Ilustrasi Wanita Memasukkan Uang ke Dalam Celengan
(modalku.co.id, 2023)
Sedangkan, menurut Beth Kobliner, salah satu Dewan Penasehat Keuangan Presiden Obama menjelaskan bahwa anak usia dini harus paham tentang konsep uang. Bukan hanya tentang seberapa banyak uang tersebut, tetapi apa yang harus mereka lakukan dengan uang tersebut.
Mengenalkan konsep keuangan pada anak tidak bisa sembarangan, ya, karena tingkat pemahaman anak pada setiap usia itu berbeda, lho. Sehingga para orang tua harus tahu cara yang tepat untuk mengenalkan uang pada anak berdasarkan usianya. Pengelompokan usia ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan kemampuan anak yang bertahap dan juga agar cara yang dipakai pun sesuai serta tidak salah sasaran. Untuk mengajarkan konsep uang ini dapat dimulai dari anak berusia 3 tahun, ya, Sobat TGR. Nggak pakai lama! Kita langsung jump in ke pembahasannya!
Kenalkan “Bagaimana usaha untuk mendapatkan uang?” dan jelaskan bahwa ayah yang sedang bekerja di kantor merupakan salah satu bentuk usaha untuk mendapatkan uang sehingga dapat mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari, seperti makan, minum, pakaian, mainan, dan lain sebagainya. Agar anak mengerti bahwa uang tidak datang begitu saja melainkan perlu adanya usaha untuk bisa mendapatkannya, maka hal yang dapat dilakukan agar anak dapat mengerti usaha mendapatkan uang yaitu dengan cara memberikan reward ketika anak berhasil melakukan sesuatu.
Ayah dan Ibu dapat menyisihkan uang koin dan uang kertas dengan nominal yang kecil untuk mengenalkan anak pada bentuk uang. Kemudian, ajak anak mengenal uang sambil bermain. Misalnya, bermain toko-tokoan, orang tua berpura-pura sebagai pedagang dan anak berperan sebagai pembelinya. Sehingga anak dapat mengetahui perbedaan antara bentuk uang tersebut, sekaligus belajar mengenai nominal pada uang. Jangan lupa untuk selalu mengawasi si kecil ketika bermain, ya!

Anak Kecil sedang Menabung dalam Celengan Ayam
(momsmoney.kontan.co.id, 2023)
Pada masa ini, anak sudah mulai menggunakan uang untuk hal yang mereka suka, seperti makanan, dan mainan keinginannya. Maka, biarkan anak mulai bertransaksi secara mandiri dengan tetap diawasi oleh orang yang lebih tua tentunya. Minta anak untuk bertanya tentang barang yang ingin dibeli, berikan uang dengan jumlah yang sesuai. Jika ada kembalian, beritahu anak untuk mengembalikan uang tersebut.
Beritahu si kecil untuk menabung demi membeli barang yang diinginkannya. Orang tua dapat menyiapkan celengan yang menarik khusus tabungan anak. Berikan tujuan yang jelas kepada anak agar ia termotivasi untuk menabung, contohnya, “Nabung yuk, Dek, untuk beli sepatu itu.” Daripada hanya memberi arahan, orang tua dapat mencontohkan secara langsung di depan mata anak.

Kakak Beradik sedang Menabung
(ruangmenyala.com, 2024)
Pada usia ini, anak mulai memiliki keinginan melakukan pengeluaran lebih untuk barang yang diinginkan. Maka dari itu perlu diberi arahan tentang pengendalian keuangan yang baik, seperti mengajarkan mereka untuk menentukan prioritas antara keperluan mendesak dan tidak mendesak. Dengan menerapkan hal ini, maka dapat mengurangi risiko anak bersifat impulsif di masa depan. Contohnya:
Mendesak dan perlu: membeli sepatu baru karena sepatu lama sudah rusak.
Tidak Mendesak tetapi perlu: membeli pensil baru meskipun masih ada pensil lain yang masih dapat digunakan.
Dengan membuka rekening tabungan khusus untuk menabung, anak dapat memiliki tempat yang aman untuk menyimpan uang. Adanya rekening dapat memudahkan anak dalam melihat pemasukan dan pengeluaran tiap bulannya, lho! Selain itu, mereka akan mendapat pengalaman dalam menggunakan ATM dan aplikasi perbankan modern lainnya.

Anak Perempuan sedang Menyetor Uang di Bank
(news.detik.com, 2014)
Sejatinya, anak memiliki sifat meniru perilaku orang tua, lho! Kalau ingin anak rajin menabung, maka ayah dan ibu dapat mencontohkan secara langsung pada si kecil, sehingga ia pun tertarik untuk ikut menabung dan perlahan melakukan kebiasaan serupa.
Dalam hidup, ga ada hal yang bisa langsung jadi secara instan ya! masak mie instan yang katanya instan aja masih harus menunggu selama 5 menit, apalagi untuk menerapkan hal baik ini tentunya membutuhkan kesabaran extra. Karena untuk membentuk suatu kebiasaan baik ini perlu waktu yang tidak bisa dibilang sedikit, percayalah bahwa kesabaran para orang tua akan terbayar saat anak menginjak usia dewasa.
Anak-anak harus paham jika meminjam uang itu harus dikembalikan, seringkali juga dikembalikan dengan bunga. Apa itu bunga? Bunga adalah biaya tambahan yang harus ditambahkan saat membayar hutang, semakin lama membayar hutang tersebut maka akan lebih besar pula bunga yang harus dibayar. Buah hati mesti paham, jika hutang tidak dibayar, maka akan berdampak pada finansialnya kelak. Ajarkan anak untuk meminjam uang hanya saat terdesak saja. Dan apabila terpaksa meminjam, maka hutang harus dibayar tepat waktu agar terhindar dari bunga hutang yang tinggi.
Nah, Sobat, TGR, mengajarkan anak perihal keuangan sejak dini itu nggak bisa dalam semalam saja, ya! Perlu proses dan waktu yang tidak sebentar untuk membuat anak paham mengenai uang dan cara mengelolanya. Meskipun begitu, hal ini tentu bagus untuk masa depan sang buah hati. Para orang tua harus mulai mengajarkan anak tentang keuangan sedini mungkin agar anak tidak kebingungan dalam mengelola uang saat ia dewasa kelak. Jangan lupa diterapkan di rumah, ya! Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!
Writer: Febyan Putri. S
Editor: Andini Haniyatur Riza
Graphic Designer: Dinda Priska Nurfitrian
Referensi :
AXA Mandiri. (n.d.). 6 tips ajari anak untuk kelola keuangan sebelum dewasa. https://www.axa-mandiri.co.id/-/6-tips-ajari-anak-untuk-kelola-keuangan-sebelum-dewasa
Arthur State Bank. (2024). 6 tips for teaching your teen good financial habits. https://www.arthurstatebank.com/blog/6-tips-for-teaching-your-teen-good-financial-habits/
Metro TV News. (2025, 26 Maret). Biar anak paham uang sejak kecil, simak 5 tipsnya!. https://www.metrotvnews.com/read/N6GCxAmo-biar-anak-paham-uang-sejak-kecil-simak-5-tipsnya
School of Parenting. (n.d.). Anak belajar tentang uang sejak dini bakal jadi materialistis? https://schoolofparenting.id/anak-belajar-tentang-uang-sejak-dini-bakal-jadi-materialistis/
Universitas Negeri Surabaya. (2025, 2 Desember). Mengajarkan anak tentang uang dengan cara yang menyenangkan. https://s3paud.fip.unesa.ac.id/post/mengajarkan-anak-tentang-uang-dengan-cara-yang-menyenangkan