Halo Sobat TGR! Suasana akhir pekan di pesisir Jakarta mendadak pecah dan bergemuruh oleh keceriaan yang luar biasa! Tim Traditional Games Returns (TGR) kembali membawa misi besar penyelamatan permainan tradisional lewat kegiatan Free to Play yang dikemas
Dengan perpaduan hamparan pemandangan laut yang indah, angin sepoi pantai yang sejuk, serta ambience tempatnya yang estetik dan ramah keluarga, Walking Drums sukses menjelma menjadi arena bermain paling sempurna untuk mengajak adik-adik kita bernostalgia sekaligus berkenalan dengan warisan budaya tradisional.
Sejak pagi hari bergulir pada Minggu, 21 Juni 2026, energi tim TGR sudah meletup-letup di lokasi. Alur kegiatan
Persiapan Menata Permainan
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Begitu area bermain dibuka, suasana langsung pecah! Satu per satu adik-adik yang sedang berkunjung mulai berdatangan dengan wajah penasaran. Dari yang awalnya malu-malu melihat Telefon Kaleng, Gasing, Keprayan, hingga permainan Karet. Mereka pun mencoba mengawali dengan bermain Congklak.
Keseruan Bermain Congklak
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Kehebohan Tarik Tambang: Sengitnya Duel Srikandi vs Arjuna Cilik!
Puncak kehebohan hari ini terjadi di area permainan Tali Tambang. Suasana mendadak riuh dan dipenuhi gelak tawa saat terjadi duel sengit nan lucu antara tim adik-adik cewe melawan tim adik-adik cowo.
Meskipun tim cowo awalnya percaya diri, tim cewe tidak mau kalah! Dengan sisa-sisa tenaga dan ekspresi muka yang menggemaskan, mereka saling tarik-menarik diiringi sorak-sorai penonton yakni para bapak dan ibu mereka yang turutturun
Lompatan Ceria di Lintasan Balap Karung!
Tidak kalah heboh, area lintasan Balap Karung juga sukses mengocok perut para adik-adik. Begitu aba-aba mulai, adik-adik langsung melompat sekencang mungkin di dalam karung goninya masing-masing. Ada yang jatuh dan ada yang terus meloncat demi mencapai garis finish dengan iringan tawa mereka yang sangat menggelitik.
Kehebohan Lomba Balap Karung
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Tidak sampai hanya kehebohan Balap Karung, permainan Buldozer juga menjadi pusat perhatian. Adik-adik harus kompak melangkah di dalam terpal layaknya roda tank untuk mencapai garis *finish*. Selain itu, keseruan juga merata di area Dampu Bulan dan balap Karung yang membuat suasana Walking Drums Ancol benar-benar hidup.
Keseruan Bermain Buldozer
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Suara Mereka: Kesan dan Pesan Adik-Adik Kecil
Matahari mulai meninggi dan waktu beranjak siang. Setelah melewati jam-jam yang sangat hectic namun penuh tawa, tim TGR mulai merapikan kembali seluruh peralatan permainan untuk persiapan pulang. Rasa lelah langsung sirna begitu mendengar kesan langsung dari para peserta yang sempat diwawancarai oleh tim jurnalis TGR di lapangan.
Kesan dari Jagoan Cilik (Tim Cowo)
Rafka (8 tahun): "Sama! Tarik Tambang yang paling seru karena bisa ditarik kencang-kencang sampai mau jatuh, hahaha. Senang banget ada kakak-kakak TGR di sini."
Arki (7 tahun): "Iya, seru banget bisa main bareng-bareng di luar begini kak! aku mau main lagi, kakak kesini lagi ya pas aku datang ????”
Kesan dari Srikandi Cilik (Tim Cewe)
Alula (7 tahun): “Aku paling suka main Hulahup! Soalnya seru bisa digoyang-goyang di pinggang, bentuknya warna-warni lagi!"
Gendis (7 tahun): "Aku juga suka Hulahup! Tapi pas Tarik Tambang tadi juga seru banget, soalnya tim cewe menang terus lawan tim cowo! Kita kompak banget, badannya kuat-kuat!"
Pentingnya Membatasi Gadget: Catatan dari Orang Tua
Tak hanya adik-adik yang antusias, para orang tua yang mendampingi pun memberikan apresiasi yang luar biasa. Pak Hendri, ayah dari salah satu adik yang menikmati keseruan permainan hari ini, membagikan pandangannya yang sangat menginspirasi mengenai gerakan ini:
"Gerakan ini bagus sekali ya, sesuai dengan jargonnya: 'Lupakan gadget-mu, ayo main di luar!' Anak-anak zaman sekarang, khususnya Gen Alpha, memang wajib tahu teknologi, tapi perkembangannya tidak boleh habis di dalam layar HP saja. Kalau terus-terusan main gadget, mereka bisa kehilangan kemampuan motorik kasar dan empati sosialnya.
Melalui permainan tradisional dari TGR ini, anak-anak dilatih secara taktis. Ada unsur intelegensi, kerja sama tim, kekuatan fisik, hingga membangun kepercayaan diri yang nyata di dunia asli, bukan virtual. Bahkan saya sebagai orang tua jadi ikut bernostalgia mengenang masa kecil. Harapannya, kegiatan positif dan berkelanjutan seperti ini bisa terus dilestarikan agar budaya kita tidak luntur."

Foto Bersama Tim TGR
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Hari ini benar-benar seru sekali dan menguras energi dengan cara yang paling positif! Terima kasih untuk Walking Drums Ancol, para orang tua, dan seluruh Sobat Kecil TGR yang sudah hadir dan bermain bersama kami. Sampai jumpa di kegiatan berikutnya ????????. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!
Writer : Glen Christhover Aprilano
Editor : Samuel Wangsa
Graphic Designer : Nurul
QC/Publisher : Samuel Wangsa