Halo, Sobat TGR! Dalam rangka merayakan hari anak nasional, TGR hadir untuk meramaikan bersama Warga Lama lho! Acara ini diperuntukkan bagi anak-anak sekitar Warga Lama sebagai wadah untuk bermain, belajar, dan menciptakan momen penuh keceriaan bersama. Beragam kegiatan seru dan menyenangkan telah disusun rapi untuk acara spesial ini. Yuk, simak keseruannya!
Pada tanggal 26 Juli 2026, Warga Lama menyelenggarakan kegiatan untuk anak-anak yang tinggal di sekitar sana dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Kegiatan tersebut dihadiri oleh kurang lebih 50 anak, mulai dari usia tiga hingga 15 tahun. Memeriahkan acara tentu tidak afdol jika kegiatan anak-anak tidak disandingkan dengan berbagai permainan. Oleh karena itu, TGR hadir untuk turut menyemarakkan acara melalui beragam permainan tradisional dan board game yang seru, sehingga anak-anak dapat bermain, belajar, sekaligus menikmati kebersamaan bersama teman-temannya.
Namun, di balik keseruan berbagai permainan yang dihadirkan, terdapat semangat kebersamaan yang menjadi bagian dari kegiatan ini. Warga Lama merupakan sebuah komunitas warga di Jakarta Pusat yang berawal dari kebiasaan para anggotanya berkumpul di sebuah warung, hingga akhirnya nama tempat tersebut menjadi identitas komunitas mereka. Kini, warung tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk berkumpul dan berbagi cerita, tetapi juga menyediakan perpustakaan mini yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak di sekitar lingkungan tersebut.
Melalui perayaan Hari Anak Nasional ini, Warga Lama ingin menghadirkan ruang yang menyenangkan bagi anak-anak di lingkungan sekitar untuk berkumpul, bermain, dan merasakan kebersamaan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kepedulian mereka dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui pengalaman yang positif dan penuh keceriaan. Dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang melibatkan anak-anak secara langsung, Warga Lama berharap dapat menciptakan kenangan sederhana namun bermakna bagi mereka.
Keseruan pun dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan pembukaan dari kakak-kakak Warga Lama yang menyambut kedatangan seluruh anak dan peserta yang hadir. Suasana hangat semakin terasa ketika acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan untuk mengisi sore bersama. Senyum dan antusiasme anak-anak pun mulai terlihat sejak awal kegiatan berlangsung.
Setelah pembukaan, adik-adik diajak untuk menikmati sesi dongeng yang menjadi salah satu pembuka keseruan hari itu. Tak hanya mendengarkan, mereka juga melanjutkan kegiatan dengan mewarnai dan menuangkan kreativitas melalui berbagai warna. Keseruan semakin bertambah dengan penampilan pantomim dari adik-adik yang sukses mengundang perhatian dan gelak tawa para peserta.
Membaca Dongeng Bersama
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Setelah menikmati berbagai kegiatan bersama, tibalah saatnya TGR turut mengambil bagian dalam memeriahkan acara. Anak-anak kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti permainan secara bergiliran di setiap pos yang telah disediakan. Dengan penuh semangat, setiap kelompok berkeliling dan mencoba tantangan serta keseruan yang berbeda di masing-masing pos.

Kegiatan Mewarnai
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Beragam permainan tradisional dan board game hadir untuk menemani keseruan mereka, mulai dari ular tangga duduk, cublak-cublak suweng, keprayan, bola botak batuk, kuda bisik, hingga gasing bambu. Setiap permainan tidak hanya menghadirkan kesenangan, tetapi juga mengajak anak-anak untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengenal kembali permainan yang mungkin sudah jarang mereka temui. Dari satu pos ke pos lainnya, suasana sore itu dipenuhi dengan tawa, sorak sorai, dan semangat dari para peserta.
Melalui permainan-permainan tersebut, TGR dan Warga Lama ingin menciptakan pengalaman bermain yang sederhana namun tetap berkesan bagi anak-anak. Lebih dari sekadar memenangkan permainan, kegiatan ini menjadi ruang bagi mereka untuk bergerak, berinteraksi, dan menikmati kebersamaan bersama teman-teman. Sore itu pun menjadi bukti bahwa keseruan bisa hadir dari hal-hal sederhana, terutama ketika dimainkan bersama-sama.
Setelah menikmati berbagai kegiatan bersama, tibalah saatnya TGR turut mengambil bagian dalam memeriahkan acara. Anak-anak kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti permainan secara bergiliran di setiap pos yang telah disediakan. Dengan penuh semangat, setiap kelompok berkeliling dan mencoba tantangan serta keseruan yang berbeda di masing-masing pos.

Pos Bermain
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Beragam permainan tradisional dan board game hadir untuk menemani keseruan mereka, mulai dari ular tangga duduk, cublak-cublak suweng, keprayan, bola botak batuk, kuda bisik, hingga gasing bambu. Setiap permainan mengajak anak-anak untuk aktif bergerak, bekerja sama, sekaligus berinteraksi dengan teman-teman yang ada di kelompoknya. Dari satu pos ke pos lainnya, suasana sore itu dipenuhi dengan tawa, sorak sorai, dan semangat para peserta.
Di tengah keseruan bermain, seorang anak bernama Ralia terlihat tak henti tertawa bersama teman-temannya. Saat ditanya mengenai perasaannya mengikuti kegiatan tersebut, ia pun menjawab dengan antusias, “Aku senang bisa main bareng gini, biasanya ga serame ini dan gaada kakak-kakak juga,” ujarnya. Ralia juga menambahkan bahwa permainan favoritnya adalah kuda bisik karena menurutnya permainan tersebut sangat seru untuk dimainkan bersama-sama.
Lain halnya dengan Galang yang memiliki permainan favorit berbeda. Ia mengaku paling menyukai permainan gasing karena keseruan yang dirasakannya saat bermain. “Aku sih paling suka main gasing kak, seru banget bisa adu-aduan gitu dan ini biasanya mainan anak cowo,” katanya sambil menceritakan alasannya memilih permainan tersebut.
Respons sederhana dari Ralia dan Galang menjadi gambaran kecil tentang bagaimana permainan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak. Bukan hanya soal permainan mana yang paling seru, tetapi kesempatan untuk bermain bersama dan bertemu dengan orang-orang baru juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi mereka. Di tengah permainan tradisional yang mungkin tidak selalu mereka temui dalam keseharian, sore itu menjadi kesempatan untuk mencoba, tertawa, dan menikmati kebersamaan.
Menjelang berakhirnya rangkaian kegiatan, ternyata masih ada kejutan kecil yang telah disiapkan untuk anak-anak. Kehadiran sosok Spiderman sukses menarik perhatian dan menambah keseruan suasana sore itu, sebelum seluruh peserta mengabadikan momen melalui sesi foto bersama. Tidak berhenti sampai di situ, acara juga semakin meriah dengan penampilan tari dari adik-adik yang menutup sore penuh kegiatan tersebut dengan semangat dan keceriaan.
Foto Bersama
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Seluruh rangkaian kegiatan dalam perayaan Hari Anak Nasional bersama Warga Lama akhirnya berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan. Lebih dari sekadar sebuah acara, hari itu menjadi ruang bagi anak-anak untuk bermain, berekspresi, mengenal permainan baru, serta menciptakan kenangan bersama teman-teman di sekitarnya. Dengan membawa pulang senyum dan cerita masing-masing, kegiatan ini pun ditutup dengan hangat dan bahagia.
Melalui kegiatan ini, TGR berharap dapat terus menghadirkan ruang bermain yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Mari terus ciptakan lebih banyak ruang bagi anak-anak untuk bermain, berekspresi, dan menikmati masa kecil mereka dengan penuh keceriaan. Karena setiap anak berhak memiliki hari yang penuh kebahagiaan. Selamat Hari Anak Nasional! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (RA/ed.PAZ)