Halo, Sobat TGR! Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, TGR kembali mengadakan kegiatan All You Can Play yang kini sudah memasuki episode keenam! Menariknya, semangat angka 81 juga hadir dalam kegiatan kali ini dengan melibatkan 81 peserta, keren kan? Oiya, pelaksanaan kegiatan ini juga bertempat di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, jadi kebayangkan gimana keseruannya?
Minggu, 16 Agustus 2026, TGR mengadakan kegiatan AYCP yang keenam. Kegiatan ini berlangsung meriah karena dihadiri oleh 81 peserta dari berbagai kalangan lho! Tak hanya itu, kegiatan kali ini juga dilaksanakan di tempat yang sarat akan nilai sejarah, yaitu Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Pemilihan lokasi ini tentunya memberikan pengalaman yang berbeda bagi para peserta, karena mereka tidak hanya bermain bersama, tetapi juga berkesempatan merasakan suasana di salah satu tempat bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Registrasi kegiatan dibuka pada pukul 08.00 WIB. Di sini, para peserta mulai berdatangan dan diarahkan untuk duduk di kursi yang telah disediakan. Setelah seluruh peserta hadir, kegiatan dibuka dengan sambutan dari pihak Museum Perumusan Naskah Proklamasi dan dilanjutkan dengan sesi ice breaking bersama Kak Nina.

Registrasi dan Pembukaan Acara
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Melalui permainan sederhana yaitu naik-turun tangkap, suasana yang awalnya masih canggung perlahan berubah menjadi lebih hangat dan penuh tawa. Sesi ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk saling berkenalan dengan anggota kelompok yang telah dibagikan saat proses registrasi. Dengan semangat dan antusiasme yang mulai terbangun, para peserta pun semakin siap untuk mengikuti berbagai keseruan dalam kegiatan AYCP episode keenam.
Ice Breaking
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Setelah sesi ice breaking selesai, seluruh peserta kemudian diarahkan menuju halaman tengah museum. Di sana, peserta mendapatkan pengarahan sekaligus briefing mengenai rangkaian permainan yang akan mereka ikuti. Sebelum keseruan dimulai, setiap kelompok terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai aturan dan mekanisme permainan di setiap pos.
Rangkaian permainan dibagi menjadi dua sesi dengan masing-masing sesi terdiri dari tiga pos permainan. Dalam setiap pos, tiga kelompok akan saling bertanding dengan mengusung konsep battle group. Tak hanya bermain untuk bersenang-senang, setiap kelompok juga harus mengumpulkan skor sebanyak mungkin yang nantinya akan diakumulasikan setelah seluruh permainan selesai.
Pada sesi pertama, para peserta langsung dihadapkan dengan berbagai tantangan yang membutuhkan ketangkasan, ketelitian, hingga pengetahuan. Tiga pos permainan yang tersedia adalah memasukkan bola ke dalam keranjang, memasukkan paku ke dalam botol sambil menjawab pertanyaan, serta room tour museum yang dikemas bersama kuis interaktif. Beragam konsep permainan tersebut membuat setiap kelompok harus mempersiapkan strategi sekaligus bekerja sama untuk memperoleh skor terbaik.

Bermain Sesi Pertama
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Salah satu hal yang membuat sesi pertama semakin menarik adalah adanya room tour yang memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta. Sambil berkeliling dan mengenal berbagai ruangan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, peserta juga ditantang untuk menjawab pertanyaan melalui kuis yang telah disiapkan. Jadi, bukan hanya menguji kemampuan fisik dan kekompakan, para peserta juga diajak untuk bermain sambil menambah wawasan tentang sejarah di tempat yang penuh nilai perjuangan tersebut.
Setelah menyelesaikan seluruh tantangan pada sesi pertama, para peserta diberikan waktu sekitar 15 menit untuk beristirahat dan memulihkan energi sebelum kembali menghadapi sesi berikutnya. Waktu jeda ini dimanfaatkan oleh peserta untuk bersantai, berbincang bersama anggota kelompok, bahkan tak sedikit yang mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama.
Namun, waktu istirahat bukan berarti semangat kompetisi benar-benar berhenti. Di sela-sela waktu tersebut, beberapa kelompok juga mulai merancang strategi untuk menghadapi tantangan pada sesi kedua. Setelah energi kembali terisi dan strategi mulai disiapkan, para peserta pun bersiap melanjutkan keseruan menuju permainan berikutnya.
Memasuki sesi kedua, semangat para peserta tampaknya tidak berkurang sedikit pun. Setelah beristirahat dan menyusun strategi, mereka kembali bersiap untuk menghadapi berbagai tantangan berikutnya. Kali ini, tiga pos permainan kembali menanti dengan tingkat keseruan yang tak kalah menarik dari sesi sebelumnya.
Pada sesi kedua, peserta akan mengikuti permainan estafet sarung dan cone ring, balap karung dan sumpit kelereng, serta melanjutkan room tour di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Setiap permainan kembali menuntut kekompakan, strategi, dan tentunya semangat kompetisi dari masing-masing kelompok. Suasana pun perlahan semakin ramai ketika setiap kelompok mulai menjalankan tantangannya.

Bermain Sesi Kedua
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Menariknya, room tour kali ini dilakukan dengan sistem pertukaran. Kelompok yang pada sesi pertama mendapatkan kesempatan untuk menjelajahi bagian atas museum, kini diarahkan untuk mengikuti tur di bagian bawah, begitu pula sebaliknya. Dengan begitu, seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih banyak sudut dan cerita sejarah yang tersimpan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Keseruan Museum Tour
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Salah satu permainan yang sukses membuat peserta greget adalah sumpit kelereng. Kalau biasanya permainan memindahkan kelereng identik dengan menggunakan sendok, kali ini TGR justru memberikan tantangan yang berbeda dengan menggunakan sumpit. Kedengarannya sederhana, tetapi saat dimainkan ternyata membutuhkan konsentrasi dan ketelitian ekstra agar kelereng tidak mudah terjatuh!
Belum lagi keseruan dalam permainan estafet sarung dan cone ring yang juga tak kalah menguji strategi setiap kelompok. Sarung yang digunakan dalam permainan terkadang justru terbelit dan membuat peserta harus berpikir cepat untuk menyelesaikan tantangan, sebelum akhirnya mereka dihadapkan pada tantangan terakhir, yaitu melempar ring ke arah cone dengan jarak yang telah ditentukan. Setiap keberhasilan maupun kegagalan selalu disambut dengan sorakan dari teman-teman satu kelompok, membuat suasana kompetisi terasa semakin sengit dan menggebu.
Sesi kedua pun menjadi penutup dari seluruh rangkaian permainan yang telah dilalui para peserta hari itu. Setelah melewati berbagai tantangan, mengumpulkan skor, dan bersaing dengan kelompok lainnya, kini tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu. Siapakah kelompok yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dan keluar sebagai pemenang AYCP episode keenam?
Namun, sebelum memasuki momen yang paling ditunggu-tunggu, seluruh peserta terlebih dahulu diajak untuk mengabadikan keseruan hari itu melalui sesi foto bersama. Berbagai ekspresi ceria dan pose terbaik pun menghiasi momen kebersamaan tersebut. Untuk menjadi kenangan dari hari yang penuh permainan dan tawa, saatnya berpose dan katakan, cheese!

Foto Bersama
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Setelah mengabadikan momen kebersamaan, akhirnya tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta, yaitu pengumuman pemenang! Pengumuman pun dimulai secara berurutan dari juara ketiga hingga juara pertama, membuat suasana semakin menegangkan karena setiap kelompok tentu berharap namanya akan disebut.
Dengan penuh rasa penasaran, para peserta menantikan hasil akhir dari seluruh permainan yang telah mereka lalui. Setelah melewati persaingan yang cukup sengit dan mengumpulkan poin dari setiap tantangan, akhirnya kelompok Hitam berhasil meraih juara ketiga, disusul kelompok Biru sebagai juara kedua, dan kelompok Coklat yang berhasil membawa pulang gelar juara pertama!

Potret Juara 1, 2, dan 3
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Sorak sorai dan tepuk tangan pun mengiringi pengumuman para pemenang. Namun, lebih dari sekadar siapa yang berhasil menjadi juara, seluruh peserta telah berhasil melewati berbagai tantangan dengan penuh semangat, kekompakan, dan tentunya membawa pulang pengalaman seru bersama kelompok masing-masing.
Namun, keseruan hari itu tidak berhenti sampai di sana. Beberapa peserta turut membagikan pesan dan kesan mereka selama mengikuti kegiatan AYCP episode keenam ini. Mulai dari peserta paling muda hingga yang paling dewasa, bahkan ada pula yang sudah beberapa kali mengikuti kegiatan AYCP sebelumnya, masing-masing memiliki cerita dan pengalaman tersendiri untuk dibagikan.
Kesan pertama datang dari Juna, peserta berusia 10 tahun yang mengikuti kegiatan ini ditemani orang tuanya. Sebagai peserta paling muda dalam kegiatan AYCP episode keenam, Juna mengaku sangat senang bisa mengikuti berbagai permainan sekaligus berbaur dengan peserta lain yang usianya lebih tua dan ia anggap seperti kakak-kakaknya.
“Aku senang bisa ikut kegiatan ini, seru bisa main bareng kakak-kakak,” ucapnya.
Selain itu, Juna juga membagikan pendapatnya mengenai permainan yang paling berkesan baginya pada hari itu. Menurutnya, balap karung dan sumpit kelereng menjadi permainan yang paling seru karena memberikan tantangan tersendiri.
“Permainan paling seru itu balap karung sama sumpit kelereng karena lumayan susah,” tambahnya.
Tak hanya Juna, Kak Lintang selaku salah satu peserta paling dewasa juga turut membagikan kesannya selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, tetapi juga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk dirinya yang ingin kembali bernostalgia dengan permainan-permainan masa kecil.
“Saya tahu kegiatan ini dari instagram, setelah dilihat-lihat kayanya seru jadi saya daftar. Disana tertera dibuka untuk umum jadi saya tertarik untuk ikut, karena kegiatan seperti ini juga perlu untuk saya agar bisa sedikit nostalgia,” ujarnya.
Selain menikmati keseruan permainan, Kak Lintang juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti AYCP dapat terus dilaksanakan ke depannya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan permainan tradisional agar tetap dikenal dan tidak dilupakan oleh masyarakat.
Perasaan serupa juga datang dari Kak Mega yang sudah mengikuti kegiatan AYCP sejak episode pertama. Bahkan, dari enam episode yang telah berlangsung, ia hanya absen pada episode kelima, keren banget ya! Menurutnya, keseruan dan konsep kegiatan yang selalu berbeda di setiap episodenya membuat ia ketagihan untuk terus mengikuti AYCP.
“Aku udah ikut AYCP sejak episode pertama dan ga pernah bosen. Kegiatannya selalu beda tiap episode jadi kaya surprise gitu. Pokoknya tiap AYCP seneng deh dan jadi ketagihan untuk ikut terus,” sampainya.
Beragam kesan yang disampaikan oleh para peserta menjadi gambaran bahwa AYCP dapat menghadirkan pengalaman bermain yang menyenangkan bagi berbagai kalangan. Mulai dari Juna sebagai peserta paling muda, Kak Lintang yang menemukan kembali nostalgia masa kecilnya, hingga Kak Mega yang selalu menantikan kejutan di setiap episode, semuanya memiliki cerita tersendiri dari keseruan hari itu.
Lebih dari sekadar bermain dan berkompetisi, AYCP menjadi ruang untuk bertemu, berinteraksi, dan menciptakan pengalaman bersama. Karena pada akhirnya, bermain bukanlah soal usia, melainkan tentang bagaimana sebuah permainan mampu menghadirkan tawa, kebersamaan, dan kenangan yang ingin terus diulang. Sekian AYCP episode keenam, jangan lupa nantikan episode berikutnya ya, Sobat TGR! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (RA/ed.PAZ)