Halo, Sobat TGR! Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, dicintai, memperoleh pendidikan, serta didengar pendapatnya. Nilai-nilai tersebut menjadi semangat yang diangkat dalam peringatan Hari Anak Nasional.
Untuk merayakan momen tersebut, Tim TGR bersama relawan Voluntrip by Kitabisa mengadakan kegiatan di Yayasan Miftahul Hikmah pada Sabtu, 18 Juli 2026. Melalui permainan edukatif bertema 10 Hak Anak, mereka akan diajak belajar sambil bermain untuk mengenal berbagai hak yang mereka miliki sebagai anak.
Kegiatan ini dibuka dengan sebuah dongeng yang dibawakan oleh Kak Fakih bertemakan “Hak Anak Untuk Mendapatkan Rekreasi”. Untuk menggugah suasana agar menjadi lebih semangat, Kak Fakih berdongeng sambil membawa partner-nya, yaitu sebuah boneka yang seolah-olah dapat berbicara dan tertawa bersama dengan para peserta.
Adik-adik binaan serta kakak relawan duduk bersama sambil menyimak dongeng dengan antusias. Penyampaian cerita yang interaktif membuat suasana semakin hidup, terlebih ketika pendongeng menyelipkan berbagai lawakan dan mengajak para peserta untuk berinteraksi. Suara tawa mereka pun terdengar menambah keceriaan dan membangkitkan semangat.
Sesi Mendongeng Bersama Kak Fakih
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Usai mendengarkan dongeng, keseruan berlanjut lewat berbagai permainan untuk menambah semangat, mulai dari tebak nama, tantangan seru, hingga bernyanyi bersama. Setelah itu, adik-adik dan kakak relawan juga bermain cublak-cublak suweng dan permainan lainnya sebelum lanjut ke permainan di setiap pos.
Sesi Pembuka
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Memasuki kegiatan inti, adik-adik dan kakak relawan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti permainan edukatif di setiap pos. Setiap permainan mengangkat tema Hak Anak, sehingga mereka dapat bermain sekaligus mengenal hak-hak yang dimiliki dengan cara yang seru dan menyenangkan.
Enam permainan yang akan mereka mainkan hari ini dibagi menjadi dua ronde agar tidak terlalu melelahkan. Sebelum bermain, Kak Nina membagi peserta menjadi enam kelompok, dengan dua kelompok di setiap pos untuk saling bersaing dalam menyelesaikan tantangan.
RONDE SATU
1. Hak Anak Untuk Bermain - Battle Gasing
Bermain bukan cuma soal seru-seruan, tetapi juga menjadi salah satu hak anak yang penting untuk dipenuhi. Kali ini, keseruannya hadir lewat battle gasing. Sebelum dimulai, Kak Claudia dan Kak Irsyad menjelaskan cara bermain, lalu peserta diberi waktu tujuh menit untuk berlatih.
Setelah cukup paham, battle pun dimulai. Masing-masing kelompok beradu hingga tersisa satu peserta sebagai perwakilan. Setelah itu, kedua perwakilan dari masing-masing kelompok kembali beradu untuk menentukan siapa yang memiliki gasing paling kuat dan mampu berputar paling lama.
Mata mereka terlihat fokus mengikuti arah putaran gasing sambil menunggu siapa yang akan mendapat poin tinggi di pos pertama. Semua anggota kelompok menyemangati jagoannya. Saat salah satu gasing berhenti lebih dulu, tepuk tangan dan tawa pun langsung terdengar.
Sesi Bermain Gasing
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
2. Hak Anak Untuk Mendapat Pendidikan - Peribahasa x Speed Cup
Di pos kedua, adik-adik dan kakak relawan diajak mengasah pengetahuan sekaligus kecepatan lewat permainan tebak makna peribahasa yang disambung dengan menyusun cup. Tim TGR membagikan kartu berisi makna peribahasa kepada kedua kelompok, sementara kartu peribahasanya dipegang oleh Kak Ranu. Saat satu peribahasa disebutkan, peserta harus cepat mencari kartu dengan makna yang sesuai.
Setelah kartu ditemukan, anggota kelompok lainnya langsung menyusun beberapa cup mengikuti contoh dari Kak Zura. Mereka harus bekerja sama dan bergerak cepat agar bisa menyelesaikan susunan lebih dulu. Setelah selesai, salah satu peserta langsung menekan bel dan menyebutkan makna peribahasa yang diberikan. Suasana pun semakin seru karena setiap kelompok berlomba menjadi yang paling cepat dan tepat.
Sesi Menebak Makna Peribahasa dan Speedcup
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
3. Hak Kebangsaan - Missing Lyrics Lagu Kebangsaan
Lagu nasional menjadi bagian dari identitas Indonesia yang sudah dekat dengan kehidupan kita sejak kecil. Lewat permainan Missing Lyrics Lagu Nasional, anak-anak diajak mengingat kembali lirik lagu nasional dengan cara yang lebih seru. Dua kelompok duduk saling berhadapan dengan bel di tengah, sementara tim TGR menyanyikan lagu dengan beberapa bagian lirik yang sengaja dihilangkan.
Saat lirik yang hilang dinyanyikan, kedua kelompok langsung bersiap berebut menekan bel. Ada yang sudah tahu jawabannya, tetapi kalah cepat, ada juga yang buru-buru menekan bel meski masih ragu. Suasana pun semakin ramai dengan sorakan dan semangat mereka untuk mendapatkan poin.

Bermain Missing Lyrics Lagu Kebangsaan
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Break Session
Setelah seru-seruan di beberapa permainan, saatnya memasuki sesi istirahat untuk melepas lelah sejenak. Sambil menikmati snack yang telah disediakan, suasana berubah menjadi lebih santai. Mereka terlihat asyik mengobrol dan bercanda bersama teman-teman dan kakak relawan lainnya. Terlihat wajah-wajah ceria sambil menunggu permainan berikutnya.

Sesi Istirahat
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
RONDE DUA
4. Hak Kesamaan - Ular Tangga
Keseruan berlanjut lewat permainan ular tangga! Sebelum mulai, kedua kelompok saling berbaris. Peserta paling depan melakukan suit untuk menentukan siapa yang mendapat giliran pertama melempar dadu. Setelah itu, giliran terus berganti hingga semua peserta mendapat kesempatan bermain.
Sambil menunggu giliran, mereka memperhatikan jalannya permainan sambil memikirkan strategi hingga tiba saatnya bermain. Ada yang senang saat pion melangkah jauh, ada pula yang tegang ketika hampir terkena ular. Sesekali terdengar tawa jahil ketika pion lawan berhasil digeser.
Lewat permainan ini, mereka dapat belajar bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bermain, mengikuti aturan, dan meraih kemenangan.

Bermain Ular Tangga
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
5. Hak Kesehatan - UNO Smoking
Setelah permainan sebelumnya, anak-anak kembali diajak bermain UNO Smoking. Permainan ini menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan hak kesehatan, khususnya tentang pentingnya menjaga tubuh dari bahaya rokok. Setiap kartu yang dimainkan juga diselingi dengan pertanyaan seputar rokok yang perlu dijawab sebelum permainan dilanjutkan.
Permainan pun berlangsung dengan santai. Dari permainan ini, adik-adik tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga mendapat pengetahuan sederhana tentang bahaya rokok dan pentingnya menjaga kesehatan.

Bermain UNO Smoking
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
6. Hak Mendapat Makanan - Mata, Maju, Makan, Masak, Marah
Di pos ini, adik-adik dan kakak relawan akan bermain “Mata, Maju, Makan, Masak, Marah” menggunakan berbagai mainan berbentuk makanan, seperti kentang, apel, telur, singkong, nasi, dan makanan bergizi lainnya. Makanan tersebut diletakkan di tengah dua kelompok yang saling berhadapan, dengan jumlah yang disesuaikan dengan banyaknya anggota kelompok.
Permainan dimulai ketika Kak Jessie memberikan berbagai instruksi. Saat mendengar kata “mata”, peserta harus menunjuk mata, sedangkan saat mendengar “makan”, mereka harus memperagakan gerakan makan. Begitu kata “maju” disebut, peserta harus segera mengambil makanan yang berada tepat di hadapannya. Setelah berhasil mendapatkannya, makanan tersebut kemudian dioper hingga sampai ke anggota kelompok yang berada di posisi paling ujung.
Setelah semua makanan terkumpul, peserta di ujung bertugas mengelompokkan makanan sesuai jenisnya di dalam wadah, seperti karbohidrat, protein, dan lainnya. Selain melatih kecepatan dan kerja sama, permainan ini juga membantu anak-anak mengenal berbagai jenis makanan bergizi dengan cara yang menyenangkan.

Sesi Bermain Mata, Maju, Makan, Masak, Marah
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Enam pos pun sudah berhasil dilewatkan oleh para peserta, sekarang saatnya untuk menghitung poin yang telah mereka peroleh. Proses penghitungan poin ini cukup membuat adik-adik dan kakak relawan merasa deg-degan menunggu hasilnya.
10 menit berlalu setelah penghitungan poin seluruh kelompok selesai. Kakak-kakak relawan kemudian mengumumkan hasil perolehan poin mulai dari kelompok dengan poin terendah hingga tertinggi. Suasana pun semakin ramai saat setiap kelompok menantikan hasilnya.
Setelah semua poin diumumkan, setiap kelompok mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi selama mengikuti permainan. Meskipun poin yang diperoleh berbeda, semua kelompok tetap mendapat hadiah.
Tak lupa juga untuk mengambil momen berharga pada hari ini. Ketika fotografer bilang “Satu, dua, tiga...cis!”

Sesi Foto Bersama
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Kata Mereka Setelah Bermain
Yuk! kita cari tahu gimana perasaan dan pengalaman mereka setelah mengikuti kegiatan hari ini.
Kesan pertama datang dari Bintang, salah satu adik binaan yang terlihat sangat semangat pada kegiatan hari itu.
Saat ditanya bagaimana perasaannya, dia menjawab, “Perasaan aku hari ini ya? Gembira banget si kak. Soalnya aku bisa ketemu kakak-kakak yang seru-seru, jadi rasanya kaya aku main sama temen baru.”

Sesi Wawancara Bersama Bintang
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Meskipun jarak umur antara adik-adik binaan dan kakak relawan cukup jauh, tapi hal tersebut tidak menghalangi kedekatan dan keseruan bersama.
Kehadiran para kakak relawan justru membuat suasana terasa lebih dekat, layaknya bermain bersama teman baru.
Sama hal nya dengan Amira, “Aku seneng banget si bisa main bareng kakak-kakak hari ini. Seru banget pokoknya hari ini kak.”
Baginya, kehadiran para kakak relawan membuat kegiatan hari itu terasa semakin seru dan menyenangkan. Apalagi, berbagai permainan yang dilakukan bersama menjadi pengalaman baru yang bisa dinikmati bersama teman-teman.
Setelah mendengar cerita dari adik-adik, belum lengkap rasanya jika kita tidak bertanya juga bagaimana perasaan kakak relawan tentang kegiatan hari ini.
“Ini memang pertama kalinya aku ikut voluntrip, tapi rasanya hati aku lebih penuh dibanding saat pertama datang ke sini. Pengalaman ini jujur benar-benar berkesan, dan insyaAllah aku mau ikut lagi di kegiatan selanjutnya,” ungkap Kak Popita.
Ternyata, kegiatan sederhana seperti bermain bersama adik-adik mampu membuat hati terasa lebih baik dari sebelumnya. Bagi Kak Popita, momen ini menjadi pengalaman yang berkesan dan akan sulit untuk dilupakan. Lalu Kak Rafa juga ikut menceritakan perasaannya setelah bermain bersama adik-adik binaan.
“Ini benar-benar beda dari yang aku bayangkan, apalagi adik-adiknya gampang banget berbaur sama kita. Hari ini aku benar-benar seneng, ditambah kakak-kakak relawannya juga asik dan baik banget,”

Kesan dari Kak Popita dan Kak Rafa
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Kesan lainnya datang dari salah satu pengurus yayasan, yaitu Kak Fakih. Baginya, kegiatan hari ini terasa sangat seru dan menghibur karena adik-adik tidak hanya mengenal berbagai permainan tradisional, tetapi juga bisa berbaur dan bermain bersama kakak-kakak relawan yang baru mereka kenal.
“Hari ini sih sangat seru sekali ya. Anak-anak bisa mengenal lebih jauh permainan-permainan tradisional, bermain bersama kakak-kakak yang baru, dan yang lebih penting mereka jadi lebih kompak dan terhibur.”

Sesi Wawancara Bersama Kak Fakih
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Selain kesan, beliau juga menyampaikan harapan untuk tim TGR, agar kegiatan dan manfaat yang diberikan dapat terus berkembang serta menjangkau lebih banyak anak di berbagai daerah.
“Kalau untuk TGR mungkin bisa lebih expand lagi, bukan cuma di Jabodetabek, tapi juga ke luar daerah yang mungkin rumah-rumah panti asuhan lain sangat membutuhkan.”
Nah, Sobat TGR, setelah membaca rangkaian acara sampai kesan dan harapan dari semua yang hadir, kita bisa menilai kalau kegiatan ini bukan hanya sekadar bermain, tapi juga menjadi ruang untuk belajar, berbagi kebahagiaan, membangun kedekatan dengan adik-adik, serta memberikan pengalaman berkesan bagi semua peserta.
Ayo, ikuti terus keseruan-keseruan TGR yang lainnya! Karena setiap kegiatan TGR selalu membawa pengalaman serta kenangan bermain yang penuh makna. Lupakan Gadget-mu. Ayo Main di Luar! (FZA/ed.PAZ)