Sehari Penuh Cerita Bersama Adik-Adik Yayasan Amanah Mulia Jagakarsa!
Halo sobat TGR! Gimana nih kabarnya? Semoga sehat dan bahagia selalu ya. Kali ini, aku mau ajak kalian flashback ke momen pada tanggal 17 April 2026. Momen dimana para tim TGR kembali memperkenalkan beberapa permainan tradisional kepada adik-adik yang berumur 15 tahun kebawah. Kegiatan ini diselenggarakan di Yayasan Amanah Mulia yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tentunya selain tim TGR, adik-adik juga ditemani oleh kakak-kakak relawan Voluntrip by Kitabisa untuk bermain hingga acara selesai. Penasaran ngga sih kira kira main apa saja yaa? Yuk, simak terus artikel ini sampai selesai ya!
Kegiatan mulai pada pukul 13.00 WIB setelah sholat Jum’at. Tim TGR mulai mengabsen adik-adik yang telah sampai terlebih dahulu. Sembari menunggu semua adik dan kakak relawan datang, adik-adik bisa bermain santai serta mengobrol dengan teman-teman dan kakak relawan. Ada adik yang membawa alat tulis lalu menggambar bersama temannya, ada juga adik-adik yang bercanda ringan dengan kakak relawan.
Suasana Sebelum Acara Dimulai
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Pukul 13.30 WIB, tim TGR kembali mengabsen para adik untuk memastikan mereka semua telah hadir di lokasi dan bersiap untuk memulai kegiatan. Setelah semua peserta dipastikan telah hadir, MC mengarahkan semua peserta membuat lingkaran besar untuk memulai sesi ice breaking. Lalu sesi ice breaking pun dimulai.
MC yang berada di tengah lingkaran mulai menyanyikan lagu “Di sini senang, di sana senang”, lalu semua peserta menghadap ke kanan dan meletakkan kedua tangannya pada punggung orang di depannya. Sembari bernyanyi, semua peserta berjalan kecil dalam bentuk lingkaran besar.
Ketika MC berhenti bernyanyi, tandanya semua peserta harus siap menerima aba-aba untuk membuat kelompok dalam jumlah yang ditentukan MC. Apabila ada yang tidak mendapat kelompok, maka peserta harus bernyanyi di tengah-tengah lingkaran. Suasana pun heboh dengan peserta yang langsung mencari teman dan membentuk kelompok sesuai arahan MC.
Lalu MC mengarahkan semua peserta untuk membuat lingkaran kembali seperti semula dan meminta para adik untuk berkenalan serta mengingat nama 5 kakak Voluntrip, begitupun sebaliknya. Semua peserta mulai berkeliling berkenalan dengan peserta lainnya. Kemudian, MC menunjuk beberapa peserta untuk menyebutkan nama-nama peserta yang telah dikenalnya.
Setelah sesi berkenalan selesai, peserta diminta untuk membuat lingkaran kembali lalu MC mengarahkan membuat kelompok bebas dan dilanjutkan bermain cingciripit dengan teman kelompoknya. Ternyata ada beberapa adik yang jago bermain cingciripit bahkan hafal dengan lagunya loh, hebat!
Suasana Ice Breaking
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Sesi ice breaking pun selesai dan suasana mulai ceria. Beberapa adik-adik yang awalnya masih malu-malu, sudah mulai akrab dengan kakak Voluntrip. Kegiatan selanjutnya adalah pembentukkan kelompok oleh tim TGR untuk bermain pos-to-pos. Jumlah kelompok dibagi menjadi 6 kelompok dengan jumlah masing-masing kelompok adalah 3 adik dan 4 relawan.
Setelah peserta sudah berkumpul dengan kelompoknya masing-masing, MC mengarahkan tiap kelompok untuk menuju ke pos sesuai dengan nomor urutnya masing-masing. Diberikan waktu selama 10 menit untuk bermain dalam 1 pos dan apabila 10 menit pertama telah selesai, maka tiap kelompok bergantian menuju pos selanjutnya secara bergiliran untuk bermain selama 10 menit. Begitu pun terus sampai semua kelompok telah bermain semua pos permainan.
Pos-pos tersebut diantaranya:
Pos 1: Ular Tangga
Pos 2: Gasing
Pos 3: Membebaskan Bola
Pos 4: Damdas
Pos 5: Keprayan
Pos 6: Dampu Bulan

Sesi Bermain Bersama Adik-Adik
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Di pos 1, adik-adik terlihat begitu bersemangat ketika melempar bola. Muka mereka penuh dengan harap agar dadu yang dilempar mengeluarkan jumlah angka paling tertinggi. Akan tetapi, terkadang muka mereka juga dipenuhi kecemasan, takut sampai ke buntut ular yang mengharuskan mereka turun ke angka rendah. Antusias adik-adik untuk menang cukup tinggi, ya.
Pos 2 merupakan waktunya bermain gasing kayu. Ternyata bukan hanya adik-adik yang baru pertama kali bermain gasing ini, tapi ada beberapa kakak relawan yang baru pertama kali bermain juga. Semua peserta cukup heboh ketika gasing mereka saling beradu, berharap gasing merekalah yang paling lama bertahan. Ali, salah satu adik, menceritakan bahwa sebelumnya ia pernah bermain gasing tetapi yang bentuknya sudah modern dan ini pertama kalinya ia bermain gasing jadul.
“Aku pernah main gasing tapi bukan yang kayak gini. Gasing aku dari besi terus bisa nyala, ada lampunya,” Ujar Ali saat diwawancarai tim TGR.
Beralih ke pos 3, terdapat bola-bola dalam keranjang. Para peserta harus membebaskan bola-bola tersebut dengan menggunakan sedotan. Di pos ini, sangat dibutuhkan kerjasama dan penyusunan strategi yang kuat antar tim. Bola yang paling banyak keluar adalah pemenangnya dalam persaingan pos tersebut.
Pos 4 saatnya bermain damdas. Masih banyak peserta yang belum pernah bermain damdas. Setelah dipandu cara bermainnya, beberapa dari mereka ada yang berseru bahwa cara bermainnya seperti main catur.
“oh kalau main catur mah aku sering,” sahut salah satu adik sambil tersenyum lebar seolah-olah sudah menyiapkan strategi bermainnya.
Di pos 5, beberapa peserta juga belum pernah bermain keprayan. Wajah mereka begitu serius saat dijelaskan cara bermainnya oleh tim TGR. Saat mulai bermain, mereka memasang wajah serius agar dapat mengumpulkan banyak tusuk sate tanpa menyentuh tusuk sate lainnya. Yang mengumpulkan banyak tusuk sate, ialah tim pemenangnya.
Lanjut ke pos 6, beberapa adik-adik ada yang sudah pernah bermain dampu bulan sebelumnya. Namun, ada beberapa kakak relawan yang lupa cara bermainnya. Sehingga momen ini merupakan ajang yang pas untuk mengenalkan serta mengingat kembali permainan-permainan jadul.
Setelah semua kelompok telah memainkan seluruh permainan di tiap pos, waktunya beristirahat sejenak. Kotak snack mulai dibagikan oleh tim TGR kepada seluruh peserta. Para peserta memakan snack sambil berbincang ringan dengan teman kelompoknya.
Waktu memakan snack berlangsung selama 30 menit. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan kuis. Adik-adik yang berani menjawab akan diberikan hadiah oleh tim TGR berupa puzzle, lego bricks, dan gasing. Di sesi ini, para adik dilatih keberaniannya untuk maju ke depan dan menjawab kuis. Tak perlu takut salah karena tim TGR akan selalu memberikan kesempatan untuk memikirkan kembali jawaban yang benar. Yang paling penting dari momen ini adalah “berani.”
Suasana Selama Sesi Kuis
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Selanjutnya, seluruh kakak relawan dan tim TGR mulai berbaris sambil membawa bingkisan dan kotak makan siang untuk dibagikan kepada semua adik-adik. Satu per satu adik maju ke depan dengan senyum lebar. Suasana terasa hangat karena semua saling mengucapkan terima kasih dan berbagi senyum.
Setelah semua bingkisan dan makan siang dibagikan, tibalah saatnya menutup rangkaian kegiatan hari itu. Sebelum pulang, seluruh peserta diajak berkumpul kembali dan menyanyikan lagu "Sayonara" bersama-sama. Semua bernyanyi sambil melambaikan tangan ke kanan dan kiri. Walaupun lagunya menandakan perpisahan, suasananya justru dipenuhi tawa dan keceriaan. Rasanya, tidak ada yang benar-benar ingin acara ini cepat berakhir.
Berpamitan dengan Adik-Adik
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Tak terasa, hampir empat jam kebersamaan akhirnya harus ditutup. Sebelum berpamitan, seluruh peserta mengabadikan momen dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Semoga kegiatan kali ini tidak hanya menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga membuat adik-adik semakin mengenal dan mencintai permainan tradisional Indonesia.
Nah, untuk Sobat TGR yang ingin berkolaborasi dengan kami, mulai dari menjadi pengisi acara, tenant hingga narasumber, hubungi kami dengan klik tautan ini ya!
Yuk, ikuti terus keseruan kegiatan TGR lainnya! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (TSN)
Writer : Tsania
Editor : Samuel Wangsa
Graphic Designer : Nurul
QC/Publisher : Samuel Wangsa