Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Main Bareng, Lestarikan Betawi: Ini Dia 7 Permainan Tradisionalnya

Minggu, 18 Oktober 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 20 Kali

Halo, Sobat TGR! Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan beragam warisan budaya. Salah satunya adalah permainan tradisional yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari budaya yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan. 

Permainan tradisional tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat serta diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap daerah memiliki permainan dengan ciri khasnya masing-masing, termasuk Betawi.

Permainan tradisional Betawi tumbuh dan berkembang di Jakarta. Sebagai daerah yang menjadi tempat bertemunya berbagai kelompok masyarakat dan budaya, Jakarta turut membentuk kekayaan budaya Betawi, termasuk ragam permainan tradisionalnya (Ningsih, 2023).

Nah, kira-kira Sobat TGR sudah tahu belum apa saja permainan tradisional Betawi? Kalau belum, yuk kenalan dengan tujuh permainan tradisional Betawi berikut ini! 

Galasin

(Christianto, 2022)

Galasin atau disebut juga gobak sodor merupakan salah satu permainan tradisional Betawi yang dimainkan oleh 2 (dua) grup dengan masing-masing grup beranggotakan 3 – 8 orang. Cara memainkan permainan ini adalah menentukan dahulu grup yang menjadi penjaga dan penyerang.

Grup penjaga akan berdiri pada garis yang ditentukan dan bertugas untuk menghadang grup penyerang agar tidak dapat lolos ke garis terakhir. Sedangkan grup penyerang harus berusaha untuk melewati para penjaga garis agar lolos hingga garis terakhir.

Grup penyerang dinyatakan menang jika semua orang berhasil lolos hingga ke garis terakhir. Namun apabila terdapat 1 (satu) orang pemain dari grup penyerang yang terkena oleh grup penjaga, maka permainan akan berhenti dan kedua grup akan bertukar posisi (Rizky, Sabil, Syaepi, & Ramadani, 2022).

Uler-Uleran

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Uler-uleran atau wak wak gung merupakan salah satu permainan tradisional Betawi yang membutuhkan banyak pemain. Cara memainkannya yaitu dengan melakukan hompimpa terlebih dahulu untuk menentukan 2 (dua) orang sebagai ”kepala ular”  yang membentuk terowongan. Sedangkan, pemain lainnya akan menjadi ”ular”.

Pemain yang menjadi ”ular” akan berbaris ke belakang dengan masing-masing tangan memegang pundak teman yang ada di depannya. ”Ular” tersebut akan berjalan melewati terowongan sambil menyanyikan lagu ”ular naga panjangnya bukan kepalang. Menjalar-jalar selalu kian kemari. Umpan yang lezat itulah yang dicari. Ini dianya yang terbelakang”.

Saat lagu berhenti, pemain yang terjebak di terowongan akan diminta untuk memilih salah satu kubu ”kepala ular” tersebut. Permainan diakhiri dengan masing-masing kubu ”kepala ular” saling mengincar tawanan kubu lain. Apabila salah satu kubu ”kepala ular” memiliki jumlah tawanan paling banyak, maka kubu tersebutlah yang menang (Rizky, Sabil, Syaepi, & Ramadani, 2022).

Gundu/Kelereng

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Berbeda dengan permainan sebelumnya, permainan tradisional ini dimainkan dengan menggunakan bola kecil yang terbuat dari tanah liat, marmer, atau kaca. Permainan gundu memiliki berbagai variasi cara bermain, seperti salah satunya yaitu main tombok.

Cara bermainnya yaitu setiap pemain meletakkan 1 (satu) gundunya di lingkaran berdiameter 7 cm terlebih dahulu. Lalu, setiap pemain akan menyentil gundu lain yang dimilikinya ke arah lingkaran hingga mengenai gundu lawan. Apabila gundu yang disentil pemain tersebut mengenai gundu lawan, maka gundu lawan menjadi gundu miliknya (Rizky, Sabil, Syaepi, & Ramadani, 2022).

Fun fact, gundu ini ada berbagai ukuran, mulai dari besar hingga yang kecil. Namun, gundu yang berukuran kecil biasanya lebih sering digunakan dalam permainan. Nah, kira-kira variasi permainan gundu di daerah kalian gimana?

Tok Kadal Dua Batu

(Difanews, 2020)

Permainan tradisional Betawi berikutnya adalah Tok Kadal Dua Batu atau Kalawadi. Permainan ini dimainkan secara grup dengan menggunakan kayu kecil dengan panjang kurang lebih 40 cm dan diameter 2,5-3 cm sebagai alat pemukul (penggetok), serta kayu berukuran kurang lebih 10 cm yang akan digunakan sebagai simbol kadal (Rizky, Sabil, Syaepi, & Ramadani, 2022).

Cara memainkannya yaitu dengan terlebih dahulu membentuk grup pemain dan penjaga, serta lubang berukuran 5 (lima) cm atau menggunakan 2 (dua) buah batu bata yang diletakkan sejajar dengan jarak 5 (lima) cm. Grup pemain adalah grup yang akan memukul kayu kecil hingga melompat sangat jauh, sedangkan grup penjaga akan berusaha menangkap kayu kecil tersebut. Kedua grup akan bertukar posisi apabila grup penjaga berhasil menangkap kayu kecil tersebut (Mufidah, 2014).

Fun fact-nya, permainan ini ternyata dibentuk karena kekagetan anak-anak pada zaman dahulu yang melihat seekor kadal. Mereka yang kaget memukul kadal itu hingga kadalnya melompat tinggi. Dari situlah, permainan ini ada dan dimainkan hingga sekarang.

Tuk Tuk Ubi

(Lembaga Kebudayaan Betawi, 2020)

Permainan Tuk Tuk Ubi merupakan permainan tradisional Betawi yang dimainkan oleh minimal 4 (empat) orang, di mana salah satunya bertugas menjadi nenek gerandong atau emak. Sedangkan, pemain lainnya akan menjadi ubi yang akan ditarik oleh nenek gerandong atau emak tersebut,

Cara memainkan permainan ini adalah melakukan hompimpa terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang akan menjadi nenek gerandong atau emak. Pemain lain yang menjadi ”ubi” akan duduk berbanjar ke belakang saling memeluk pinggang, di mana pemain yang duduk paling depan akan memegang tiang atau pohon.

Nenek gerandong atau emak akan berusaha menarik ”ubi” hingga ada pemain yang berhasil terlepas dari pegangannya. Pemain yang berhasil terlepas dari pegangannya akan membantu nenek gerandong atau emak untuk menarik ”ubi” lainnya. Permainan akan berakhir apabila ”ubi” berhasil diambil semua oleh nenek gerandong atau emak (Rizky, Sabil, Syaepi, & Ramadani, 2022).

Tepok Nyamuk

(Tetum Bunaya, 2020)

Permainan tradisional Betawi berikutnya yang biasa dimainkan di lapangan terbuka dan melibatkan banyak pemain adalah Tepok Nyamuk. Untuk memainkannya, Sobat TGR tidak membutuhkan alat khusus, tetapi cukup menyiapkan diri dan area bermain yang memadai.

Cara memainkan permainan ini adalah dengan melakukan hompimpa terlebih dahulu untuk menentukan 2 (dua) pemain yang bertugas menjadi penjaga dan pemain lainnya menjadi ”nyamuk”. Pemain penjaga yang terpilih akan duduk berhadapan dengan jarak ± 1 (satu) meter. Tugas dari pemain penjaga ini adalah menghalangi ”nyamuk” agar tidak dapat melewati para penjaga.

Sedangkan, ”nyamuk” bertugas untuk berusaha melewati ”tepokan” dari pemain penjaga dengan gerakan-gerakan yang unik seperti seekor nyamuk. Apabila ”nyamuk” terkena ”tepokan” pemain penjaga, maka ”nyamuk” tersebut kalah dan menggantikan posisi dari pemain penjaga (Wahyu, 2024).

Cici Putri

(Disbuddki. 2025)

Permainan terakhir yang mungkin Sobat TGR jarang ketahui adalah Cici Putri. Cici Putri adalah permainan tradisional Betawi yang dimainkan oleh 3 – 6 orang. Permainan dimulai dari hompimpa untuk menentukan pemain yang menjadi pemimpin permainan (Wahyu, 2023).

Selanjutnya, para pemain meletakkan salah satu tangannya di lantai. Pemain yang menjadi pemimpin akan memimpin permainan dengan menunjuk masing-masing tangan pemain lainnya sambil menyanyikan lagu, seperti ”Cici putri. Putrinya ganggung cilili cilegung. Kamu minta kembang apa”. Pemain yang tangannya ditunjuk ketika lagu berhenti harus menyebutkan nama kembang yang diminta dan permainan akan dilanjutkan dengan menunjuk tangan pemain lainnya sambil menyanyikan lagu yang menjadi jawaban dari lagu sebelumnya, seperti ” Manone, manone si Azka minta kembang mawar. Pulang-pulang bapaknya bawa roti tawar” (Disbuddki. 2025).

Fun fact-nya, anak-anak yang memainkan permainan ini dilatih untuk kreatif dalam membuat syair pantun. Karena kalau Sobat TGR bisa lihat di lirik lagu kedua, lirik tersebut merupakan lirik yang seperti pantun dengan kata terakhir di masing-masing kalimat memiliki akhiran yang sama yaitu ”ar”. Menarik sekali, kan!

Jadi, itu dia 7 (tujuh) permainan tradisional Betawi yang dapat Sobat TGR coba mainkan dengan teman-teman. Permainan-permainan tersebut ada yang tidak asing dan masih sering untuk dimainkan, namun masih ada yang asing dan jarang untuk dimainkan. Kalau Sobat TGR sendiri, permainan mana nih yang masih sering dimainkan bersama teman-teman? Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!

Writer: Ayu Cristhine Novianti
Editor: Correy Ananta
Desain Grafis : Dinda

Referensi

Christianto. (2022, November 11). Permainan Tradisional A’Longga dan Galasin di HJG Ke-702. Retrieved from Radio Republik Indonesia: https://rri.co.id/makassar/regional/84879/privacy.html. 

Difanews. (2020, September 3). Tok Kadal, Permainan Bocah yang Makin Jarang Dimainkan. Retrieved from Difanews.com: https://difanews.com/tok-kadal-permainan-bocah-yang-makin-jarang-ditemukan/. 

Disbuddki. (2025, November 24). Kenalan Lagi dengan Permainan Caca Gulali & Cici Putri!. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=mc-_ZySj_aY. 

Lembaga Kebudayaan Betawi. (2020, Juni 25). Tuk Tuk Ubi Permainan Tradisional Betawi. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=5UBMcGsHnUw. 

Mufidah, N. (2014, Juli 17). Tok Kadal. Retrieved from Perpustakaan Digital Budaya Indonesia: https://budaya-indonesia.org/Tok-Kadal-Lubang.

Ningsih, S. (2023). Permainan Tradisional Betawi sebagai Metode Pengembangan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini pada Kelompok B PAUD Al Bunyamur Kemayoran Jakarta Pusat. Jurnal Tunas Aswaja, 42-59.

Rizky, J. D., Sabil, M. I., Syaepi, S. N., & Ramadani, G. (2022). Melestarikan Kembali Permainan Rakyat Tradisional Betawi yang Mulai Tersingkir (oleh Permainan Modern). Jakarta: Kemendikdasme.

Tetum Bunaya. (2020, Agustus 30). Permainan Tepuk Nyamuk. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=NCtYDuY3xz8. 

Wahyu, R. (2023, Agustus 3). Menilik Lebih Jauh Permainan Tradisional Betawi Cici Putri. Retrieved from Seni & Budaya Betawi: https://www.senibudayabetawi.com/7934/menilik-lebih-jauh-permainan-tradisional-betawi-cici-putri.html.

Wahyu, R. (2024, Mei 29). Yuk Bermain Tepok Nyamuk, Permainan Tradisional Betawi yang Sederhana. Retrieved from Seni dan Budaya Betawi: https://www.senibudayabetawi.com/8957/yuk-bermain-tepok-nyamuk.html. 

Komentari Tulisan