Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Keseimbangan Gerak pada Permainan Tradisional Gasing

Senin, 28 Oktober 2019 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 179 Kali

Halo Sobat TGR!

Sobat TGR pasti tahu dong permainan tradisional yang satu ini. Gasing merupakan permainan tradisional terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan tali yang terbuat kulit pohon atau nilon. Permainan ini tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai macam istilah dan beragam bentuk. Masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta menyebutnya gasing atau panggal, sementara di Lampung dinamakan pukang dan di Maluku disebut dengan apiong.

(Dokumentasi TGR Campaign, 2019)

 

Gasing berasal dari kata begasingan yang terbagi atas kata gang dan sing dalam kosakata bahasa Sasak. Kata 'gang' berarti lokasi lahan dan 'sing' artinya suara. Permainan tradisional ini awalnya merupakan permainan masyarakat pesisir Melayu dan dikembangkan dari sebuah permainan yang menggunakan buah Berembang, buah yang banyak tumbuh di tepian pantai. Permainan ini kemudian berkembang dengan menggunakan bahan yang lebih kuat yaitu kayu sebagai replika buah Berembang, kemudian dililit dengan tali pemutarnya pada bagian kepala gasing. Gasing terdiri dari bagian kepala, bagian badan dan bagian kaki atau paksi.

(Dokumentasi TGR Campaign, 2019)

 

Apakah Sobat TGR tahu, apa yang membuat gasing dapat berputar seimbang? Gasing dimainkan dengan cara menarik tali yang terlilit pada pangkal gasing agar dapat berputar terhuyung-huyung untuk beberapa saat hingga interaksi bagian sumbu dengan permukaan tanah membuatnya tegak sehingga menghasilkan efek giroskopik. Efek giroskopik adalah efek yang dihasilkan dari gaya putaran suatu benda dengan kecepatan tertentu agar benda tersebut dapat berdiri seimbang dalam beberapa waktu. Setelah gasing berputar tegak, beberapa saat kemudian momentum sudut dan efek giroskopik lambat laun berkurang hingga akhirnya bagian badan terjatuh secara kasar ke permukaan tanah. Dalam segi fisika dasar, gasing merupakan simbol dari keseimbangan gerak yang menjadikan segala komponen dalam suatu benda harus diperhatikan. Sekecil apapun itu, entah mengenai presisi, bentuk, lingkar, tinggi, maupun berat.

(Dokumentasi TGR Campaign, 2019)

 

Permainan gasing merupakan permainan yang disukai oleh seluruh kalangan dari semua umur sebagai hiburan untuk mengisi waktu. Bagi masyarakat Bali Utara, gasing adalah ekspresi budaya yang kontekstual dan sebagai simbol pengikat persaudaraan. Karena mayoritas mata pencaharian masyarakat daerah Bali Utara adalah bertani, gasing menjadi pilihan bermain untuk mengisi waktu luang pada jeda musim bertani. Sedangkan di bagian Bali daerah pedesaan gunung Batukaru, permainan gasing dilakukan pada musim kemarau ketika panen kopi berlangsung. Sementara, di Kabupaten Kebumen permainan gasing juga dijadikan permainan yang mengisi waktu saat masa paceklik menunggu datangnya hujan untuk menggarap sawah. Bahkan tak jarang permainan yang menanamkan nilai sportivitas ini dijadikan sebagai kompetisi atau turnamen seperti yang sering diadakan di kepulauan Riau.

Apakah sobat TGR pernah mengikuti kompetisi gasing? Pasti seru sekali ya! Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (Krn/ed.SF)

Sobat TGR juga bisa mendapatkan permainan gasing di TGR Store lho!

 

Referensi:

Nilai Strategi Permainan Casing Sebagai Salah Satu Budaya Melayu (Kajian Terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual). Universitas Riau. 

Permainan Tradisional Gasing. Universitas Hamzanwadi. 

https://www.minumkopi.com/merayakan-jeda-musim-bertani-dengan-bermain-gasing/

https://budaya-indonesia.org/BEGASINGAN

Permainan Tradisional Gasing
Komentar
Dyah Kusumawardani - Senin, 28 Oktober 2019

????????????????

Komentari Tulisan