Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Megoak-goakan, Permainan Tradisional Perayaan Nyepi di Bali

Rabu, 16 Desember 2020 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 54 Kali

Halo, Sobat TGR!

Apakah kalian pernah mendengar tentang megoak-goakan? Megoak-goakan merupakan permainan tradisional yang berasal dari daerah Buleleng, Bali. Tahukah Sobat, permainan ini baru saja sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, lho. Keren, ya! Yuk, simak ulasan permainan ini!

Nama megoak-goakan berasal dari kata goak yang berarti gagak. Permainan diperkirakan ada sejak abad ke-17. Pada masa itu, Kerajaan Buleleng berada dalam posisi sulit karena serangan kerajaan Blambangan. Raja Buleleng, Ki Barak Panjisakti, berambisi mengalahkan kerajaan lawan dan menjadikan daerah kekuasaannya sebagai bagian dari Buleleng. Namun, tak disangka peperangan berlangsung sengit sehingga menurunkan semangat para prajurit. Sebagai upaya membangkitkan semangat, Ki Barak Panjisakti mengajak mereka bermain megoak-goakan.

Pada permainan ini, sang raja berperan sebagai goak yang akan memangsa ekor ular. Sementara itu, komandan pasukan berperan sebagai kepala ular dan para prajurit berperan sebagai ekornya. Komandan atau kepala ular bertugas melindungi bawahan atau ekornya dari serangan gagak. Gerakan sang raja saat bermain bagaikan gagak yang mengincar mangsanya dengan gesit, sehingga permainan diakhiri dengan kemenangan Panjisakti. Beliau pun meminta hadiah kemenangan dari komandan dan para prajurit, yaitu kesediaan mereka untuk kembali bertempur dengan semangat. Mereka memenuhi keinginan tersebut dan akhirnya pulang dengan membawa kemenangan.

(Dokumentasi Koran Buleleng, diakses tanggal 8 Desember 2020)

Megoak-goakan terus dimainkan hingga kini dan menjadi bagian dari tradisi perayaan Nyepi setiap tahunnya di Desa Panji, Buleleng. Permainan ini dimainkan pada hari ngembak geni atau sehari setelah pelaksanaan Nyepi. Perayaan diawali dengan prosesi ngaturang piuning atau sembahyang di Pura Pajenengan, dilanjutkan mengelilingi desa sambil diringi gamelan Baleganjur menuju Lapangan Ki Barak Panji. Di tempat itulah warga, terutama pemuda desa, berpartisipasi dalam permainan.

Tradisi bermain megoak-goakan dalam perayaan Nyepi juga dijumpai di Desa Adat Kintamani, Bangli. Namun, alurnya sedikit berbeda, karena mulainya sehari sebelum Nyepi di sebuah tempat yang disebut Kaleng Beten. Perayaan diawali upacara persembahan ayam merah dan dilanjutkan pemberian sesaji berupa sapi yang telah disembelih dan diolah. Upacara ini disebut dengan upacara Muse yang tujuannya memberi persembahan kepada kepada Ratu Dalem yang beristana di Pura Dalem Pingit. Pada tengah malamnya, warga desa menyomia atau menetralisir kekuatan jahat dan energi negatif dari Bhuta Kala. Setelah semua rangkaian tersebut diselesaikan, barulah warga bermain megoak-goakan selama sehari penuh.

 

(Dokumentasi Radar Bali, diakses tanggal 9 Desember 2020)

Kemudian, bagaimana memainkan permainan ini? Megoak-goakan dimainkan secara berkelompok. Pemain dibagi dalam dua regu yang terdiri atas 5 - 11 orang. Masing-masing berperan sebagai goak dan mangsanya. Pemain yang menjadi ekor berjajar di belakang pemimpin. Kemudian, keduanya harus saling menangkap ekor goak atau pemain yang berada di baris paling belakang kelompok mangsa. Pemenangnya adalah kelompok yang pertama kali menangkap ekor lawan.

Bermain megoak-goakan bermanfaat melatih ketangkasan, lho Sobat. Sebab, masing-masing pemain harus bisa lincah menghindari kejaran lawan. Selain itu, permainan ini juga mengasah kemampuan kepemimpinan dan hubungan kerjasama pemimpin-bawahan. Kepala goak atau pemimpin harus bertanggung jawab melindungi anggotanya, sedangkan ekor atau bawahan harus setia dan mempercayai pemimpin mereka.

Wah, ternyata ada manfaat dan nilai budaya yang sakral, ya! Sobat bisa memainkan ini untuk seru-seruan bersama teman teman. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (Krn&Cdr/ed. SF)

 

Referensi

___. [tanpa tahun]. Tradisi Megoak-goakan Buleleng. Bali Tours Clubhttps://www.balitoursclub.net/tradisi-megoak-goakan-buleleng/. Diakses tanggal 7 Desember 2020

___. (2019). Rangkaian Nyepi Desa, Warga Kintamani Megoak-goakan.  Bali Expresshttps://baliexpress.jawapos.com/read/2019/02/27/121912/rangkaian-nyepi-desa-warga-kintamani-megoak-goakan. Diakses tanggal 7 Desember 2020

___. [tanpa tahun]. Tradisi Megoak-goakan Buleleng, Permainan Tradisional Unik dari Bali yang Seru. Kintamani IDhttps://www.kintamani.id/tradisi-megoak-goakan-buleleng-permainan-tradisional-unik-dari-bali-yang-seru-006101.html. Diakses tanggal 8 Desember 2020 

___. [tanpa tahun]. Megoak-goakan, The Historical Game from Buleleng. Visit Balihttps://visitbali.id/property/megoak-goakan-the-historical-game-from-buleleng. Diakses 9 Desember 2020

___. (2020). Ditetapkan Jadi WBTB, Buleleng Rancang Megoak-Goakan Kolosal. Radar Balihttps://radarbali.jawapos.com/read/2020/12/13/230021/ditetapkan-jadi-wbtb-buleleng-rancang-megoak-goakan-kolosal. Diakses 9 Desember 2020

 

Komentari Tulisan