Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Relawan TGR: Sinergi dan Komitmen Anak Muda Lestarikan Budaya Bangsa

Rabu, 24 Juni 2020 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 37 Kali

Traditional Games Returns (TGR), sebuah komunitas sosial budaya yang berupaya melestarikan permainan tradisional di tengah gempuran gawai. Komunitas yang dibangun bersama para relawan muda yang tak lelah berdedikasi untuk belajar sekaligus bermain bersama. Profil relawan kami berasal dari latar belakang yang bermacam-macam, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, pegawai kantoran, hingga ibu rumah tangga, berbaur menjadi satu dengan visi yang sama. Kami bertumbuh dan berkembang bersama sejak tahun 2016, tahun demi tahun dilewati dengan penuh tantangan.

 

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Merekalah relawan ikhlas yang tak sedikit pun mengharap imbalan.
Merekalah relawan setia yang rela meluangkan dan membagi waktu untuk kebersamaan kami.
Merekalah relawan luar biasa yang melipat jarak untuk bermain bersama, tak peduli seberapa pun jauhnya.
Merekalah relawan penyebar semangat yang selalu menguatkan satu sama lain.
Merekalah relawan penyabar yang selalu mendampingi anak-anak bermain.
Merekalah, pahlawan yang sesungguhnya.

 

Seringkali kata relawan dianggap sepele oleh sebagian orang, karena stigma "tidak mendapat bayaran atau gaji" yang menjadikan seseorang enggan bergabung. Tetapi, tidak sedikit juga orang yang justru berpikiran lebih luas tentang arti relawan sesungguhnya. Bagi mereka, menjadi relawan adalah sebuah proses untuk menjadi dewasa, belajar bertanggung jawab dan belajar untuk beranjak ke tahap yang lebih profesional. Di tengah-tengah kami juga hadir beberapa relawan profesional seperti psikolog, desainer grafis dan guru. Mereka justru menikmati menjadi relawan di tengah kesibukannya sebagai pekerja profesional, karena bagi mereka waktu bermain tradisional bersama anak-anak adalah momen yang berharga dan tidak terlupakan.

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Upaya kami memang perlu ditingkatkan, kami pun harus terus belajar untuk menjadi relawan fasilitator yang lebih mumpuni. Di sinilah proses kami belajar dimulai, dengan berbagi pengalaman dan perspektif dari para relawan TGR yang berbeda latar belakang. Kami juga tak lelah mengajak semua orang untuk terlibat dalam upaya pelestarian permainan tradisional di mana pun berada. Relawan kami tersebar di beberapa daerah di Indonesia, bahkan tak sedikit dari mereka yang membuat cabang TGR di daerahnya untuk belajar membangun komunitas permainan anak.

 

Melalui tulisan ini kami juga bermaksud mengajak seluruh pembaca untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kerelawanan. Karena setiap orang memiliki potensi berbeda yang pasti akan memberi pengaruh baik di tengah komunitas yang baik pula. Bantulah komunitas atau organisasi semampu kalian dengan semaksimal mungkin, belajarlah dan ikhlaslah karena dengan itu kalian akan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama.

 

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

"Relawan tak dibayar bukan karena tak bernilai, tapi karena ia tak ternilai",

H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D.

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (AW/ed.SF)

Tim Dan Relawan Tgr
Komentari Tulisan