Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Orang Dewasa Bermain Permainan Tradisional? Siapa Takut!

Minggu, 12 Juli 2020 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 35 Kali

Hai Sobat TGR!

Di lingkungan sekitar, kita mungkin beberapa kali melihat anak-anak yang bermain lompat tali, dampu/engklek atau layang-layang bersama teman-teman sebaya. Ekspresi riang mereka kadangkala membuat kita merasa rindu dengan masa kecil. Dulu mungkin kita juga sering mainkan permainan-permainan tersebut, tetapi dengan kesibukan kuliah atau pekerjaan, sekarang kita jarang sekali memainkannya. Ditambah lagi, kita juga sering menemukan orang dewasa yang merasa kalau permainan tradisional adalah permainan yang kuno dan kekanak-kanakan. Tapi benarkah begitu?

  

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Permainan Tradisional bagi Orang Dewasa

Pada orang dewasa, permainan tradisional dan kegiatan-kegiatan lain yang bersinggungan dengan masa kecil seringkali dianggap sebagai nostalgia, inilah yang kadang membuat permainan tradisional terasa kuno. Seiring perkembangan zaman, orang dewasa cenderung disibukkan dengan kegiatan yang sifatnya serba teknologi, seperti membalas surel (surat elektronik) atau pesan-pesan di jejaring sosial yang tidak ada habisnya.

Hal ini seringkali menimbulkan kerinduan terhadap kebiasaan di masa kecil. Sebab, mengingat kegiatan tradisional yang pernah kita lakukan akan meningkatkan rasa keterhubungan sosial, salah satu perasaan yang sulit didapatkan dengan memainkan gawai/gadget. Memicu nostalgia lumrah dilakukan bahkan merupakan sumber daya penting untuk menjaga dan mempromosikan kesehatan psikologis (Rouledge, et.al, 2013).

   

(Dokumentasi TGR Community, 2019 & 2020)

 

Jadi, bagaimana memulainya?

Untuk mengingat kembali pengalaman manis di masa kecil, tidak ada salahnya untuk  menghubungi teman-teman lama. Bertanyalah tentang kabar mereka dan apabila memiliki waktu senggang, cobalah untuk bermain permainan tradisional yang ringan seperti congklak, ular tangga, bekel atau bahkan mencoba permainan papan seperti damdas atau Surakarta. Cara lain yang bisa dilakukan oleh Sobat TGR yag sudah memiliki keluarga adalah bermain permainan tradisional bersama anak ataupun sanak saudara. Hal ini tentunya akan menghidupkan nostalgia yang meghilangkan kejenuhan bergawai.

Jadi, tunggu apa lagi? Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah! (Jsk/ed.SF)

 

Referensi:

Routledge, C., Wildschut, T., Sedikides, C., & Juhl, J. (2013). Nostalgia as a resource for psychological health and well‐being. Social and Personality Psychology Compass7(11), 808-818.

Permainan Tradisional Orang Dewasa
Komentari Tulisan