Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Bijak Menggunakan Gawai untuk Kesehatan Mental Anak

Rabu, 03 Februari 2021 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 247 Kali

Halo Ayah dan Bunda!

Saat ini, kita sering menggunakan gawai dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Perangkat canggih ini diciptakan dengan berbagai aplikasi yang dapat menyajikan berbagai berita, jejaring sosial, hobi, bahkan hiburan. Selain itu, gawai juga digunakan sebagai media komunikasi modern yang mempermudah kegiatan berkomunikasi.

Hadirnya gawai dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif. Sisi positifnya, kita  mendapatkan informasi terbaru dengan cepat, mempermudah interaksi dengan kawan tanpa batasan waktu dan jarak, serta menjadi sarana rekreasi. Namun, terdapat pula beberapa sisi negatif, seperti kurang konsentrasi, minim bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, kurangnya motivasi dalam bekerja maupun belajar, sulit menyaring informasi dan malas beraktifitas karena terlalu fokus dengan gawai (Marchira, 2018).

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Dampak positif maupun negatif tersebut dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Hal tersebut dapat terjadi secara optimal bila anak mengeksplorasi dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitarnya. Umumnya, anak-anak senang dengan hal-hal baru, salah satunya melalui aktivitas bermain. Tidak jarang pula anak bermain dan memuaskan rasa penasaran mereka melalui gawai, sebab gawai merupakan hal yang menarik bagi mereka. Ditambah dengan adanya aplikasi permainan daring, sehingga kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu seharian untuk bermain gawai. 

Padahal, pada usia anak, mereka seharusnya bermain dan berbaur dengan teman sebaya. Beberapa orang tua memilih untuk memberikan gawai kepada anak supaya tidak mengganggu aktivitas mereka. Tetapi, tanpa disadari, hal tersebut memicu anak menjadi kecanduan gawai (Hidayah, 2019).

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Menurut jurnal Preventive Medicine Reports di Amerika Serikat, kecanduan gawai dapat meningkatkan risiko kecemasan dan depresi pada penggunanya. Mereka yang berusia 14-17 tahun lebih rentan mendapatkan dampak negatif tersebut. Sedangkan anak berusia 11-13 tahun, yang menghabiskan sekitar satu jam dalam sehari di depan layar gadget, rentan kehilangan rasa ingin tahu tentang hal-hal baru di lingkungannya. Dampak negatif ini jauh lebih berbahaya untuk anak-anak yang menghabiskan waktunya dengan gawai lebih dari 7 (tujuh) jam dalam sehari (Iraqhia, 2019). 

Berdasarkan penelitian Marchira (2018), akibat kecanduan gawai dapat memengaruhi kesehatan mental pada anak, di antaranya:

  1. Anak terhubung dengan cyber bullying;
  2. Adiksi terhadap transaksi daring, permainan daring dan media sosial;
  3. Gejala insomnia, mulai dari sulit tidur hingga akibatnya kualitas tidur menjadi buruk, mudah cemas, hingga sesak napas dan mual;
  4. Depresi, mudah putus asa, rendah diri, tidak merasa berharga;
  5. Gangguan psikotik, di mana anak mengidentikkan diri dengan tokoh maya/tokoh idolanya, hingga mengalami delusi dan halusinasi.

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Sebagai orang tua yang bijak, kita patut memperhatikan dampak-dampak tersebut supaya tidak berakibat fatal pada kesehatan mental anak. Terdapat dua hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kecanduan gawai pada anak 

1. Menetapkan batasan waktu menggunakan gawai

Menurut Akademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada, anak berumur 0-2 tahun sebaiknya tidak boleh terpapar gawai sama sekali, sedangkan anak berusia 3-5 tahun dibatasi penggunaan gawai hanya satu jam per hari dan anak usia 6-18 tahun dibatasi dua jam perhari (Handayani, 2019)

2. Memotivasi anak untuk bermain di luar dan memainkan permainan tradisional

Permainan tradisional dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kepekaan seorang anak. Kepercayaan diri dan kepekaan anak sangat penting untuk kesehatan mental dan tumbuh kembangnya. Sebab, permainan tradisional melatih komunikasi, sosialisasi, kerja sama, gerak fisik dan motorik anak (Papadopoulos, 2013). 

Permainan tradisional dapat meningkatkan keterampilan serta motivasi dalam mengelola kesabaran (Saputra & Ekawati, 2017). Permainan tradisional dapat lebih bermakna bagi anak apabila dimainkan bersama orang tuanya, karena anak menjadi bersemangat dan merasa lebih dekat dengan orang tua (Ilham & Siregar, 2019).

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mendampingi proses tumbuh kembang anak. Aspek tersebut menjadi optimal apabila anak dilatih supaya bijak menggunakan gawai. Selain itu, orang tua dapat menyeimbangkan porsi kegiatan bersama anak seperti bermain permainan tradisional bersama keluarga. Jadi, tunggu apa lagi? Lupakan Gadgetmu, Ayo Main Di Rumah! (Hd/ed.Jsk&SF)

 

REFERENSI

Handayani. Halodoc. (2019). Si Kecil Kecanduan Gadget, Ini Dampaknya pada Kesehatan. https://www.halodoc.com/artikel/si-kecil-kecanduan-gadget-ini-dampaknya

Hidayah, F. (2019). Analisa penggunaan gadget terhadap kesehatan mental anak usia dini. Conference Upgris, 119-126. Semarang: Universitas PGRI Semarang.

Iraqhia, T. (2019). Awas, ini dampak negatif gadget bagi kesehatan mental anak. theAsianParent. https://id.theasianparent.com/dampak-negatif-gadget-bagi-kesehatan Diakses tanggal 15 Oktober 2020. 

Marchira, C. R. (2018). Pengaruh Gadget Terhadap Kesehatan Mental. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Papadopoulos, D. L. (2013). Physical Activity and Body Image in Children. United States: Make Time 2 Play.

Saputra, N. E., & Ekawati, Y. N. (2017). Permainan tradisional sebagai upaya meningkatkan kemampuan dasar anak. Jurnal Psikologi Jambi, 2(2), 48. 

Siregar, N. R., & Ilham, M. (2019). Traditional Game As a Way For Healthy in Bajo's Children. KnE Life Sciences.

Tgr Parenting Kesehatan Mental Kesehatan Mental Anak Kecanduan Gawai
Komentari Tulisan