Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Gobag Sodor, Penjaga atau Penyerang?

Rabu, 23 Desember 2020 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 69 Kali

Hai Sobat TGR!

Siapa yang suka bermain gobag sodor? Gobag sodor ini merupakan permainan tradisional asli Indonesia, lho! Menurut Ariyanti (2014), gobag sodor didefinisikan sebagai permainan yang dilakukan pada arena yang dibuat menggunakan kapur berbentuk bujur sangkar. Pada permainan ini, dibutuhkan dua kelompok dengan masing-masing terdiri atas 3-5 orang. Satu kelompok bermain sebagai penjaga dan kelompok lawannya sebagai penyerang, secara bergantian setiap anggota kelompok pemain akan berusaha mencapai garis belakang arena dan anggota kelompok penjaga akan mencegahnya. Jika salah seorang anggota tim penyerang tersentuh penjaga, maka kedua kelompok berganti peran sebagai penyerang dan penjaga.

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Banyak spekulasi dari asal permainan gobag sodor. Beberapa referensi menyebutkan bahwa  permainan ini berasal dari Yogyakarta. Namanya sendiri memiliki arti lain, yaitu gobag yang bermakna bebas dan sodor yang bermakna tombak. Sodor ini, merupakan tombak yang panjangnya sekitar 2 meter, tanpa mata tombak yang tajam di ujungnya. Dulunya, permainan ini dilakukan oleh para prajurit untuk melatih keterampilan berperang. 

Nah, ada berbagai sebutan gobag sodor dari berbagai daerah di Indonesia. Di Kepulauan Riau dikenal dengan nama galah panjang, sementara Kepulauan Natuna dikenal dengan nama galah. Di daerah Riau Daratan permainan ini dikenal dengan nama cak bur atau main belon. Sedangkan di Jawa Barat, nama permainan ini adalah galah asin atau galasin dan di Makassar permainan dinamai asing.

 

Lalu, bagaimana cara bermain gobak sodor?

  1. Bagi dua kelompok. Tiap kelompok ada 3-5 orang;
  2. Tentukan siapa yang menjaga dan siapa yang bermain;
  3. Buat garis bujur sangkar dengan menggunakan kapur/batu bata (Sobat dapat juga menggunakan garis tepi lapangan voli jika memadai).
  4. Kelompok penjaga hanya dapat berdiri di garis yang sudah dibuat sambil merentangkan kedua tangannya;
  5. Kelompok penyerang harus melalui kelompok penjaga dari tempat awal hingga kembali lagi ke tempat awal tersebut tanpa melebihi garis yang sudah dibuat;
  6. Jika berhasil melalui maka kelompok penyerang yang menjadi pemenangnya;
  7. Sebaliknya, jika kelompok penjaga mampu menghadang kelompok penyerang, kelompok penjaga akan keluar sebagai pemenangnya.

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Permainan ini juga memiliki beberapa peraturan, seperti:

  1. Setiap kaki pemain dari kelompok penjaga diharuskan untuk selalu bergerak di sepanjang garis melintang yang sudah digambar;
  2. Hanya penjaga garis melintang pertamalah yang boleh melewati garis sodor;
  3. Masing-masing pemain kelompok penyerang harus berusaha melewati semua garis melintang sejak garis awal.  Meski hanya satu pemain saja yang kembali lagi ke pangkalan tanpa tersentuh kelompok penjaga, maka kelompok penyerang menang;
  4. Bila pemain kelompok penjaga bisa menyentuh salah satu pemain kelompok penyerang, maka kelompok penjaga menang. Lalu kelompok penjaga berganti menjadi kelompok penyerang. Begitu seterusnya;
  5. Jika satu petak terisi dua atau lebih pemain maka kelompok penyerang kalah dan berganti jadi kelompok penjaga (Rahayu, 2015).

Permainan Gobag Sodor juga memiliki beberapa manfaat, seperti :

  • Melatih kerja sama kelompok;
  • Melatih diri untuk disiplin mematuhi aturan;
  • Melatih diri agar tidak mudah terpancing emosi;
  • Melatih diri untuk melalui berbagai rintangan;
  • Melatih untuk berpikir kreatif;
  • Melatih untuk peduli terhadap orang lain;
  • Membuat fisik lebih sehat.

Permainan gobag sodor ini termasuk sederhana dan tidak membutuhkan banyak peralatan. Selain memiliki manfaat tersebut, bermain gobag sodor juga bermanfaat sebagaisalah satu cara pelestarian permainan tradisional Indonesia. Sobat TGR bisa lho mengajak teman, adik atau saudara memainkan permainan ini! Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (Chu/ed.Jsk&SF)

 

Referensi

Ayun, R. Q. (2020). Gobak Sodor. Diambil kembali dari Tribunnews Wiki: https://www.tribunnewswiki.com/2020/03/01/gobak-sodor. Diakses tanggal 17 Desember 2020.

Ekayati, I. A. S. (2015). Pengaruh permainan tradisional gobak sodor terhadap kecerdasan intrapersonal dan interpersonal pada anak usia dini. Jurnal Didaktika 13 (3), 1-10.

Gischa, Serafina. (2020). Permainan Galasin atau Gobak Sodor. Diambil kembali dari Kompas: https://www.kompas.com/skola/read/2020/06/12/162241969/permainan-galasin-atau-gobak-sodor. Diakses tanggal 17 Desember 2020.

Rudin, A. A. (2017). Pembelajaran Sikap Sosial Melalui Permainan Tradisional Gobak Sodor Pada Siswa Kelas B di Tk Pancasila Kec. Ambarawa Kab. Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017. Diunduh dari iainsalatiga.ac.id, diakses tanggal 18 Desember 2020.

Gobag Sodor Permainan Tradisional Asal Usul
Komentari Tulisan