Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Makna dan Nilai-nilai Tersirat dalam Permainan Tradisional

Rabu, 26 Mei 2021 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 58 Kali

Halo Sobat TGR! Seperti yang Kalian ketahui, eksistensi permainan tradisional yang ada cukup lama berada dalam masyarakat. Menurut Zaini dalam wawancaranya dengan CNN Indonesia (2018) menyebutkan jika permainan tradisional telah muncul sejak abad ke-15. Sebagian besar permainan tradisional yang diciptakan oleh para leluhur kita ini memiliki nilai filosofis. Apakah Sobat TGR tertarik mengetahui filosofi dari permainan tradisional? Berikut tiga permainan tradisional dengan nilai filosofisnya, yuk disimak!

 

  • Cublak-cublak Suweng

Permainan satu ini sangat populer di kalangan masyarakat Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan sekitarnya. Anak-anak umumnya memainkan permainan ini dengan menyanyikan lagu pengiring. Lagu ini konon diciptakan oleh Sunan Giri ketika beliau sedang aktif menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Apa Sobat TGR tahu lagu cublak-cublak suweng?

Cublak-cublek suweng, suwenge ting gelenter, 

Mambu ketundung gudel, Pak Empo lirak-lirik, 

Sapa guyu ndhelikake, 

Sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong.

Begitulah lirik lagu pengiring yang dinyanyikan ketika bermain cublak-cublak suweng. Lagu tersebut rupanya tidak hanya sekadar sebagai pengiring permainan, tetapi juga memiliki makna filosofis. Cublak-cublak suweng sendiri berarti tempat harta yang berharga. Makna yang terkandung dalam lagu ini yakni dalam kehidupan, manusia akan selalu berusaha mencari harga berharga, bahkan dengan nafsu dan keserakahan.

Manusia-manusia yang serakah hanya akan mendapatkan kehampaan karena hanya memperoleh harta yang “tak sesungguhnya”, sedangkan harta berharga yang sebenarnya akan ditemukan oleh orang-orang yang bijaksana. Pesan yang disampaikan dalam lagu cublak-cublak suweng ini adalah jika manusia ingin mendapatkan harta yang berharga, hati yang murni dan mulia adalah kuncinya. Menarik, kan? 

 

  • Gobak Sodor

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Siapa di antara Sobat TGR yang suka memainkan permainan ini? Permainan Gobak Sodor ini memiliki beragam nama yang berbeda di tiap daerah. Permainan ini dimulai dengan membentuk dua tim. Salah satu tim akan menjadi penjaga, sedangkan tim lain harus melewati garis yang dijaga oleh tim penjaga. Di daerah kalian, permainan ini disebut sebagai apa? Tulis di kolom komentar ya!

Permainan ini rupanya memiliki nilai filosofis lho. Melalui permainan ini, setiap tim akan mengenal kekompakan dan kerja sama untuk meraih satu tujuan bersama, yaitu menjadi pemenang dalam permainan. Baik tim penjaga maupun tim pelari harus bergotong royong serta menyusun strategi yang tepat untuk mengalahkan tim lawan. Nilai filosofis lain yang berkaitan dengan kehidupan manusia dari permainan gobak sodor ini adalah jika ada pintu yang tertutup, maka akan ada pintu yang terbuka. 

 

  • Congklak

Congklak adalah salah satu permainan tradisional yang sangat dikenal oleh masyakarat Indonesia. Permainan ini masih eksis di kalangan masyarakat, meskipun jarang yang memainkannya secara langsung dan lebih sering melalui aplikasi. Congklak umumnya dimainkan oleh dua orang dengan menggunakan media berupa papan congklak dan biji-bijian. Sebelum memulai permainan, setiap ceruk dalam papan akan diisi dengan jumlah biji yang sama. Salah satu pemain bisa memulai memainkan permainan ini dengan mengambil sejumlah biji pada satu ceruk kemudian mengisi ceruk lain pada papan secara berurutan.

(Dokumentasi TGR Community, 2018)

 

Apakah sobat TGR tahu jika jumlah biji dalam ceruk dalam papan congklak mengandung makna? Umumnya, jumlah biji yang diletakkan pada masing-masing ceruk berjumlah tujuh, yang melambangkan jumlah hari dalam seminggu. Selain itu, kegiatan mengisi ceruk dengan biji atau mengambil biji dalam ceruk memiliki makna berupa aksi yang dilakukan oleh seseorang menentukan masa depan dirinya sendiri dan orang lain.

Kegiatan tersebut juga dapat memiliki makna jika dalam hidup memberi atau menerima harus dilakukan untuk menciptakan keseimbangan. Pemenang dalam permainan congklak dapat digambarkan sebagai seseorang yang sukses dalam hidup memiliki strategi yang tepat sehingga mendapatkan hasil paling banyak. Secara tidak langsung, congklak mengajarkan pada kita mengenai arti kehidupan dan bertahan hidup.

 

Permainan tradisional pada dasarnya diciptakan tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga mengandung makna yang dalam. Di antara daftar di atas, permainan mana yang Sobat TGR ketahui? Sobat juga bisa bercerita tentang filosofi permainan lain lho, di kolom komentar! Tunggu apa lagi, Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Rumah! (Nai/ed.Jsk&SF)

 

REFERENSI:

Anonim. (2019). Mari Bermain Congklak, Dolanan yang Sarat Makna!. Dikutip melalui Inibaru.id: https://inibaru.id/tradisinesia/cara-bermain-congklak-dan-filosofi-di-baliknya. Diakses 24 Mei 2021. Diakses 24 Mei 2021.

Anonim. (2019). Kocak, Bocah Ini Keseleo Nyanyi Cublak-Cublak Suweng. Dikutip melalui Harian Jogja: https://hiburan.harianjogja.com/read/2019/07/25/509/1007948/kocak-bocah-ini-keseleo-nyanyi-cublak-cublak-suweng

Ashari, Avisena. (2020). Filosofi Permainan Tradisional dan Contoh Permainan Tradisional Tradisional yang Melatih Kerja Sama dan Juga Sabar. Dikutip melalui Bobo.id: https://bobo.grid.id/read/082251865/filosofi-permainan-tradisional-dan-contoh-permainan-tradisional-yang-melatih-kerja-sama-dan-juga-sabar?page=all. Diakses 24 Mei 2021.

Ayu. (2019). Makna Filosofis di Balik Permainan Tradisional Cublak-cublak Suweng. Dikutip melalui Kumparan: https://kumparan.com/tugujogja/makna-filosofis-di-balik-permainan-tradisional-cublak-cublak-suweng-1sODfFaLMEX/full. Diakses 24 Mei 2021.

Khoiri, A. (2018). Permainan Tradisional, Puncak dari Segala Kebudayaan. Dikutip melalui CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20180817120306-241-323001/permainan-tradisional-puncak-dari-segala-kebudayaan. Diakses 24 Mei 2021.

 

Permainan Tradisional Makna Gobak Sodor Congklak Cublak-cublak Suweng
Komentari Tulisan