Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Peran Orangtua Dalam Mengenalkan Permainan Tradisional pada Anak Usia Dini

Selasa, 26 Januari 2021 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 223 Kali

Halo Ayah dan Bunda!

Fase time for play bagi anak usia dini merupakan masa pertumbuhan membentuk karakter dan kecerdasaan. Sebagai orangtua, Ayah dan Bunda tentu berperan penting untuk memahami potensi yang dimiliki sang buah hati. Pada usia ini, anak mencapai tumbuh kembang yang optimal, baik secara fisik-motorik, sosial-emosional, maupun mentalnya. Stimulasi kemampuan tersebut dapat Ayah dan Bunda lakukan melalui kegiatan bermain.

(Dokumentasi TGR Community, 2018)

 

Melalui bermain, anak belajar untuk mengekspresikan, mengolah, menggunakan emosi dalam pemecahan masalah adaptif. Anak bisa dilatih untuk bekerja sama, mengerti pembicaraan yang menggunakan tujuh kata atau lebih, mengikuti aturan permainan dan mampu mengolah emosinya. Ayah dan Bunda dapat memilih permainan yang cocok bagi anak usia dini dengan memperhatikan berikut ini:

  1. Melatih imajinasi dan kreativitas;
  2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi;
  3. Melatih logika;
  4. Meningkatkan kemampuan mengenal angka dan huruf;
  5. Melatih motorik halus.

(Dokumentasi TGR Community, 2018)

 

Berkaitan dengan seluruh aspek tersebut, permainan tradisional bisa menjadi sarana serta alternatif bagi kita untuk melatih kemampuan yang dibutuhkan anak. Permainan tradisional melibatkan seluruh aspek perkembangan bagi anak, seperti motorik, kognitif, bahasa dan sosial-emosional. Hampir semua permainan tradisional dilakukan secara bersama-sama atau berkelompok, sehingga akan melatih kerja sama. Hal ini juga memberi kesempatan pada anak untuk bersosialisasi, berempati, bergiliran, menaati peraturan, juga solidaritas serta mengatur emosinya sehingga timbul tolerasi dan empati terhadap orang lain. Anak menjadi lebih realistis, bersikap sportif atau memiliki semangat juang untuk meraih kemenangan.

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Berikut hal yang sebaiknya dilakukan Ayah dan Bunda saat bermain dengan anak, yaitu:

  1. Memberi instruksi dengan jelas dan tidak membentak anak;
  2. Menunjukkan rasa antusias saat bermain tetapi tidak lupa untuk tetap mengingatkan aturan dan norma yang berlaku dalam keluarga;
  3. Mengedukasi anak sembari bermain, seperti melalui dongeng, nyanyian atau permainan sederhana;
  4. Menggunakan gaya bicara dan bahasa yang ramah anak agar anak tak segan untuk menurutinya;
  5. Memberi permainan yang bersifat tantangan dan pemecahan masalah dengan tetap memperhatikan kemampuan anak;
  6. Menyajikan permainan yang bersifat kompetitif dengan persaingan secara sportif.

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Kesimpulannya, bermain sangat bermanfaat dalam pembentukan karakter anak usia dini, rentang usia yang penting dalam proses tumbuh kembang serta mengasah potensi pada anak. Peran serta Ayah dan Bunda sangat dibutuhkan dalam proses tersebut. Di samping itu, mengajak dan mengenalkan anak bermain permainan tradisional sekaligus menjadi ‘misi’ Ayah dan Bunda untuk menjaga warisan budaya kita. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah! (Int/ed.SF)

 

REFERENSI

Yani, Ivo. (2017). Stimulasi Perkembangan Anak Melalui Permainan Tradisional Suku Batak Toba. Jurnal Ilmiah VISI PGTK PAUD DIKMAS, 12(2), 89-98.

Anonim. (2020). 12 Pilihan Mainan Edukasi Anak Usia 4-6 Tahun untuk di Rumah. Dikutip dari Rumah: https://www.rumah.com/panduan-properti/12-pilihan-mainan-edukasi-anak-usia-4-6-tahun-untuk-di-rumah-24478.  Diakses 17 Oktober 2020.

Tgr Parenting Anak Usia Dini
Komentari Tulisan