Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Permainan Tradisional Indonesia dengan Media Lagu

Rabu, 14 April 2021 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 383 Kali

Hai Sobat TGR!

Sudah coba permainan apa saja nih selama pandemi? Kali ini TGR akan merekomendasikan lima permainan tradisional dengan media lagu yang cocok dimainkan selama di rumah aja. Ada apa saja ya? Simak yuk!

 

  1. Cublak-Cublak Suweng

"Cublak-cublak suweng 

Suwenge ting gelenter 

Mambu ketundhung gudel 

Pak empong lera lere 

Sapa ngguyu ndhelikkake 

Sir sir pong dhele kopong"

(Dokumentasi TGR Pekalongan, 2021)

 

Permainan tradisional dari Jawa Tengah ini dimainkan dengan diiringi  sebuah lagu. Lirik lagu ini terkesan sederhana namun memiliki makna yang  dalam. Makna lagu ini adalah seseorang yang harus melepaskan diri dari kecintaan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, rendah hati dan tidak merendahkan sesama. Permainan ini diciptakan oleh seorang Wali Sanga yaitu Syekh Maulana  Ainul Yakin atau biasa dikenal dengan Sunan Giri di tahun 1442 Masehi. Awalnya,  lagu ini diciptakan oleh Sunan Giri untuk menyebarkan agama Islam melalui jalur kebudayaan di Indonesia khususnya Pulau Jawa (Ariesta, 2019).

 

  1. Domikado

"Domikado, mikado, eska

Eskado, eskado, dewa dewi

Cip cip,

One, two, three, four, five

Six, seven, eight, nine, ten."

KOMPAS TV в Twitter:

(Dokumentasi AdKariyadi, 2013)

 

Permainan tradisional yang berasal dari provinsi Maluku ini dilakukan secara berkelompok. Domikado memiliki manfaat untuk anak-anak seperti melatih keterampilan sosial dengan meningkatkan keakraban dan kebersamaan anak serta melatih konsentrasi (Yuwanto, 2015).

 

  1. Hompimpa

"Hom-Pim-Pa alaium gambreng"

(Dokumentasi TGR Community, 2020)

Siapa yang tidak tahu permainan ini? Hompimpa biasanya digunakan untuk menentukan giliran pemain pertama dan selanjutnya. Biasanya permainan ini dilakukan minimal tiga orang pemain. Hompimpa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "dari Tuhan kembali ke Tuhan, ayo kita bermain!" (Yuwanto, 2015).

 

  1. Jaranan

"Jaranan-jaranan… jarane jaran teji

sing nunggang Ndara bei, sing ngiring para abdi

jeg jeg nong..jeg jeg gung, jrek ejrek turut lurung

gedebug krincing gedebug krincing, prok prok gedebug jedher"

(Dokumentasi UNM, 2020)

 

Jaranan berasal dari pulau Jawa. Permainan ini dilakukan secara berkelompok dengan memainkan kuda-kudaan  dari anyaman bambu atau plastik. Saat lagu sudah diputar, anak-anak  melakukan gerakan seperti menaiki kuda dengan bergerak ke kanan ke kiri  secara harmonis sesuai dengan musik (Yuwono, n.d).

 

  1. Jamuran

"Jamuran ya ge ge thok

Jamur apaya ge ge thok

Jamur gajih mrecicih sak ara-ara

Sira dadi jamur apa"

Sejenak lupakan gadget, anak anak dikampung kami asyik bermain Jamuran -  DESA CANGAKAN

(Dokumentasi Desa Cangakan, 2020)

 

Jamuran merupakan permainan yang dimainkan oleh tiga orang atau lebih. Lapangan atau halaman luas menjadi tempat yang cocok untuk bermain  jamuran. Nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tersebut adalah nilai  ketaatan, kegesitan, kerja keras, ketahanan, kreativitas dan keberaktingan  (keberperanan).

Permainan ini diawali dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang “jadi”. Lalu, anak-anak yang menang akan berjalan bergandengan mengelilingi yang “jadi” sambil menyanyikan lagu jamuran sampai lagu berhenti. Di akhir lagu, pemain “jadi” memberikan jawaban dari pertanyaan yang diberikan semua pemain diakhir kalimat lagu jamuran.

Setelah mendengar jawaban dari pemain “jadi” semua pemain (kecuali yang “jadi”) segera membubarkan diri dari arena permainan untuk memenuhi jawaban dari pemain “jadi”. Apabila terdapat salah satu pe-main tidak memenuhi jawaban yang diinginkan oleh pemain "jadi",  maka pemain tersebut menggantikan pemain "jadi" (Yuwono, n.d).

Wah, ternyata banyak sekali ya permainan tradisional Indonesia yang  menggunakan lagu saat memainkannya. Jadi tambah seru nih saat bermain! Yuk, Sobat TGR jangan lupa mencoba permainannya ya setelah pandemi selesai. Jadi, Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (Chu/ed.AW)

 

REFERENSI:

Ariesta, F. W. (2019) „Nilai Moral Dalam Lirik Dolanan Cublak-Cublak Suweng‟, Ilmu  Budaya Cakrawala, 7(2), pp. 188–192. Available at:  http://journal.unhas.ac.id/index.php/jib/article/view/7104.

Yuwono, C. et al. (no date) Permainan Tradisional Anak Nusantara. LPPM Universitas  Negeri Semarang.

Yuwanto, 2015, Melestarikan Permainan Dan Lagu Tradisional Sebagai Media  Pembentukan Karakter, dalam  https://www.ubaya.ac.id/2018/content/articles_detail/165/Melestarikan Permainan-dan-Lagu-Tradisional-Sebagai-Media-Pembentukan-Karakter.html,  diakses 16/03/2021

Permainan Tradisional Dengan Lagu Cublak Cublak Suweng Domikado Hompimpa Jamuran Jaranan
Komentari Tulisan