Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Sejarah Bermulanya Hari Anak Nasional

Kamis, 22 Juli 2021 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 1297 Kali

Hai, Sobat TGR!

Tanggal 23 Juli merupakan hari spesial nih bagi seluruh anak bangsa, karena pada saat itulah diperingati Hari Anak Nasional (HAN). Namun, tahukah Sobat bagaimana permulaan HAN? Jika belum, simak cerita TGR ya!

Hari Anak Nasional bermula dari gagasan Hari Kanak-Kanak (HKK) Nasional yang diusulkan oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Sebagai tindak lanjut dari usulan tersebut, digelarlah Pekan Kanak-Kanak pertama di tahun 1952. Dalam perayaan ini, anak-anak berpawai di Istana Merdeka dan disambut langsung oleh Presiden Soekarno.

(Dokumentasi TGR Community, 2018)

 

Tahun berikutnya, yaitu 1953, Kowani merekomendasikan kepada pemerintah supaya merumuskan Pekan Kanak-Kanak dengan lebih serius. Hal itu juga disetujui hingga berikutnya kegiatan rutin pun diadakan setiap pekan kedua bulan Juli. Namun, waktu penyelenggaraan Pekan Kanak-Kanak itu dirasa kurang bermakna dan nilai historisnya, sehingga anggota Kowani kembali mengusulkan tanggal yang spesifik untuk peringatan momen spesial tersebut.

Pekan Kanak-Kanak pun ditetapkan peringatannya setiap tanggal 1-3 Juni yang bersamaan dengan Hari Anak Internasional. Karena Presiden Soekarno sering hadir dalam peringatan, muncul usulan peringatan HKK menjadi tanggal 6 Juni bersamaan dengan hari lahir Bung Karno. Lantas, HKK diperingati setiap 6 Juni sampai berakhirnya masa Orde Lama.

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Pada masa Orde Baru, Presiden Soeharto menghapus beberapa kebijakan Orde Lama, termasuk kebijakan peringatan Hari Kanak-Kanak tanggal 6 Juni. Akan tetapi, perayaan HKK masih dipertimbangkan, sebab beliau berpikiran anak-anak adalah aset kemajuan bangsa yang penting kesejahteraannya. Kemudian, presiden mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional.

Berdasarkan Keppres tersebut, ditetapkan bahwa HAN diperingati setiap tanggal 23 Juli. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari disahkannya UU Kesejahteraan Anak tahun 1979 dan dianggap sebagai hari penting kesejahteraan anak. Seiring berjalannya waktu, sejumlah dasar hukum HAN terus dtambahkan. Dasar Hukum ini sesuai dengan Pasal 28B ayat (2) UUD 1945 dan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(Dokumentasi TGR Community, 2018)

 

Ternyata, perayaan HAN juga ada tujuannya, lho. Dengan adanya HAN, pemerintah mengharapkan para orang tua dan masyarakat menyadari bahwa anak pun memiliki hak-hak seperti yang tercantum dalam konvensi hak anak. Semoga tujuan ini tercapai ya!

Yuk, kita dukung harapan pemerintah terhadap anak dengan selalu memperhatikan hak mereka dan melakukan berbagai hal positif yang dapat melatih mereka menjadi lebih baik. Salah satunya caranya yakni dengan memainkan permainan tradisional yang sarat makna dan nilai edukasi. Tunggu apa lagi? Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah! (Cdr/ed.SF)

 

REFERENSI:

Nancy, Yonada & Iswara N Raditya. 2019. Sejarah Hari Anak Nasional & Alasannya Diperingati Setiap 23 Juli. Dikutip dari Tirto: https://tirto.id/sejarah-hari-anak-nasional-alasan-diperingati-setiap-23-juli-eeSs. Diakses 22 Juli 2021.

Septiasputri, Mosita Dwi. 2020. Simak Sejarah Singkat Hari Anak Nasional. Dikutip dari RRI: https://rri.co.id/1539-humaniora/872649/simak-sejarah-singkat-hari-anak-nasional?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign. Diakses 19 Juli 2021.

Tim CNN Indonesia. 2020. Sejarah Lahirnya Hari Anak Nasional Pada 23 Juli. Dikutip dari CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200723111639-284-528068/sejarah-lahirnya-hari-anak-nasional-pada-23-juli. Diakses 19 Juli 2021.

Info Tgr Hari Anak Nasional Sejarah Hari Anak
Komentari Tulisan