Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Festival Taman Belajar Ramah Anak Bersama TGR Pekalongan

Kamis, 24 Maret 2022 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 261 Kali

Ibarat peribahasa legend “tak kenal maka tak sayang”, tim TGR terus-menerus memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak zaman sekarang, untuk menumbuhkan rasa suka mereka terhadap permainan tradisional. Seperti yang kita ketahui, anak-anak kini banyak yang merasa asing dengan permainan-permainan tradisional, hal ini karena budaya bermain mereka telah beralih kepada gadget. Nah, kali ini tim TGR Pekalongan mendapat kesempatan untuk mengisi kegiatan Kelas Dolanan Anak yang diselenggarakan pada hari Minggu, 20 Maret 2022 di SMPN 5 Pekalongan. Kelas Dolanan Anak sendiri merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian program Festival Taman Belajar Ramah Anak yang diselenggarakan oleh Komunitas Taman Belajar Anak. Kegiatan ini dihadiri oleh teman-teman kita dari beberapa SD di Kota Pekalongan dan SMPN 5 Pekalongan, beserta Bapak/Ibu Guru dan pastinya teman-teman komunitas lain yang ikut memeriahkan kegiatan, diantaranya komunitas Reptile Keeper Pekalongan, Rumah Kreasi Shanti dan masih banyak lagi.

(Dokumenasi TGR Campaign, 2022)

 

Melalui kegiatan ini tim TGR mengajak peserta memainkan permainan tradisional yang jarang diketahui dan dimainkan oleh mereka, memperkenalkan nama-namanya dan juga mengajarkan cara memainkannya. Beberapa permainan tradisional yang disuguhkan oleh tim TGR adalah bola bekel, egrang batok, gasing, kelereng dan congklak.  Kegiatan berlangsung dengan sangat seru, anak-anak tertawa lepas dan dipenuhi rasa ingin tahu, mereka menikmati kegiatan bermain dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan, tidak hanya anak-anak saja yang merasa senang, namun Bapak/Ibu Guru serta Kakak-Kakak TGR Pekalongan juga merasa bahagia  karena bisa mengenang masa kecil mereka.

(Dokumentasi TGR Campaign, 2022)

 

Mengenalkan permainan tradisional kepada anak bisa disebut sebagai bagian dari pendidikan anak, karena pendidikan tidak hanya tentang belajar tapi juga tentang memaksimalkan perkembangan kepribadian anak. Artinya, pendidikan bisa berlangsung di mana saja dan kapan saja. Bahkan, ketika anak sedang bermain saat itu juga proses pendidikan sedang berlangsung. Melalui pemainan tradisional anak akan diasah ketajaman pikirannya, kehalusan rasa serta kekuatan kemauan. Dengan kata lain anak berlatih menguasai diri, menyadari kekuatan orang lain dan melakukan siasat atau sikap tepat serta bijaksana. Secara terperinci bermanfaat untuk mendidik perasaan diri, sosial, disiplin, tertib, setia, kesanggupan, waspada, siap menghadapi segala keadaan, tidak mudah putus asa, membiasakan berpikir nyata, sehingga anak terus sanggup berjuang untuk mencapai tujuannya (Dewantara, 2004: 248). Lupakan Gadgedmu, Ayo Main Diluar! (INK/ed.AAA)

 

Sumber Referensi :

Wawancara dengan Khomsanah, anggota TGR yang ikut hadir dalam kegiatan di Pekalongan.

Dewantara, Ki Hadjar. 2004. Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian Pertama Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Tgrcampaign Permainan Traditional Tgr Event Traditional Games Returns
Komentari Tulisan