Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Serunya Ngabuburit Dengan Bermain Permainan Tradisional

Sabtu, 16 April 2022 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 1805 Kali

Hai, Sobat TGR!

Saat bulan suci Ramadan, pasti kita sangat menunggu waktu untuk berbuka puasa. Tak jarang dari kita menunggu waktu untuk berbuka dengan berjalan-jalan, ada yang tadarus Al-Qur’an, dan ada juga yang hanya duduk di depan televisi. Nah, padahal kita memiliki banyak jenis permainan tradisional yang bisa kita mainkan sebagai teman ngabuburit, daripada hanya bengong di depan televisi. Memang ada permainan apa saja sihBerikut merupakan lima permainan tradisional yang dapat dimainkan ketika ngabuburit.

 

  • ABC 5 Dasar

(Dokumentasi Kompasiana, 2017)

Permainan ABC 5 dasar merupakan salah satu permainan yang sederhana tanpa menggunakan alat. Cukup dengan pengetahuan yang luas untuk menyebutkan nama-nama yang berawalan dengan abjad yang telah ditentukan saja. Selain itu, permainan ini juga dapat dimainkan hanya dengan dua orang saja lho, sehingga sangat cocok dimainkan dengan teman saat ngabuburit. Cara mainnya pun sangat mudah, Sobat TGR hanya perlu menentukan kategori apa yang akan ditebak huruf awalnya, misal buah. Maka permainan dapat dimulai dengan mengucapkan “ABC 5 dasar” secara serentak sambil menentukan jumlah jari yang ditunjukkan. Kemudian salah satu pemain menghitung satu persatu dengan menggunakan abjad dan huruf yang terakhirlah yang akan menjadi bahan tebakan.

 

  • Domikado

 

(Dokumentasi Aku Suka, Suka-suka Aku, 2015)

Permainan ini dilakukan secara berkelompok, sehingga Sobat TGR dapat mengajak teman-teman lain untuk menghabiskan waktu ngabuburit dengan bermain permainan ini. Permainan domikado dapat melatih konsentrasi dan melatih anak dalam kehidupan bersosial, karena permainan ini dapat meningkatkan kebersamaan serta keakraban dari para pemain.

Cara bermain permainan terbilang mudah, pertama para pemain duduk melingkar. Kemudian, setiap pemain harus memposisikan telapak tangan kanan di atas telapak tangan pemain di sebelah kanan, dan tangan kiri berada di bawah dengan telapak tangan pemain di sebelah kirinya. Selanjutnya, para pemain saling menepukkan tangan secara bergantian sambil bernyanyi “Domikado eska, eskado bea-beo, sim-sim, one, two, three, four, five, six, seven, eight, nine, ten”. Lalu pemain yang terkena tepukan terakhir kalah dan harus keluar barisan, dan kegiatan seperti itu diulangi sampai hanya tersisa dua pemain yang mana akan beradu suit. Bagi pemain yang menang akan memberikan perintah kepada seluruh pemain yang kalah.

 

  • Layangan

(Dokumentasi TGR Community, 2018)

 

Permainan yang dibuat dari selembar kertas, benang, dan bambu yang dipotong kecil-kecil ini bisa membuat anak-anak lupa akan waktu. Tak jarang, anak-anak yang bermain layangan suka pulang hingga adzan Maghrib berkumandang, sehingga permainan ini sangat cocok dimainkan sambil mengisi waktu luang menjelang berbuka. Cara menerbangkan layangan juga sangat mudah, kita hanya memerlukan layang-layang jadi dan benang untuk menerbangkannya, namun kita harus bermain di tanah yang lapang dan juga angin yang kencang agar layangan bisa terbang sempurna. Permainan ini dapat melatih gerak motorik anak juga lho!

 

  • Injit-Injit Semut

(Dokumentasi Youtube Laman Bermain, 2018)

Selain ABC 5 dasar, injit-injit semut juga merupakan salah satu permainan yang sangat sederhana, tidak memerlukan alat bermain, bisa dimainkan hanya dengan dua orang di mana saja. Dalam permainan ini, kita sebagai pemain dapat merasakan rasa sakit karena dicubit, lucu karena geli, dan selalu berusaha untuk berada di atas agar tidak terkena cubitan. Sehingga dalam permainan ini mengajarkan para pemain untuk saling memberikan kasing sayang dan kebersamaan antar teman agar tidak dendam karena dicubit oleh lawan mainnya.

Cara bermain permainan ini pun gampang. Mula-mula, semua pemain duduk melingkar dan saling berhadapan. Kemudian tangan para pemain disodorkan di depan pemain lainnya sambil saling mencubit antar tangan pemain dengan berbentuk seperti menara. Lalu tangannya pun digoyang-goyangkan ke atas dan ke bawah sambil bernyanyi “Injit-injit semut, siapa sakit naik diatas. Injit-injit semut, walau sakit jangan dilepas”, dan tangan pemain yang berada paling bawah bisa naik ke atas. Begitupun seterusnya. Lagu yang dimainkan dalam permainan ini merupakan lagu dari daerah Jambi.

 

  • Meriam Bambu

(Dokumentasi DPMPD DUKCABIL NTB, 2018)

Permainan meriam bambu merupakan salah satu permainan yang cocok dimainkan saat ngabuburit. Permainan ini sangat digemari oleh anak laki-laki setelah permainan sepak bola. Biasanya, permainan ini dilakukan di sawah yang sedikit jauh dari pemukiman. Yang melakukan permainan ini bukan hanya anak-anak saja, bahkan remaja pun masih gemar melakukan permainan ini. Hal tersebut dikarenakan ketika melakukan permainan ini dapat membuat kita yang sedang berpuasa jadi lupa akan rasa haus dan lapar.

Cara bermainnya cukup dengan menggunakan bambu yang dipotong memanjang, dan kemudian diberi gas spirtus di dalamnya dan diberi sedikit api. Sehingga nanti akan muncul bunyi “Blummm…” yang terdengar seperti ledakan kecil. Tapi ingat, Sobat TGR! Supaya tetap aman, permainan ini tetap memerlukan pengawasan orang dewasa ya!

 

Dari kelima permainan di atas, permainan mana nih yang paling menarik bagi sobat TGR? Jangan lupa gunakan waktu sebaik-baiknya, salah satunya yaitu dengan bermain permainan tradisional. Mari bersama-sama menjaga dan melestarikan permainan tradisional agar tidak hilang! Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah! (WAA/ed.SF)

 

Referensi:

Arifuddin, Andi. (2021). Gopos.id: Bermain Layangan Bersama Anak Bisa Jadi Alternatif Berolahraga Ringan di Kala Berpuasa. https://gopos.id/bermain-layangan-bersama-anak-bisa-jadi-alternatif-berolahraga-ringan-di-kala-berpuasa/. Diakses pada 14 April 2022.

Anonim. (2015). Aku Suka Domikado. Diambil kembali dari blog.unnes.ac.id: http://blog.unnes.ac.id/septian/2015/11/12/aku-suka-domikado/.

Anonim. (2018). Yuk Kenal Permainan Tradisional dari Desa Bagian 2 (Meriam Bambu). Diakses dari dpmpddukcapil.ntbprov.go.id: https://dpmpddukcapil.ntbprov.go.id/index.php/2018/02/27/yuk-kenal-permainan-tradisional-dari-desa-bagian-2-meriam-bambu/

Frisca, Februari. (2016). Fimela: ABC 5 Dasar, Permainan 90-an yang Masih Seru Hingga Sekarang. https://www.fimela.com/lifestyle/read/2452947/abc-5-dasar-permainan-90-an-yang-masih-seru-hingga-sekarang.  Diakses pada 14 April 2022.

Laman Bermain. (2018). Bermain Injit injit semu - Permainan Intan dkk. Diunggah pada 12 Januari 2018. Video YouTube, 0:44, https://www.youtube.com/watch?v=uyHcgyMgWfk.

Manggala, Yudha P Putra. (2016). Republika.co.id: Warga Lestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambuhttps://www.republika.co.id/berita/o8z6k5/warga-lestarikan-permainan-tradisional-meriam-bambu. Diakses pada 13 April 2022.

Shoimah, L. (2017). Reboisasi Permainan Tradisional Di Era Teknologi. Dikutip dari kompasiana: https://www.kompasiana.com/shoiims/58d0b00950f9fddb079c4467/reboisasi-permainan-tradisional-di-era-teknologi.

Yulita, Rizky. (2017). Permainan Tradisional Anak Nusantara. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Yuwono, Cahyo, Karsinah, Andini Vita A, dan kawan-kawan. LPPM Universitas Negeri Semarang: Permainan Anak Tradisional.

Permainan Tradisional Ngabuburit Ramadan
Komentari Tulisan