Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Lingkungan Sehat Tanpa Rokok

Selasa, 31 Mei 2022 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 157 Kali

 

Halo Ayah dan Bunda!

 

Tahukah Ayah Bunda jika perokok anak di Indonesia terus meningkat? Jumlah perokok usia 10 sampai dengan 18 tahun terus mengalami peningkatan. Hal ini didasarkan pada data Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) 2018 umumnya merokok pada usia muda meningkat 1,9% dari 7,20% pada tahun 2013 menjadi 9,10% pada tahun 2018. Indonesia menjadi urutan ketiga terbesar di dunia yang mengonsumsi rokok dengan jumlah 90 juta perokok aktif. Setiap tahun, Indonesia memproduksi rokok rata-rata sebanyak 338 miliar batang. 

 

Mengutip dari mediaindonesia.com, Lisda Sundari, Ketua Yayasan Lentera Anak dalam acara Kampanye Kesetiakawanan untuk Satu Puntung Sejuta Masalah, menyatakan jika jumlah perokok anak meningkat dikarenakan rokok adalah produk yang mudah dijumpai anak-anak. Ironisnya retail atau warung-warung selalu menyediakan rokok dengan menjual secara batangan. Rokok batangan biasanya dijual dengan harga murah. Hal tersebutlah yang mempermudah anak-anak untuk membelinya. Selain itu, produk rokok juga diiklankan secara masif. Bahkan, beberapa produk rokok malah menjadi sponsor kegiatan remaja. Kondisi ini diakibatkan karena larangan iklan, promosi, maupun sponsor rokok baru dilakukan oleh sebagian daerah.

 

(Dokumentasi Wirestock via Freepik.com)

 

Peran orangtua sangat dibutuhkan agar perokok anak tidak meningkat bahkan tidak ada lagi ada anak yang merokok. Beberapa cara yang dapat dilakukan Ayah Bunda untuk mengatasi hal tersebut antara lain:

1. Memberikan Contoh Kepada Anak

Beberapa orangtua enggan untuk mencari tahu mengenai keadaan anak-anak secara mendalam. Padahal hal ini penting untuk dilakukan untuk tetap bisa menjaga komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak. Dimulai dari komunikasi yang baik, selanjutnya bisa dengan memberi contoh yang baik  pula. Anak terbiasa meniru kebiasaan orang tuanya, hal inilah yang memberi alasan jelas bahwa orang tua seharusnya tidak merokok agar sang anak bisa mencontoh kebiasaan orangtuanya yang tidak memiliki kebiasaan merokok.

2. Menjelaskan Bahaya Rokok

Orang tua juga memiliki peran untuk memberikan pengetahuan dan nasehat untuk anak-anak tentang dampak buruk merokok. Orang tua juga perlu memberikan pengertian secara perlahan bahwa uang untuk membeli rokok bisa digunakan untuk membeli barang yang disukai oleh anak.

3. Melakukan Kegiatan Positif Bersama Anak

Orangtua dapat mengajari anak untuk hidup sehat dengan melakukan kegiatan seperti bermain. Bermain adalah salah satu kebutuhan bagi setiap anak karena pada dasarnya setiap anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Orangtua perlu memfasilitasi kebutuhan tersebut untuk mendukung perkembangan anak. Ayah dan Bunda dapat mengajak anak untuk melakukan permainan tradisional.

 

(Dokumentasi Freepik)

 

 

Ayah Bunda tentunya tahu jika rokok dapat menjadi salah satu dari sekian banyak faktor yang menyebabkan penyakit tidak menular (PTM). Hal tersebut tentunya menjadi tantangan besar karena berpotensi menghambat produktivitas anak-anak di usia produktif. Selain itu, rokok tidak hanya mengganggu kesehatan manusia, ia juga mengganggu kesehatan bumi. Menurut WHO, setiap tahun tercatat bahwa bumi menampung sebanyak 4,5-6 triliun sampah puntung rokok. Lebih buruk lagi, sebagian besar sampah puntung rokok justru dibuang sembarangan seperti di pinggir jalan bahkan di pantai. Berdasarkan data yang diambil The Ocean Conservancy, dalam 25 tahun terakhir terdapat 53 juta puntung rokok yang sudah dikumpulkan oleh relawan ICC di laut dan pantai. Di Indonesia sendiri, ditemukan 33,760 batang rokok di perairan Indonesia pada kegiatan The Beach & Beyond 2019.

 

Setelah melihat keadaan sampah puntung rokok dari segi perairan, sekarang mari beralih pada bagian jalanan atau daratan. Berdasarkan data Cigarette Litter Prevention Program, dalam kegiatan membersihkan jalan ditemukan sampah puntung rokok sebanyak 25-50%. Selain itu, ditemukan pula sampah lain yang masih berhubungan erat dengan puntung rokok seperti pemantik atau lighter, bungkus korek, dan bungkus rokok. Beberapa orang masih berpikir bahwa puntung rokok adalah sampah yang dapat dibuang sembarangan. Pada kenyatannya rokok yang diproduksi sebanyak 80% adalah rokok berfilter. Jika ditelisik lebih dalam, filter rokok terbuat dari plastik jenis selulosa asetat yang tidak bisa langsung terurai secara alami. Hal inilah yang menyebabkan puntung rokok membutuhkan waktu sekitar 1-10 tahun untuk bisa terurai. Di sisi lain, filter rokok didesain menyerap racun, hingga ketika menjadi sampah, puntung rokok jelas akan membawa racun tersebut. Filter rokok yang terbuat dari plastik akan menjadi potongan-potongan kecil yaitu mikroplastik.

 

Sampah puntung rokok yang terkumpul bisa dikategorikan sebagai sampah residu. Sampah residu adalah sampah yang sulit dikelola. Pada akhirnya pengendalian sampah puntung rokok yaitu dengan melakukan manajemen sampah yang lebih baik, bisa dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya. Adapun dukungan dari pemerintah dengan mengeluarkan adanya peraturan yang mendukung pengurangan atau penanggulangan sampah rokok juga bisa menjadi awal pengendalian terhadap sampah puntung rokok yang baik. Diharapkan kebijakan pengendalian rokok atau tembakau yang komprehensif mampu mendorong lingkungan bebas dari bahaya sampah puntung rokok. Tentunya hal ini bisa diwujudkan dengan kerjasama antara seluruh masyarakat, para produsen rokok, ataupun dari pemerintahan itu sendiri. (SMH/ed.NIU)

 

Referensi:

HaloSehat. (n.d.). 9 Cara Mencegah Anak Agar Tidak Merokok dari orang Tua. Dikutip dari Halosehat.com: https://halosehat.com/gaya-hidup/cara-hidup-sehat/cara-mencegah-anak-agar-tidak-merokok. Diakses pada 1 Juni 2022.

HONESTDOCS EDITORIAL TEAM. (2019). 4 Langkah Jitu Mencegah Anak agar Tidak Merokok. Dikutip dari HonestDocs: https://www.honestdocs.id/4-langkah-jitu-mencegah-anak-agar-tidak-merokok. Diakses pada 1 Juni 2022.

Lentera Anak & Gerakan Muda FCTC @America. (2019, September). Puntung Rokok dalam Perspektif Pengendalian Tembakau.

Pertiwi, A. (n.d.). Perokok Anak di Indonesia Semakin Tinggi, Apa Penyebabnya? Dikutip dari theAsianparent:  https://id.theasianparent.com/perokok-anak. Diakses pada 1 Juni 2022.

Tanjung, K. H. (2019). Puntung Rokok Kecil, Berdampak Besar. Divers Clean Action.

Sidebang, F. (2019). Kampanyekan Hidup Sehat Lewat 'Satu Puntung Sejuta Masalah'. Dikutip dari Republika. co.id: https://www.republika.co.id/berita/q2w7fg335/kampanyekan-hidup-sehat-lewat-satu-puntung-sejuta-masalah Ddiakses pada 30 Mei 2022.

Winahyu, A. I. (2019). Generasi Muda Dikenalkan Satu Puntung Rokok Berjuta Masalah. Dikutip dari Media Indonesia:  https://m.mediaindonesia.com/humaniora/279202/generasi-muda-dikenalkan-satu-puntung-rokok-berjuta-masalah Diakses pada 30 Mei 2022.

 

Sumber Gambar:

Freepik. (-). Pack of cigarettes with message stop smoking. Dikutip dari freepik.com: https://www.freepik.com/free-photo/pack-cigarettes-with-message-stop-smoking_8872744.htm#page=2&query=no%20cigarette&position=7&from_view=search. Diakses pada 31 Mei 2022.

Freepik. (-). Stop smoking messages. Dikutip dari freepik.com: https://www.freepik.com/free-photo/stop-smoking-message_7904943.htm#query=stop%20smoke&position=1&from_view=search. Diakses pada 31 Mei 2022.

Wirestock. (-). Close-up shot of a used cigarette thrown on the grass ground. Dikutip dari freepik.com: https://www.freepik.com/free-photo/closeup-shot-used-cigarette-thrown-grass-ground_12750451.htm#page=6&query=cigarette&from_query=cigarette%20waste&position=33&from_view=search. Diakses pada 31 Mei 2022.

#tgrparenting #rokok
Komentari Tulisan