Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Nini Thowong: Permainan Boneka Mistis

Sabtu, 25 Juni 2022 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 119 Kali

Halo Sobat TGR!

Apakah yang kalian lakukan untuk mengisi waktu luang? Apakah bermain, belajar, memasak, atau kegiatan lainnya? Kegiatan apapun itu yang penting isilah waktu luangmu untuk kegiatan yang bermanfaat ya, Sobat. Oh iya, apakah kalian pernah bermain boneka? Tentunya kalian tidak asing dengan bermain boneka bukan? Kali ini TGR akan mengulas tentang permainan boneka yang mungkin belum pernah kalian mainkan sebelumnya. Yuk, simak pembahasan berikut ini!

 

(Dokumentasi Emas dan Alaudin via mediaindonesia.com, 2021)

 

Nini Thowong adalah permainan boneka yang terbuat dari benda-benda di alam sekitar. Kepala boneka terbuat dari tempurung kelapa yang diberi kapur putih lalu di gambar wajah manusia. Rambutnya terbuat dari tanaman dan bunga-bunga. Badannya terbuat dari kayu atau bambu yang dihias dengan baju wanita, selendang, kain, dan stagen (ikat pinggang). 

 

Permainan Nini Thowong biasanya dilakukan oleh wanita dan dipimpin seorang pawang. Jumlah pemain tidak dibatasi, lebih banyak pemain lebih ramai pula suasana permainan. Permainan ini diawali dengan persembahan sesaji. Sesaji bertujuan sebagai pemanggil roh yang akan masuk ke dalam boneka. Bila boneka telah dimasuki roh, selanjutnya pawang dan para pemain menyanyikan lagu-lagu pengiring.

 

Pada zaman dulu, Nini Thowong adalah kesenian untuk terapi pengobatan, memanggil hujan, pesugihan, atau mencari barang hilang. Kegiatan ini biasanya dilakukan saat malam purnama di kebun atau halaman. Seiring berjalannya waktu, kesenian ini dilakukan untuk hiburan semata. Saat ini, pementasan Nini Thowong dilakukan sebagai hiburan pada acara peringatan hari-hari besar nasional, hari besar keagamaan, penyambutan tamu pemerintah, festival seni, atau kegiatan budaya lainnya. 

 

(Dokumentasi Youtube W Lies Apriani, 2022)

 

 

Ternyata permainan ini cukup membuat bulu kuduk merinding ya. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya, Sobat? Jika tertarik, kamu dapat berkunjung ke daerah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menyaksikan sekaligus mencoba pementasan Nini Thowong. Yuk lestarikan permainan dan kesenian tradisional Indonesia. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (NIU/ed. AAA)




Referensi:

Maslikatin, T., dan Anoegrajekti, N. (2015). Ritual Using dan Jawa: Mitos HIbriditas Budaya sebagai Integrasi dan Harmoni Sosial. Literasi, 2, 5, 187-195. Dikutip dari jurnal unej: https://jurnal.unej.ac.id/index.php/LIT/article/view/6099/4518 pada tanggal 23 Juni 2022.

Suwardi. (2008). Seni Spiritual Nini Thowong: Antara Ngelmu Lung, Ngelmu Ling, dan Ngelmu Leng Menuju Pembentukan Kampung Wisata Budaya. Makalah Seminar Internasional Tradisi Lisan Nusantara VI, Sulawesi Tenggara. Dikutip dari staff uny: http://staffnew.uny.ac.id/upload/131872518/penelitian/atl08pdf. Diakses pada 23 Juni 2022.

Ulivia. (2018). Mitologi dan Kesenian Nini Thowong. Imaji: 16, 1, 58-72. Dikutip dari journal uny:  https://journal.uny.ac.id/index.php/imaji/article/view/22265/pdf. Diakses pada 23 Juni 2022.



Sumber Gambar:

Apriani, W. L. (2022). Nini Thowong Pundong Bantul. Diunggah 29 April 2022. Diakses pada 24 Juni 2022. Video Youtube 2.03 https://www.youtube.com/watch?v=YylJ0cpwHyU

Emas, A. M. dan Alaudin, F. (2021). Menyintaskan Nini Thowong. Dikutip dari mediaindonesia.com: https://mediaindonesia.com/weekend/389054/menyintaskan-nini-thowong. Diakses pada 24 Juni 2022.

Permainan Traditional Tgrcampaign
Komentari Tulisan