Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

10 Permainan Tradisional yang Tak Lekang Oleh Waktu

Jum'at, 22 Juli 2022 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 163 Kali

Halo Sobat TGR!

Kalian tahu enggak? Meskipun zaman serta teknologi sudah sangat canggih dan maju, tetapi beberapa permainan tradisional tetap eksis dan dimainkan hingga saat ini, loh! Mau tahu kira-kira permainan tradisional apa saja yang masih eksis dimainkan hingga saat ini? Yuk, simak tulisan di bawah ini!

 

1. Ampar-ampar Pisang

Permainan ampar-ampar pisang minimal dilakukan oleh dua anak dan maksimal empat anak. Cara bermainnya yaitu dengan menyanyikan lagu ampar-ampar pisang dan menggerakan tangan atau kaki. Dalam permainan ini tidak ada yang kalah ataupun menang. Meskipun demikian, permainan ini tetap terasa asyik adalah saat lagu para pemain menyanyikan lagu dengan tempo cepat. Semakin cepat tempo yang dimainkan, semakin cepat pula gerakkan tangan atau kaki.

 

2. Suit

 

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Suit dikenal pula dengan sebutan suten. Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia, suit, suten atau bersuten adalah cara mengundi dengan mengadu jari untuk menentukan siapa yang menang bermain dahulu. Permainannya sendiri bisa dikatakan mudah dan tidak begitu sulit dipelajari. Dalam suit, jari yang menjadi pemenang adalah ibu jari dengan telunjuk, pemenang adalah ibu jari. Telunjuk lawan kelingking, pemenang adalah telunjuk. Kelingking lawan ibu jari, pemenangnya adalah kelingking.

 

3. Hompimpa

Hompimpa adalah permainan sederhana yang menggunakan telapak tangan dan minimal dilakukan oleh tiga anak. Permainan ini biasanya digunakan untuk menentukan urutan pemain. Permainan yang menggunakan hompimpa antara lain petak umpet, petak jongkok, bentengan, cublak-cublak suweng, dan lain sebagainya. Hampir setiap permainan tradisional yang membutuhkan tiga pemain atau lebih menggunakan hompimpa untuk menentukan giliran. Hompimpa dilakukan dengan membolak-balikkan telapak tangan sambil bernyanyi dengan lirik “hompimpa alaium gambreng”.

 

4. Congklak

 

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Congklak adalah permainan tradisional yang memiliki banyak nama di seluruh Indonesia. Permainan ini dilakukan oleh dua anak. Permainan ini menggunakan papan kayu dengan 14-16 lubang kecil dan dua lubang besar pada masing-masing ujung papan. Lubang-lubang tersebut diisi biji congklak. Biji congklak dapat menggunakan sejenis cangkang kerang, biji-bijian, dan/atau batu-batu kecil. Biji congklak dipindahkan dari satu lubang ke lubang lainnya memutar secara berurutan.

 

5. Petak Umpet

Permainan petak umpet adalah salah satu permainan tradisional yang tidak terkikis oleh waktu. Permainan ini dimainkan minimal dua anak tetapi umumnya dilakukan lebih dari tiga anak. Permainan diawali dengan penentuan siapa yang akan menjadi penjaga. Pemain penjaga akan menutup mata dan berhitung, sedangkan pemain lainnya mencari tempat untuk bersembunyi. Setelah selesai menghitung, pemain penjaga mencari pemain yang bersembunyi.

 

6. Lompat Tali

Permainan lompat tali karet biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Namun, anak laki-laki terkadang juga ada yang ikut bermain. Sebelum memulai permainan, karet satu dengan yang lainnya terlebih dahulu disambungkan sampai panjangnya kurang lebih 2-5 meter. Masing-masing ujung tali dipegang oleh dua anak kemudian diputar sehingga turun naik ke atas dan ke bawah. Sementara anak lainnya melompati karet mengikuti gerak tali.

 

7. Engklek

 

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Engklek adalah permainan yang menggunakan alat bernama gaco. Gaco dapat berupa potongan genteng atau batu yang pipih. Gaco dilempar ke dalam pola gambar bidang engklek. Pola gambar bidang engklek yaitu pesawat, gunung, dan baling-baling atau kitiran. Permainan ini dilakukan minimal dua orang. Cara memainkan engklek secara umum adalah melompat dengan satu kaki pada pola gambar bidang engklek yang telah dibuat.

 

8. Layang-layang atau Layangan

 

(Dokumentasi TGR Community, 2018)

Layang-layang atau layangan adalah permainan tradisional yang mudah dimainkan baik anak-anak maupun orang dewasa. Permainan ini membutuhkan bambu, kertas minyak atau kertas karton tipis, dan senar. Layang-layang diterbangkan dengan memanfaatkan angin yang cukup kencang di tanah lapang.

 

9. Permainan ABC Lima Dasar

Permainan ABC Lima Dasar masih cukup eksis sampai saat ini. Permainan ini dapat dimainkan dua anak atau lebih. Cara bermainnya cukup mudah, yaitu pemain menentukan kategori yang ingin dimainkan. Lalu, setiap pemain menunjukkan jumlah jari yang dikehendaki. Huruf terakhir dari jumlah jari menjadi sebagai huruf awalan dari kategori yang sudah ditentukan. Pemain yang sudah menyebutkan nama terlebih dahulu tidak boleh disebutkan kembali oleh pemain lainnya. Permainan ini dapat melatih kemampuan berpikir anak, berhitung cepat, membuat siasat, dan melatih daya ingat.

 

10. Adu jempol

Permainan adu jempol, adu ayam, atau ayam-ayaman ini cukup populer dimainkan sampai sekarang. Permainan ini hanya dapat dimainkan oleh dua anak. Pemain mengepal salah satu tangan secara berdekatan sedangkan jempol masing-masing pemain dalam posisi berdiri. Jempol digoyang-goyangkan sampai salah satu jempol pemain di atas jempol pemain lainnya. Pemain yang berhasil meletakkan jempol di atas jempol pemain lain dinyatakan sebagai pemenang.

 

Nah, itulah sepuluh macam permainan tradisional yang masih eksis sampai sekarang. Permainan mana saja nih yang sudah dimainkan oleh Sobat TGR? Yuk, segera bermain kesepuluh permainan tradisional yang sangat asyik dan menyenangkan. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (NIT/ed.NIU)

 

Sumber :

Dinas Kebudayaan Jakarta. 2021. Permainan Lompat Tali Karet: Melatih Ketangkasan dan Membuat Tubuh Anak Jadi Cekatan. Dikutip dari dinaskebudayaan.jakarta: https://dinaskebudayaan.jakarta.go.id/disbuddki/news/05/2021/Permainan-Lompat-Tali-Karet-Melatih-Ketangkasan-dan-Membuat-Tubuh-Anak-Jadi-Cekatan. Diakses 2 Agustus 2022.

 

#permainantradisional #engklek #congklak #hompimpa #suit
Komentari Tulisan