Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Anak Boleh Lho Main Gadget, Asal …

Minggu, 18 September 2022 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 138 Kali

Gadget atau telepon genggam kini menjadi salah satu barang favorit yang dimiliki hampir seluruh masyarakat dunia, termasuk negara kita tercinta, Indonesia. Kemajuan teknologi dan informasi dapat diakses dan dirasakan dengan mudah oleh masyarakat, salah satunya melalui penggunaan gadget. Namun, perkembangan zaman dan teknologi ini tetap tidak terlepas dari dua sisi dampak, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Anak-anak yang belum mampu memahami bagaimana penggunaan gadget yang baik dan benar sangat berisiko terkena dampak buruk dari pemakaian gadget, terlebih jika tidak ada pengawasan dari orang dewasa. Lalu, apakah boleh anak-anak diperkenankan untuk bermain gadget? Serta bagaimana aturan dan langkah yang tepat agar kehidupan sosial anak tetap seimbang dengan proses adaptasi terhadap perkembangan zaman? Yuk, mari simak artikel ini hingga baris terakhir!

 

Salah satu dampak positif penggunaan gadget bagi anak adalah mereka dapat mengakses beragam informasi serta sumber pembelajaran secara cepat dan dari mana saja. Di era modern saat ini, pendidikan dan berbagai pelatihan dapat diakses secara daring, di mana membutuhkan fasilitas internet dan gadget. Oleh karena itu, sebagai orang tua perlu memberikan akses terhadap fasilitas-fasilitas tersebut untuk anak-anak mereka. Dengan begitu, anak-anak mampu mengembangkan minat dan bakat sesuai apa yang mereka impikan.

 

(Dokumentasi TGR Community, 2019)

 

Seperti yang telah disebutkan di atas, ada dampak positif ada pula dampak negatif. Anak yang terlalu sering menggunakan gadget berlebihan bisa kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang lain. Perilaku anak yang perlu diwaspadai oleh orang tua terkait gadget adalah anak dapat kehilangan minat dalam kegiatan lain, tidak suka bermain dan bersosialisasi dengan teman, serta bersikap marah atau berbohong hanya untuk bermain gadget jika mereka sudah terlalu banyak bermain dan keasyikan dengan gadget mereka (Chusna, 2017). Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan batasan atau aturan tertentu bagi anak-anak dalam mengakses telepon genggam mereka. Lalu, apa saja sih yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah anak-anaknya berlebihan dalam bermain gadget?

 

Pertama, pembatasan waktu merupakan hal penting bagi anak agar mereka tidak berlebihan dalam bermain gadget. Orang tua memiliki peran dalam memberikan pemahaman kepada anak bahwa ada waktu-waktu tertentu bagi mereka untuk bisa mengakses gadget. Pemahaman ini dapat dilakukan dalam bentuk kesepakatan antara anak dan orang tua. Dengan pemberian pemahaman, anak dapat belajar terkait tanggung jawab dan menepati janji. Misalnya, jika bermain gadget adalah sebuah reward bagi anak apabila mereka telah menunaikan kewajiban mereka dalam belajar dan mengerjakan tugas sekolah, berarti orang tua harus memberikan izin bagi anak untuk bermain gadget hanya setelah anak melaksanakan kewajiban tersebut. Hal ini akan memberikan pengalaman bagi anak untuk belajar terkait kewajiban dan hak serta menepati janji dengan orang tua mereka.

 

(Dokumentasi ASphotofamily via freepik)

 

Selain itu, berikanlah anak-anak akses hanya pada konten-konten yang ramah anak, di mana tidak mengandung unsur SARA, seksual, dan kata-kata kasar. Orang tua perlu aware terhadap pemilihan konten dan update terkait apa yang baik atau buruk bagi anak. Saat ini semakin banyak konten kreatif yang dapat mengedukasi anak sekaligus menghibur. Pengarahan dari orang tua sangat dibutuhkan agar anak dapat memilih dengan bijak konten yang sesuai dengan usianya. Pemilihan konten yang baik bagi anak dapat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak dan bagaimana cara mereka dalam memandang dunia maya.


Selanjutnya, pengawasan orang dewasa sangat diperlukan agar anak tidak menonton apa yang seharusnya tidak ditonton. Meskipun orang tua hanya memberikan akses pada konten-konten tertentu, dunia internet terkadang tidak dapat diprediksi dan merekomendasikan berbagai konten yang tidak terduga. Oleh karena itu, tetap diperlukan pengawasan orang dewasa ketika anak-anak diberikan akses ke gadget. Pengawasan ini dapat dilakukan sembari orang tua melakukan pekerjaan mereka, misalnya dengan mengeraskan speaker gadget agar tau apa yang sedang ditonton oleh anak mereka.

 

(Dokumentasi TGR Community, 2018)

 

Terakhir, untuk mencegah anak terlalu bergantung dengan gadget dan internet, orang tua perlu mengajak anak berdiskusi dan bermain. Suasana diskusi dan bermain ini harus dibentuk seseru mungkin agar anak merasa betah dan nyaman dalam bermain dan bersosialisasi. Mereka akan memiliki bekal dalam berkomunikasi ketika saatnya harus bersosialisasi dengan teman sebaya maupun orang lain di sekitarnya. Hal ini juga bisa dibantu dengan memperkenalkan anak-anak pada permainan tradisional yang mengasah kemampuan berkomunikasi, seperti congklak, ular naga, dan petak umpet. 

 

Yuk, mari batasi penggunaan gadget bagi anak-anak dengan mengajaknya diskusi atau bermain permainan tradisional. Selain mampu mengasah kemampuan dasar dalam berinteraksi dan berkomunikasi, hubungan orang tua dan anak dapat menjadi semakin lebih dekat lagi. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (AMI/ed.NIU)



Referensi

Agustiana, D. (2021, October 26). Bisa Ditiru Para Orangtua, Ini 10 Aturan Bermain Gadget untuk Anak di Rumah, Jangan Sampai si Kecil Kecanduan! Grid.ID. Retrieved September 2, 2022, from https://www.grid.id/read/042960473/bisa-ditiru-para-orangtua-ini-10-aturan-bermain-gadget-untuk-anak-di-rumah-jangan-sampai-si-kecil-kecanduan?page=all

Chusna, P. A. (2017, November). PENGARUH MEDIA GADGET PADA PERKEMBANGAN KARAKTER ANAK Puji Asmaul Chusna STIT Al-Muslihun [email protected] ABSTRAK Generasi. CORE. Retrieved August 25, 2022, from https://core.ac.uk/download/pdf/333813602.pdf

Rahmah, C. N. M. (n.d.). 12 Permainan Tradisional Indonesia yang Kreatif untuk Anak. theAsianparent. Retrieved September 4, 2022, from https://id.theasianparent.com/permainan-tradisional-indonesia

#tgrparenting #gadget #permainantradisional
Komentari Tulisan