Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Rumah!

Ancak-Ancak Alis, Permainan Tradisional Khas Jawa Tengah dengan Ekspresi Budaya Agraris

Jum'at, 14 Oktober 2022 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 155 Kali

Halo Sobat TGR! 

Tahukah kamu jika Indonesia ini memiliki julukan negara agraris? Julukan ini diberikan kepada Indonesia karena sebagian penduduknya bekerja sebagai petani. Petani-petani kita menjadi salah satu penopang sektor pangan dan perekonomian kita, lho. Tidak hanya sektor pembangunan saja yang mendapatkan pengaruh dari pertanian, tetapi pertanian juga masuk hingga ke permainan tradisional. Nah, permainan tradisional yang mendapatkan pengaruh budaya agraris ini adalah Ancak-ancak Alis.

 

 (Dokumentasi rawpixel via freepik)

 

Ancak-ancak alis merupakan permainan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Permainan satu ini menggambarkan keseluruhan proses petani dalam menanam padi, mulai dari menggarap lahan hingga panen. Menurut Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta (2021), permainan ini menunjukkan hidup tidak bisa instan, harus ada proses yang harus dilewati. Setiap orang harus berusaha keras untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Melalui permainan ini, anak belajar untuk bekerja keras agar mendapatkan hasil yang diimpikan.

 

Bagaimana memainkan Ancak-ancak Alis? 

Permainan diawali dengan membentuk lingkaran dan melakukan hompimpa untuk menentukan dua pemain menjadi pintu atau gapura belakang (lawang seketeng). Jika kedua peran ini telah ditentukan, keduanya harus menyatukan tangan ke arah atas seolah-olah membentuk pintu. Pemain lainnya akan memutari pintu ini secara bergantian sambil menyanyikan lagu Ancak-ancak alis. 

Permainan Ancak-ancak Alis ini mirip dengan permainan ular naga. Bedanya, ketika lagu selesai pemain dalam permainan ular naga akan diberi pertanyaan yang universal atau pemain dapat langsung memilih induk, sedangkan dalam permainan Ancak-ancak Alis pemain harus menjawab pertanyaan terkait pertanian lebih dahulu sebelum memilih lawang seketeng

 

(Ilustrasi Suyami, 2019)

 

Dilansir dari Suyami (2019), terdapat dua macam lagu yang dapat dinyanyikan dalam permainan tradisional satu ini, yaitu lagu yang menggambarkan proses penanaman padi serta lagu yang menggambarkan kegiatan petani setelah masa panen tiba. Lagu pengiring Ancak-ancak Alis ini dinyanyikan dalam bahasa Jawa.

 

Ancak-ancak alis, si alis kebo janggitan,

Anak-anak kebo dhungkul, si dhungkul

Kapan gawene, tiga rendheng, cengenceng

Gogok beluk, unine pating

Cerepluk. ula sawa ula dumung gedhene

Saklumbung bandhung, sawahira lagi apa?

 

Begitulah lirik lagu pengiring Ancak-ancak Alis yang menggambarkan proses penanaman padi. Di akhir lagu akan ada pertanyaan untuk pemain yang tertangkap, yaitu “sawahira lagi apa” yang artinya “sawahnya sedang apa?”. Pemain dapat menjawab dengan kegiatan yang dilakukan petani di sawah secara berurutan, misalnya lagi ngluku (sedang membajak), lagi nggaru (sedang merapikan tanah setelah membajak), hingga ke lagi nyajeni (sedang memberikan sajen). 

 

Lagu pengiring terus dimainkan hingga tersisa satu pemain terakhir. Pemain yang tersisa ini akan menjadi kidang atau kijang. Pemain lainnya akan mengelilingi pemain yang berperan sebagai kijang ini sembari bergandengan tangan. Lalu, semuanya memutari kidang dengan menyanyikan lagu “yen kidang lanang mlumpata, yen kidang wedok mbrobosa” yang artinya jika kijang jantan lompatlah, jika kijang betina meneroboslah. Saat lagu selesai dinyanyikan, seluruh pemain harus menghalangi kidang keluar dari lingkaran. Jika kidang lanang, pemain harus meninggikan gandengan tangan sehingga kidang tidak dapat melompat. Sebaliknya, pemain harus menurunkan gandengan tangan jika pemain kidang adalah betina untuk mencegah kidang menerobos.

 

Permainan tradisional tidak hanya tentang kegembiraan anak tetapi juga ada nilai-nilai yang tentu sangat bermanfaat bagi anak. Begitupula dengan permainan Ancak-anak alis. Melalui permainan tersebut, wawasan anak dapat bertambah terutama terutama proses petani dalam menanam padi. Yuk, lestarikan permainan tradisional Indonesia. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (NAI/ed.NIU)

 

Referensi:

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. 2021. Festival Permainan Rakyat Ancak-ancak Alis Kemantren Mantrijeron. Diakses 9 Oktober 2022 melalui https://youtu.be/mQ1-IwNj3M8.

Suyami. 2019. Ancak-Ancak Alis: Ekspresi Budaya Agraris dalam Permainan Anak. Jantra, 14(1), 15-26.

 

Sumber Gambar:

rawpixel. -. Farmer planting rice in the field. Dikutip dari https://www.freepik.com/free-photo/farmer-planting-rices-field_18655779.htm#page=3&query=asian%20farmer&position=5&from_view=search&track=sph diakses 14 Oktober 2022.

Fajrin, M.R. 2017. Permainan Tradisional Ular Naga. Dikutip dari https://www.rifanfajrin.com/2017/08/permainan-tradisional-ular-naga.html diakses 14 Oktober 2022.

 

#permainantradisional #jawatengah
Komentari Tulisan