Cikarang Barat, 11 Februari 2023 - Sekolah Islam Arrayaahiin mengadakan open house sekaligus memperkenalkan permainan tradisional rakyat berkolaborasi dengan TGR Community. Open house kali ini diikuti oleh orang tua siswa Sekolah Islam Arrayaahiin dan sekolah sekitar di Bekasi. Wali murid maupun anak-anak yang datang berkunjung diperkenalkan mengenai penerapan kurikulum merdeka di Sekolah Islam Arrayaahiin ini. Selain itu, pengunjung juga berkesempatan mencoba berbagai macam permainan tradisional yang sudah disediakan oleh TGR Community.
Acara dimulai pukul 08.30 WIB di gedung satu yang merupakan kawasan sekolah dasar. Hal pertama yang akan pengunjung lihat adalah berbagai macam penjelasan terkait kurikulum sampai proses pembelajaran sekolah. Selanjutnya, pengunjung dapat memasuki area permainan tradisional yang disuguhkan oleh TGR Community.

(Dokumentasi TGR Community, 2023)
Pada arena permainan, TGR dibagi menjadi tiga pos. Pos-pos ini menyajikan berbagai macam permainan yang berbeda-beda. Pos pertama berada paling depan. Pos ini menyediakan permainan dampu bulan atau engklek yang dipandu oleh Kak Nisa. Pos kedua ada TGR Store yang dijaga oleh Kak Alya. Pos kedua ini menjual berbagai macam permainan Pos ketiga dengan permainan damdas, congklak, telepon kaleng, jejak langkah, gangsing panggel, surakarta game board, egrang batok dan gangsing bambu. Pos ketiga dipandu oleh Kak Titung, Kak Mega, dan Kak Hamida

(Dokumentasi TGR Community, 2023)
Menuju acara berakhir pada pukul 14.00 WIB, estimasi pengunjung mencapai 50 hingga 70 orang. Baik para wali murid maupun pihak sekolah, sangat senang dengan adanya arena permainan tradisional yang disuguhkan oleh TGR. Mereka bahkan merekomendasikan kepada anak-anak untuk mencoba semua permainan tradisional yang disediakan.
Di samping anak-anak yang terlihat sangat enjoy menikmati permainan, ada juga beberapa wali murid yang ikut berbaur dan bermain bersama. Mereka bermain sekaligus bernostalgia dengan beberapa permainan.
“Di zaman kita dulu bentuk gasingnya tidak seperti ini. Gasing zaman dulu masih menggunakan tali dan tidak ada pegangannya seperti gasing Surabaya,” ujar salah satu wali murid yang merasakan perbedaan permainan tradisional zaman dulu dan sekarang.
“Dulu cara bermainnya di atas tanah, kalau sekarang palingan cuma di pencet-pencet. Permainan tradisional yang masih sering dimainkan itu congklak, sisanya jarang dimainkan,” timpal seorang wali murid lain merasa kenangan masa kecil kembali muncul dan berbagi cerita dengan anak-anaknya.

(Dokumentasi TGR Community, 2023)
Kenangan masa kecil sejatinya tidak akan pernah luput dari ingatan karena hal tersebut merupakan salah satu perjalanan yang akan selalu kita bawa hingga dewasa dan seterusnya. Anak-anak pun sepatutnya merasakan serunya bermain permainan tradisional di luar bersama teman-teman. Pengenalan sekolah dengan diselingi bermain permainan tradisional menjadi kolaborasi edukasi yang patut untuk dicontoh.
Jika Sobat TGR ingin berkolaborasi dengan TGR untuk melestarikan permainan tradisional bersama, caranya cukup mengisi formulir ini. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar (SMH/ed. NIU)
#permainantradisional #congklak #sekolahMitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.