Halo, Sobat TGR!
Endog-endogan dan Paciwit-ciwit Lutung bisa menjadi jawaban untuk kamu yang ingin memainkan permainan tradisional tanpa media alat bantu.
Permainan tradisional Endog-endogan dan Paciwit-ciwit Lutung merupakan permainan yang terbilang sederhana karena media permainannya hanya dimainkan menggunakan tangan dan diiringi dengan lagu saja lho. Permainan tradisional yang sangat memiliki ciri khas Sunda ini menjadi salah satu permainan yang terkenal dari Jawa Barat.
Pertama-tama mari kita simak cara bermain Endog-endogan, yuk!

(Dokumentasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, 2021)
Pertama, pemain bisa terdiri dari minimal dua orang. Para pemain menumpukkan tangannya secara mengepal hingga menyerupai telur.
Kedua, pemain akan bernyanyi bersama-sama dengan menggunakan lagu "Endog–endogan peupeus hiji pre." hingga sampai ke lirik kata "pre" maka tangan yang terkepal di paling bawah akan terbuka sampai seluruh telapak tangan menyentuh lantai.
Ketiga, setelah semua tangan pemain tidak ada lagi yang terkepal, anak-anak akan melanjutkan bernyanyi dengan lirik "Goleang-goleang mata sapi bolotot." biasanya ketika bait nyanyian ini dinyanyikan, anak-anak akan melakukannya sambil memegang dan membelalakkan matanya.
Adapun permainan Paciwit-ciwit Lutung adalah permainan yang mengharuskan semua pemainnya untuk mencubit punggung tangan hingga bisa tersusun sampai ke atas.
Simak cara bermain Paciwit-ciwit Lutung di bawah ini!

(Dokumentasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, 2021)
Permainan mencubit punggung tangan ini dilakukan satu persatu sampai bisa tersusun ke atas dengan diiringi nyanyian dari para pemain yang bernyanyi dengan menggunakan lagu "Paciwit-ciwit Lutung, si Lutung pindah kaluhur." Permainan Paciwit-ciwit Lutung ini bisa dimainkan minimal dua orang dan semakin banyak pemain pastinya akan semakin ramai.
Pertama, salah satu pemain bisa meletakkan tangannya pada posisi telungkup yang kemudian pemain selanjutnya yaitu pemain kedua bisa mencubit punggung tangan pemain yang pertama.
Kedua, pemain ketiga akan mencubit punggung tangan pemain yang kedua dilanjut pemain keempat dan seterusnya hingga akhirnya semua tangan pemain bisa saling mencubit punggung tangan pemain lainnya dan membentuk ke atas.
Ketiga, saat para pemain bernyanyi dan tepat pada lirik "Si Lutung pindah kaluhur" dinyanyikan, maka punggung tangan pemain pertama atau yang berada paling bawah akan berpindah untuk mencubit punggung tangan pemain terakhir atau yang berada paling atas sehingga berganti posisi. Langkah ini dilakukan berulang-ulang sambil diiringi nyanyian lagu Paciwit-ciwit Lutung.
Bermain dan bernyayi akan selalu jadi permainan yang menyenangkan. Disisi lain, tidak adanya menang atau kalah dalam permainan Endog-endogan dan Paciwit-ciwit Lutung mengajarkan kita bahwa dalam setiap kehidupan tidaklah harus selalu diisi dengan sebuah kompetisi atau persaingan. Selain itu pula, pada permainan Paciwit-ciwit Lutung mengajarkan kepada semua pemain tentang saling merasakan penderitaan orang lain, empati, berperilaku baik, dan memahami bahwa apapun yang akan kita perbuat atau lakukan akan selalu kembali pada diri kita sendiri.
Itu dia dua permainan tradisional tanpa media alat yang bisa kamu mainkan. Ada lebih banyak lho ide permainan tradisional lainnya yang bisa kamu lihat pada sosial media TGR Campaign. Lupakan Gadgetmu! Ayo Main di Luar! (SMH/ed.RK)
Sumber:
https://koropak.co.id/17476/filosofi-permainan-endog-endogan-dan-paciwit-ciwit-lutung
https://sabyan.org/8-permainan-tradisional-anak-sunda/8/
https://budaya-indonesia.org/PERMAINAN-ENDOG-ENDOGAN
https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=5942
Mitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.