Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Reog Ponorogo: Anak-Anak Lincah yang Berperan sebagai sosok Prajurit dan Patih.

Kamis, 22 Juni 2023 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 622 Kali

 

(Sumber: Sanggar Kawulo Batarangin)

 

Halo sobat TGR!

Pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu kesenian asli dari Ponorogo ini, tarian Barongan yang merupakan topeng gabungan dari kepala macan dan bulu merak dengan iring-iringan penari latar dan gamelan serta suara terompet khas yang dikenal luas sebagai Reog Ponorogo. Merupakan salah satu legenda rakyat yang berhubungan erat dengan sejarah berdirinya daerah Ponorogo. Kesenian ini kaya dengan nilai-nilai luhur budaya yang terus dilestarikan dari jaman nenek moyang hingga saat ini. 

 

 

(Sumber: Sanggar Kawulo Batarangin)

 

Pertunjukan Reog Ponorogo sering kita jumpai dalam kegiatan maupun acara yang bersifat resmi dan formal yang dilakukan oleh instansi tertentu seperti penyambutan, festival, dan lain sebagainya. Akan tetapi di daerah asalnya, yaitu Ponorogo dan daerah sekitarnya pertunjukan Reog ditanggap secara individu untuk acara-acara tertentu seperti pernikahan, khitanan maupun bersih desa, pertunjukan ini biasa disebut sebagai Reog Obyogan. Sobat TGR apakah pernah mengamati jika pertunjukan reog ini tidak hanya ditampilkan oleh oraang dewasa saja akan tetapi juga anak-anak?

 

Nah, biasanya untuk anak perempuan terutama yang berusia remaja tampil sebagai jathilan, yaitu penari pengiring yang membawa jaranan yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda, sedangkan untuk anak laki-laki umumnya memerankan sosok Bujang Ganong yang merupakan sosok patih muda yang cekatan, cerdik dan jenaka dengan menggunakan topeng yang mirip dengan raksasa berwarna merah dengan hidung besar.

 

 

 

(Sumber: Sanggar Kawulo Batarangin)

 

Jathilan umumnya berjumlah lebih banyak daripada Bujang Ganong, dan menari sesuai dengan koreografi yang sudah ada dengan membawa property jaranan, sedangkan Bujang Ganong selain menari juga lebih mempertunjukkan atraksi yang lumayan ekstrim seperti salto. Kira-kira sobat TGR adakah yang pernah menjadi salah satu yang ikut dalam pertunjukan Reog Ponorogo? Atau mungkin setelah membaca atrtikel ini menjadi penasaran dan ingin mencoba untuk ikut serta menjadi penampil? Yuk! Kita lestarikan legenda serta budaya kita satu ini! (MCH/ed.NAU)

 

Sumber:

Bekti, B. G. K. (2022) ‘Tradisi Reog Ponorogo Sebagai Budaya Penguat Jati Diri Bangsa’, Jurnal Budaya Nusantara, 5(2), pp. 75–82. doi: 10.36456/b.nusantara.vol5.no2.a4623.

Prihantono, P. M. O., Natadjaja, L. and Setiawan, D. (2009) ‘Strategi Pembuatan Film Dokumenter Yang Tepat Pendahuluan’. Available at: http://nirmana.petra.ac.id/index.php/dkv/article/view/18055 

https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/reog-ponorogo/v  

Permainan Traditional Komunitas Permainan Tradisional
Komentari Tulisan