Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Bukan Ikan, Inilah Permainan Tradisional Patil Lele!

Rabu, 08 Mei 2024 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 292 Kali

  Hai Sobat TGR! Siapa yang di sini suka mengonsumsi ikan air tawar bersungut panjang yaitu lele? Digoreng kering dan disantap menggunakan nasi hangat serta sambal, kebayang gak sih nikmatnya? Namun kita tidak akan membahas ikan lele, melainkan permainan tradisional yaitu “patil lele”.

 

Sumber:https://www.sinergipapers.com/pendidikan/pr-2872857433/membentuk-karakter-pelajar-melalui-3-permainan-tradisional-yang-memiliki-manfaat-positif?page=2

 

  Ya, Sobat TGR! kalian tak salah baca kok, meskipun namanya terdengar seperti nama ikan, namun patil lele merupakan permainan tradisional lho! Di berbagai daerah di Indonesia patil lele sendiri memiliki beragam nama yaitu gatrik di Banten dan Jawa Barat, benthing di Yogyakarta, tak-tek di Bangka Belitung, kayu doi di Nusa Tenggara Timur, dan berbagai nama lainnya seperti gatik, tal kadal, betruk, serta patok lele.

 

  Permainan tradisional ini dimainkan dengan sederhana, hanya membutuhkan sepasang potongan kayu atau bambu dengan ukuran yang masing-masingnya berbeda. Satu potongan pendek dijadikan kayu anak sebagai umpan kepada tim lawan, sementara yang lebih panjang dijadikan induk kayu untuk melempar tongkat anak. Tak hanya itu, permainan Patil Lele bisa dimainkan di mana saja, asalkan ada lahan terbuka yang cukup luas untuk bermain dengan leluasa.

Sumber : https://www.kompasiana.com/anjasprasetiyo/552815b4f17e61d8128b4590/bermain-sekaligus-belajar-dengan-permainan-benthik

 

  Selain persiapan alat dan lahan yang luas, permainan patil lele juga diperlukan keberadaan sebuah lubang, guna melemparkan tongkat agar bisa dicungkil dengan tongkat lainnya. Jika tidak ada lubang, alternatifnya Sobat TGR bisa dengan menyusun beberapa bilah kayu atau bata. Berikut ini adalah penjabaran cara bermainnya:

Sumber: https://eksotikadesa.id/topik/permainan-bentik/ 

 

  1. Permainan patil lele hanya bisa dimainkan oleh dua kelompok: kelompok pemukul dan kelompok penangkap, dengan jumlah pemain yang dapat disesuaikan di lapangan.

 

  1. Setelah menentukan urutan tim pemukul dan penangkap, giliran pertama harus diberikan kepada tim yang ditunjuk. Mereka harus meletakkan anak kayu di atas lubang atau susunan kayu, kemudian dengan penuh semangat, mencungkil anak kayu menggunakan kayu induk dari bawah. Aksi mencungkil ini diarahkan ke atas, menuju tim penjaga yang sudah siap untuk menangkap anak kayu yang dilemparkan.   

 

  1. Jika tim penangkap berhasil menangkap potongan kayu "anak", maka merekalah yang memenangkan ronde tersebut. Mereka berhak untuk bertukar peran dengan tim lawan yang awalnya bertugas sebagai pemukul kayu. Namun, jika tidak ada satupun anggota tim penjaga yang berhasil menangkap potongan kayu "anak" yang dilemparkan oleh tim lawan, maka tim penjaga harus segera melemparkannya kembali ke arah kayu "induk" yang telah diletakkan di atas lubang.

 

  1. Jika lemparan dari tim penjaga berhasil mengenai potongan kayu "induk", maka tim pelempar dianggap kalah dan harus bertukar posisi dengan tim penjaga. Namun, jika lemparan dari tim penjaga tidak berhasil mengenai potongan kayu "induk", maka tim pelemparlah yang akan mendapatkan poin.

 

  Dengan sekilas pandang, kita akan teringat akan olahraga tenis, bukan, Sobat TGR? Namun, patil lele jauh lebih sederhana dan tentunya mengundang gelak tawa! Selain itu, permainan ini juga tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tapi juga mental, lho! Bayangkan, dengan gerakan menangkap dan melempar, patil lele dapat mengasah kelincahan, kecepatan, fokus, keterampilan, dan tentunya ketangkasan kita.

 

  Nah, bagaimana kalau kita mencoba permainan ini? Yuk ajak teman, saudara, bahkan orang tua untuk ikut bergabung! Saatnya, Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (YOL/ed. HRV).

 

  Bagi sobat TGR yang tertarik untuk bekerja sama dengan TGR, akan sangat kami nantikan. Mulai dari berpartisipasi sebagai pengisi acara, tenant, hingga narasumber. Cukup klik tautan  di sini  ya, Sobat!

Referensi:

Nurdin Fathurrohman, M. 2021. 18 Jenis Permainan Tradisional Khas Sumatera Barat (Minangkabau). Blog.

Sunayah. 2021. Menganalisis Konsep Fisika Pada Permainan Tradisional. Kumparan.com

 

Permainan Tradisional Traditional Games Returns Patil Lele
Komentari Tulisan