Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Bukan Asal Tarik, Inilah Olahraga Tradisional Tarik Tambang!

Sabtu, 22 Juni 2024 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 184 Kali

 Halo Sobat TGR! Kalian pernah gak sih waktu kecil ingin bermain sama teman tapi kebingungan mau main apa karena kurangnya mainan? Eh… ketika clingak-clinguk, ternyata ada sebuah tali tampar usang! Bermodalkan sebuah tali usang dan  kekreativitasan, “voila!” jadilah mainan baru yaitu tarik tambang! 

 Sobat TGR pastinya sudah tidak asing bukan dengan permainan tradisional satu ini, iya betul sekali yaitu tarik tambang.  Tarik tambang sebagai permainan tradisional sendiri memiliki sejarah cukup panjang lho, yuk terus simak! 

(Dokumentasi TGR Community, 2024)

 Tarik tambang ternyata digunakan untuk melawan belanda pada masanya, lho sobat. Masyarakat pribumi indonesia yang dipaksa untuk kerja paksa memanfaatkan tarik tambang untuk menarik benda-benda berat seperti batu dan pasir. Pada saat itu para pekerja yang sedang menarik tali tambang sebagai bahan bercandaan, akhirnya menjadikan hal tersebut sebagai salah satu perlombaan. Oleh karena itu, permainan tarik tambang ini sering kita temui pada saat memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

  Memainkan tarik tambang tidaklah asal karena ternyata permainan ini memiliki berbagai aturan tak hanya asal tarik-menarik tali saja, tali yang dibutuhkan adalah tali tampar/tambang yang memiliki panjang 30-50 meter dan diberi tanda pada tengah tali menggunakan kain/cat merah dengan jarak 2,5 meter. Selain membutuhkan tali tambang untuk bermain, tarik tambang juga membutuhkan lapangan yang luas untuk tempat bermain, untuk panjang lapangan bisa 40 sampai dengan 60 M, sedangkan untuk lebar bisa 8 M, lalu pada tengah lapangan diberikan garis sebagai batas tarikan antar kelompok. 

(Dokumentasi TGR Community, 2024)

 Setelah mengetahui tali serta arena yang dipakai, tak afdol jika kita tidak mengetahui peraturan permainan  tarik tambang. Permainan ini bisa dimainkan oleh putra maupun putri secara berkelompok. Untuk memulai jalannya permainan berikut beberapa aturan yang perlu diingat ketika memainkan permainan ini. di antaranya:

  1. pengundian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis.
  2. Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia.
  3. Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing-masing untuk menentukan tempat.
  4. Sebelum aba aba peserta/regu telah mengambil tempat masing- masing pembantu wasit menghitung jumlah setiap regu, kemudian memberikan kode kepada wasit, apabila jumlah regu telah sesuai.
  5. Wasit memberikan aba-aba siap, peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba-aba berikutnya, jika ada aba-aba " YA " kedua regu melakukan tarikan. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha untuk membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. Jika salah satu regu dapat menarik melalui garis batas, maka diadakan pemindahan tempat. Kemudian dilakukan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat.

 Dalam permainan ini wasit atau pemimpin regu disarankan berjumlah tiga orang, yang terdiri dari satu orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan, wasit kepala ini dilengkapi dengan pluit. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan. Pemenang dari permainan tarik tambang ini adalah kelompok yang berhasil menarik kelompok lawan menuju area kelompok kita. 

 Permainan ini ternyata juga sudah dimainkan di berbagai belahan dunia lho, baik dari kalangan anak-anak maupun dewasa karena selain bermain, permainan ini bisa dijadikan olahraga yang menyenangkan karena mempengaruhi kekuatan otot tangan, kekuatan otot tungkai, dan kekuatan otot bahu, bahkan telah dilombakan di Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) sehingga dapat dikatakan tarik tambang merupakan olahraga tradisional.  Permainan ini sering digunakan oleh para pelatih prestasi sebagai pelatihan untuk melatih kekuatan otot tungkai (Pranata, 2016).

 Sedikit tips and tricks nih Sobat TGR, untuk bermain tarik tambang kalian dapati menarik tali dalam posisi selang-seling atau dengan pemain yang memiliki tubuh lebih besar diletakkan di belakang. Nah, bagaimana sobat TGR, tertarik untuk memainkan permainan ini? Dan tentu  akan menyenangkan jika memainkannya bersama orang-orang terdekat bukan? Yuk, berikan ruang pada anak-anak untuk bermain bersama-sama. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! (DA/e.d MUY dan HRV)

Bagi Sobat TGR yang tertarik untuk bekerja sama dengan kami, mulai dari menjadi pengisi acara, tenant, hingga narasumber, bisa klik tautan di sini ya, Sobat.

Referensi :

ALVA, Y. A. (2022). Eksistensi Olahraga dan Permainan Tradisional di Desa Harapan Makmur Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau (Doctoral dissertation, IKIP PGRI PONTIANAK).

ELA, P. (2022). Survei Perkembangan Olahraga Tradisional Di Kecamatan Batu Ampar (Doctoral dissertation, IKIP PGRI PONTIANAK).

Santoso, D. A., & Setiabudi, M. A. (2020). Analisis matematis fenomena fisik permainan tarik tambang. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, 6(2), 138-145.

Kurniawan, A. W. (2019). Olahraga dan permainan tradisional. Malang: Wineka Media.



Traditional Games Returns Permainan Tradisional Olahraga Tradisional Tarik Tambang
Komentari Tulisan