Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Merayakan HUT ke-497 DKI Jakarta dengan Bermain Permainan Tradisional di SEA Today

Senin, 24 Juni 2024 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 191 Kali

  “Nyok kite nonton ondel-ondel nyok…” Halo Sobat TGR, siapa yang di sini gak asing sama lirik tersebut? Yap betul sekali, lirik tersebut merupakan penggalan dari lagu daerah berjudul “Ondel-Ondel” dari DKI Jakarta yang pada tanggal 22 Juni 2024 kemarin berulang tahun ke-497! Dalam rangka merayakan ulang tahun ibukota tercinta kita ini, TGR diundang oleh stasiun televisi internasional SEA Today lho! Keren banget kan? Penasaran keseruannya? Yuk stay tuned!

(Youtube SEA Today, 22 Juni 2024)

  Kali ini TGR diwakili oleh Kak Esy Gracia sebagai hubungan masyarakat dalam program yang berjudul “SEA Morning Show”. Kak Esy membuka wawancaranya dengan menjelaskan bahwa Indonesia ternyata memiliki jumlah permainan tradisional yang terdokumentasi sebanyak 2600 permainan lho! Namun sayangnya, hanya 60% saja yang masih dikenal dan dimainkan, padahal permainan tradisional sendiri merupakan warisan budaya yang kaya akan kearifan lokal.

 Tidak lupa Kak Esy menerangkan bahwa TGR bergerak dalam kampanye untuk mengangkat kembali permainan tradisional agar tidak punah dan anak-anak terhindar dari kecanduan gawai yang menjadi salah satu masalah serius di era sekarang. Ia juga menjelaskan bahwa TGR sendiri berawal dari tugas kuliah pada tahun 2016 untuk mengukur bagaimana sebuah kampanye berjalan (shout out to our founder, Kak Nina!). Melihat animo yang baik, TGR terus berjalan hingga sekarang. Lagi pula ini hal yang baik kenapa tidak diteruskan, iya gak sih sobat?

(Youtube SEA Today, 22 Juni 2024)

  Selain menjelaskan latar belakang dari TGR, Kak Esy juga memperkenalkan program terbaru TGR yaitu TGR Hero yang mana program ini menjangkau berbagai komunitas di daerah-daerah untuk menginisiasi program bermain terkhususnya permainan tradisional. Langkah pertama, yang diambil itu membuka rekrutmen untuk komunitas di Jogja.

  Ternyata antusiasme warga Jogja cukup besar, namun yang lolos seleksi dari program ini sebanyak dua komunitas yaitu Sanggar Taman Mraen Mimpi dan Pemuda Peduli Jogja.  Sebelum itu, TGR sudah pernah mengadakan program yang serupa namun dengan melibatkan anak sebagai ambassador namun, belum efektif sehingga, formula baru yaitu TGR Hero tercipta.

  Oh iya Sobat TGR, ada beberapa momen unik lho pada acara ini. Pertama, para host terkaget-kaget ketika mengetahui bahwa TGR kebanyakan dijalakan oleh volunteer, keren kan? Yuk yang mau ikutan boleh banget hubungin kami ya! Kedua, ketika dua host mencoba bermain telepon kaleng dan tidak segera terhubung. Hal ini dikarenakan mereka tidak menarik benang yang sebagai perantara secara ketat, ya…ternyata bisa belajar fisika lho dari permainan telepon kaleng!

(Youtube SEA Today, 22 Juni 2024)

  Momen unik yang ketiga yaitu ketika Kak Esy meluruskan “perdebatan” para host mengenai permainan bekel yang dianggap sebagai permainan khusus perempuan. Ternyata permainan bekel ini bisa dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan, namun mengapa kok identik dengan perempuan? Kak Esy menjelaskan bahwa permainan ini dibawa oleh Belanda pada masa kolonial dan pada saat itu, perempuan tidak boleh bekerja. Sehingga untuk mengusir rasa bosan para anak perempuan memanfaatkan alat yang ada seperti bola dan batu dan menjadikannya sebagai mainan.

(Youtube SEA Today, 22 Juni 2024)

  Segmen telah berganti, sekarang waktunya bermain permainan tradisional! Kak Esy mengajak para host dan bintang tamu lainnya yaitu Chef Machel dari Master Chef Indonesia Season 9 yang sebelumnya memasak gultik untuk bermain engklek. Sebelum bermain, Kak Esy menerangkan bahwa engklek ini memiliki berbagai nama seperti dampu bulan, jengklek, dan salah satunya adalah hopschotch (nama internasional). Sebelum bermain, Kak Esy menjelaskan harus melakukan hompimpa terlebih dahulu untuk menentukan urutan siapa yang lebih dahulu bermain. Ternyata hompimpa sendiri memilik arti yang mendalam lho!

 

“Hompimpa’s meaning is from god to god, we play together. Even we play, we pray” (Gracia, SEA Morning Show, 22 Juni 2024). 

 

  Setelah melakukan hompimpa, pemain harus melempar gaco pada nomor sesuai urutan bermain dan melompati nomor tersebut. Nomor pada engklek sendiri terdiri dari satu sampai sembilan, namun…nomor sembilan ternyata tidak boleh dilompati. Sobat TGR tahu gak sih kenapa? Menurut penurutan Kak Esy, engklek sendiri memiliki filosofi stairway to heaven dan nomor sembilan merupakan simbolisasi dari surga. Untuk mencapai surga kita harus bekerja keras dan berbuat baik. Sungguh keren bukan kearifan lokal kita?

 

(Youtube SEA Today, 22 Juni 2024)

  Dari acara SEA Morning Show ini, kita dapat mengetahui bahwa permainan tradisional kita merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan yang paling penting tidak kalah menyenangkan kok dibanding gawai. Oleh karena itu yuk kita jaga sama-sama dengan mengenal kembali serta memainkannya agar tetap lestari. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (HRV)

 

 Penasaran keseruannya gimana? Yuk cek di sini : https://www.instagram.com/reel/C8ltA-ZSFy8/?igsh=a3k1czduNmM4OG1p 

 

 Bagi Sobat TGR yang tertarik untuk bekerja sama dengan kami, mulai dari menjadi pengisi acara, tenant, hingga narasumber, bisa klik tautan di sini ya, Sobat.

 

Traditional Games Returns Tgr Campaign Tgr Jalan-jalan Sea Today Sea Morning Show Hut 497 Dki Jakarta
Komentari Tulisan