Halo, Sobat TGR! Dalam rangka Special Day Level Satu (kelas satu) Sekolah Dasar Islam Fitrah (SDIF) Al-Fikri menggelar sosialisasi “Ayo Main Permainan Tradisional Indonesia Bersama Traditional Games Returns”. Sosialisasi ini diselenggarakan pada hari Rabu, 25 September 2024 dengan tema “Main, Sehat, dan Cerdas” dengan melibatkan 95 siswa kelas satu SD (empat rombongan belajar).
Sosialisasi dimulai pada pukul 08.30 WIB di saung serbaguna SDIF Al-Fikri, kawasan Depok, Jawa Barat. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan baris sesuai dengan rombongan belajar masing-masing. Setelah itu, Tim TGR mengawali sosialisasi dengan bermain tebak-tebakan permainan tradisional.
Bermain Tebak-Tebakan Permainan Tradisional
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Kak Aghnina menunjukkan permainan tradisional di hadapan para siswa seperti jejak langkah, dampu bulan, lompat karet, damdas, dan gasing sambil menanyakan satu per satu nama permainannya, di sini para siswa terlihat begitu antusias menebak nama permainan tradisional yang ada di hadapan mereka. Setelah berhasil menebak nama permainan tradisionalnya, kak Aghnina lalu menceritakan sejarah, nama penyebutan lain dan cara memainkannya.
Tak lengkap rasanya, jika para siswa tidak melihat langsung bagaimana cara memainkan permainannya. Tim TGR lainnya dengan sigap memberi contoh cara bermain dampu bulan, lompat karet, dan gasing. Kira-kira seperti apa ya antusiasmenya mereka?
Peragaan Permainan Gasing
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Para siswa begitu terpukau melihat atraksi gasing bambu yang diputar begitu kencang sehingga menghasilkan bunyi yang nyaring. Melihat antusias yang begitu besar, tim TGR mengajak perwakilan siswa putra dan putri untuk maju ke depan untuk mencoba main di hadapan teman-teman lainnya.

Perwakilan Siswa dan Siswi Mencoba Bermain Gasing
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Setelah puas mencoba berbagai mainan tradisional yang disajikan, para siswa diajak menyanyikan lagu ampar-ampar pisang asal Kalimantan Selatan, rupanya mereka sudah hafal lho Sobat TGR! Setelah menyanyi bersama, kak Aghnina mengajarkan cara tepuk ampar-ampar pisang yang terdiri dari tiga level permainan.
Para siswa begitu semangat berpasangan sambil bertepuk tangan memainkan ampar-ampar pisang dan suit di akhir lagu. Sontak, mereka berteriak ketika berhasil menang suit dari lawan mainnya.

Potret Bermain Ampar-Ampar Pisang dan Suit di Akhir Lagu
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Keseruan belum berakhir, kak Aghnina mengajak para siswa untuk latihan konsentrasi dengan permainan kelompok. Cara bermainnya sederhana, ketika siswa mendengar aba-aba “ninja!” mereka harus menirukan gaya ninja sembari berteriak, aba-aba “ojek” untuk mencari dua orang teman dan pura-pura mengendarai ojek dan aba-aba “lampu lalu lintas” isyarat untuk mencari tiga orang teman dan berbaris menyerupai lampu lalu lintas. Semangat tiada henti dari para siswa meminta permainan terus dilanjut dengan aba-aba “bunga” untuk membuat lingkaran kecil berisi empat orang dan aba-aba “sampan” untuk mencari lima orang teman dan mendayung seolah berada di atas perahu.

Potret Keceriaan Bermain Permainan Konsentrasi
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Tak terasa satu jam sudah tim TGR menyosialisasikan permainan tradisional kepada para siswa, saatnya kembali ke kelas untuk snack time. Tepat pukul 10.00 WIB para siswa kembali lagi ke saung untuk sesi bermain post-to-post. 95 siswa level satu dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing kelompok berisi 11-12 siswa dengan didampingi 1-2 orang guru. Delapan kelompok tersebut akan berkeliling mengunjungi berbagai pos permainan tradisional yang terbagi di tiga tempat terpisah yaitu saung, lapangan voli, dan lapangan basket. Pos permainan tersebut antara lain:
Pos 1: Gasing bambu
Pos 2: Damdas tiga batu dan damdas 16 batu
Pos 3: Cublak-cublak suweng
Pos 4: Cingciripit dan ABC lima dasar
Pos 5: Dampu bulan
Pos 6: Lompat Karet
Pos 7: Balap karung dan estafet sarung
Pos 8: Egrang batok modifikasi bambu dan ular naga

Potret Keseruan Bermain Permainan Tradisional di Setiap Pos
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Para siswa mengaku antusias saat mengikuti permainan tradisional di setiap pos, karena merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Salah satunya adalah Fatiya yang paling suka bermain gasing, bahkan ia ingin sekali Tim TGR berkunjung lagi. So sweet banget gak sih?
“Halo aku Fatiya, aku paling senang main gasing karena ngelilitin talinya seru, tapi asik banget muterin gasingnya. Aku juga suka main tebak-tebakan nama hewan dan buah. Kakak-kakak nanti datang lagi ya ke sini. Terima kasih kayak.” Fatiya, siswa level satu Musda, SDIF Al-Fikri.
Bukan hanya para siswa yang antusias, Tim TGR pun begitu antusias mengajarkan permainan tradisional, seperti Kak Nenden yang sangat senang berinteraksi dengan para siswa.
“Hari ini aku jadi fasilitator untuk bermain egrang dan ular naga. Seru banget, anak-anak excited meskipun mereka kesulitan. Tapi ternyata ada anak yang cepat bermainnya sehingga memotivasi teman yang lain, bahkan mengajari teman lainnya.
Kalau ular naga mereka ga sabar untuk memainkannya. SDnya bagus banget karena ketika masuk, anak-anaknya diberi ruang untuk bermain dan gurunya sangat humble dengan teman-teman fasilitator. Mereka juga membantu saat para siswanya bermain, jadi anak-anak lebih tertib. Ada momen lucu saat itu, anak-anak perempuan saling berpelukan usai bermain dan mengucapkan terima kasih padaku, lucu banget!” Nenden Aisha, tim TGR fasilitator permainan egrang.
Kak Nenden menerangkan bahwa para siswa begitu antusias sekali, bahkan ada yang cepat bermainnya, bahkan ia mengajari teman-temannya. Momen unik juga terekam dalam memori Kak Nenden, ketika setelah bermain ada segerumbulan anak perempuan yang saling berpelukan dan mengucapkan terima kasih padanya. Kebayang gak sih, Sobat TGR kehangatannya?
Usai bermain permainan tradisional dalam pos, para siswa diarahkan kembali ke saung untuk bersiap-siap membuat permainan tradisional baling-baling bambu. Dipandu oleh para guru, adik-adik membuat sendiri mainan yang terbentuk dari bambu tipis dan kertas mika tersebut. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan menerbangkan baling-baling bambu di halaman depan saung. Say cheese!

Foto Bersama
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
“Dalam kegiatan ini kami mengadakan special day level satu dan mengajak tim Traditional Games Returns untuk berkolaborasi. Mashaallah sekali dari tim TGR, kesan-pesannya itu seru banget bahkan sampai anak-anak minta nambah lagi, mau main lagi, bahkan berkali-kali main permainan tradisional yang sudah disediakan tim TGR.
Dari anak-anaknya alhamdulillah happy banget, bahkan sampai lupa untuk minum karena saking serunya bermain dengan tim TGR. Untuk special day ini diselenggarakan dua kali dalam setahun. Kalau permainan tradisional sebelumnya belum pernah dikenalkan kepada level satu, makanya mau ajak TGR main di sini.
Aku suka banget main permainan tradisional balap karung dan gasing. Tadi ada anak yang kesulitan main egrang, karena butuh kefokusan dan keseimbangan tetapi mereka tetap berusaha mencoba sampai bisa. Semoga kita bisa berkolaborasi lagi ke depannya!” Ibu Ditha, guru dua level satu SDIF Al-Fikri.
Ibu Ditha, sebagai guru dua level satu SDIF Al-Fikri menerangkan bahwa para siswa sangat happy dengan diadakan acara ini. Banyak siswa yang ingin secara terus menerus bermain permainan tradisional yang telah disediakan tim TGR. Ibu Ditha berharap bahwa semoga ke depannya TGR dan SDIF Al-Fikri bisa berkolaborasi lagi.
Gimana nih sobat TGR? Seru sekali kan acara di SDIF Al-Fikri kemarin? Bermain permainan tradisional terbukti membawa kebahagiaan dan kegembiraan. Yuk untuk sobat TGR yang ingin berkolaborasi dengan kami, cukup klik tautan ini ya! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (AW/ed. HRV)
Traditional Games Returns Tgr Goes To School Ayo Main Permainan Tradisional Indonesia Sdif Al-fikri DepokMitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.