Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Yuk Mengenal Budaya NTT Bersama Para Siswa Sekolah Cikal Amri!

Sabtu, 12 Oktober 2024 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 1220 Kali

  Halo, Sobat TGR! Siapa yang di sini berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT)? Atau ada yang belum mengenali budaya dari NTT? Kalau begitu, yuk ikuti keseruan Tim TGR memperkenalkan budaya NTT di SD Cikal Amri, Jakarta Timur!

  Acara yang seru ini berlangsung pada tanggal 3 Oktober 2024 lalu, tepatnya jam 10.15-11.45 WIB, dibuka dengan sesi opening dan perkenalan Tim TGR. Pada sesi ini, kakak-kakak dari Tim TGR memperkenalkan diri dan menyapa 31 siswa yang hadir, “halo adik-adik semua!”

  Sesi selanjutnya, paparan tentang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disampaikan oleh Kak Nina dan Kak Mega. Mereka menjelaskan banyak hal mulai dari budaya dan kekhasannya, tempat wisata seperti Labuan Bajo hingga Pulau Komodo, suku-suku yang ada di NTT seperti Suku Belu (Tetun), Rote, Helong, Dawan, Marae, dan lain-lain,  rumah adatnya yaitu Musalaki, Lopo, Sumba, dan Mbaru Niang, baju adat, tarian adat, makanan khas, lagu khas, hingga permainan tradisionalnya. Para siswa SD Cikal Amri terlihat antusias mendengarkan cerita tentang daerah NTT yang mungkin belum banyak mereka kenal. 

Kak Nina dan Kak Mega Sedang Memaparkan Materi Tentang NTT

(Dokumentasi TGR Community, 2024

  Setelah penjelasan, acara berlanjut dengan sesi tanya jawab, di mana para siswa diberi kesempatan untuk bertanya seputar budaya NTT. Banyak pertanyaan menarik yang diajukan oleh siswa, mulai dari keunikan permainan NTT hingga pakaian adat daerah tersebut. Interaksi ini sangat menunjukan bahwa siswa di SD Cikal Amri yang memiliki jiwa keingintahuan tinggi, bahkan mereka terlihat memperhatikan dan mencatat dengan seksama, lho!

Para Siswa Terlihat Memperhatikan dan Mencatat Materi

(Dokumentasi TGR Community, 2024) 

  Sesi berikutnya adalah yang paling dinantikan, apa lagi kalau bukan bermain permainan tradisional! Pada sesi ini dibuka dengan permainan tradisional khas NTT, yaitu rangku alu yang melibatkan dua batang bambu panjang sebagai alat bermain.

  Para siswa SD Cikal Amri dengan semangat mencoba permainan ini, yang tidak hanya melatih ketangkasan, tetapi juga kekompakan dan koordinasi antar teman. Tawa dan semangat mewarnai sesi ini, menciptakan momen kebersamaan yang tak terlupakan, wah, seru banget ya!

Adik-adik Cikal Amri Mencoba Rangku Alu

(Dokumentasi TGR Community, 2024)

  Setelah cukup puas bermain rangku alu, saatnya kita bermain permainan tradisional lainnya! Kira-kira ada apa aja sih? Permainan tradisional yang dibawa oleh Tim TGR juga berhubungan dengan NTT lho, seperti congklak (motu), gasing (maka), dampu bulan (sikki dokka), lompat karet, dan keprayan. 

  Menariknya, permainan-permainan ini menunjukkan kesamaan dengan berbagai permainan tradisional di daerah lain, misalnya congklak yang dikenal sebagai motu bagi masyarakat NTT memiliki variasi di pulau-pulau lain di Indonesia, di mana setiap daerah memberikan sentuhan unik pada cara permainan ini dilakukan.  Sobat TGR pastinya sudah penasaran bukan dengan keseruan pada sesi bermain permainan tradisional ini? Yuk, check it out!

Potret Keseruan Siswa SD Cikal Almi Bermain Permainan Tradisional

(Dokumentasi TGR Community, 2024) 

  Bagaimana Sobat TGR, sudah terasa keseruannya bukan? Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Indonesia, khususnya NTT, yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Kak Nina juga mewawancarai dua siswa kelas 3 dari SD Cikal Amri, yaitu Gili dan Kiana mengenai permainan apa yang paling mereka sukai dari NTT. 

  Gili dengan malu-malu menjelaskan bahwa permainan tradisional yang ia sukai adalah keprayan. “Permainan tradisional, yang stik itu (keprayan)ujar Gili. Sedangkan Kiana menerangkan bahwa ia menyukai kain tenun dan tentunya ingin bermain permainan tradisional lagi. “Aku lebih menyukai kain tenun dan ingin bermain permainan tradisional lagi,” ujar Kiana.

  Selain itu, Kak Nina juga mewawancarai salah satu volunteer dari Tim TGR, yaitu Kak Gaga, calon anggota divisi AI TGR Batch 8 yang juga pertama kali mengikuti kegiatan volunteer TGR.

“Asli pusing banget, beda dengan kondisi LDP…itu beda banget! Di LDP kita banyakin interaksi, dalam artian ya kaya tadi “halo adek, hai” dan segala macem. Kalo ini kan kita…ilmunya kita dapet, games-nya kita dapet. Kalau di LDP ya itu, cuman sekedar berinteraksi, trauma healing lah, kesannya dapet banget, pertama kali ikutan acara TGR kesannya asik!” Ujar, Kak Gaga.

  Menurut penuturan Kak Gaga, dia sebelumnya merupakan salah satu volunteer dari LDP (Layanan Dukungan Psikososial) menerangkan bahwa pengalamannya pertama kali mengikuti kegiatan volunteer di TGR memberikan kesan yang asik. Ia merasa mendapat “paket komplit” karena selain berinterkasi dengan adik-adik, di TGR juga mendapatkan ilmu serta keseruan seperti bermain games

  Eits, tidak berhenti di situ saja Sobat TGR! Kak Nina juga mewawancarai salah satu guru dari SD Cikal Almi, yaitu Ibu Yunindar mengenai mengapa memilih NTT sebagai tema dalam kegiatan ini?

“Kita kan playgroud-nya pagelaran seninya, pagelaran seninya itu sebenarnya “Playground of Nusa Nipa” sebenernya, NTT lah kan? Cuman kalo anak-anak ya udah lah ya, NTT aja gitu kan. Terus dikaitkan dengan pembelajaran. Untuk yang pembelajaran ini, mereka lagi belajar traditional games sama modern product, gitu. Ya udah, kita kaitin aja dari kegiatan sekolah, tahunan, kita kaitin sama pembelajaran sehari-hari gitu”, ujar Ibu Yunindar.

  Berdasarkan penuturan Ibu Yunindar, dapat diketahui bahwa ternyata SD Cikal Almi memiliki berbagai acara seperti pagelaran seni yang bertajuk “Playground of Nusa Nipa” yang berkolerasi dengan NTT. Alhasil, hal ini dikatikan dengan pembelajaran yang kebetulan para siswa sedang belajar tentang permainan tradisional dan modern product, jadinya disatukan deh

  SD Cikal Almi ternyata berusaha memperkenalkan budaya-budaya Nusantara yang kaya ini kepada para siswanya, keren banget gak sih? Selain itu, Ibu Yunindar juga menerangkan bahwa memperkenalkan permainan tradisional ini penting bagi para siswa karena, nantinya akan menjadi pengalaman yang berkesan sehingga akan tertanam di benak mereka.

“Pengalaman kan ya? Dari pengalaman mereka mencoba, itu kan pasti sesuatu yang diingat lah bukan cuman ngehapalin doang, “apa sih namanya ini”, tapi bener-bener terjun merasakan. Harapannya nanti mereka ketika diberi waktu untuk bermain, ya ide-ide dari permainan ini yang mereka munculkan “aku mau dong main ini”. Ini kan salah satu cara melestarikan permainan tradisional juga kan?”, tambah Ibu Yunindar.

  Wawancara siswa SD Cikal Almi sudah, volunteer TGR, sudah, guru dari SD Cikal Almi juga sudah. Nah, kali ini Kak Nina juga memberikan kesan nya selama mengikuti kegiatan ini lho, Sobat TGR!

Adik-adik Cikal Amri sangat tertib dan memperhatikan ketika aku menjelaskan. Mereka menulis di catatan dan terus-menerus memberi pertanyaan menunjukkan keingintahuannya yang tinggi”, ujar Kak Nina.

  Tidak lengkap jika kegiatan ini tidak ditutup dengan sesi foto bersama. Yuk unjuk gigi kalian dan katakan “Cheese!”

Foto Bersama Tim TGR dan Siswa SD Cikal Almi

(Dokumentasi TGR Community, 2024) 

  Begitulah keseruan kegiatan Tim TGR kali ini di SD  Cikal Amri untuk mengenalkan kebudayaan NTT, sekaligus bermain permainan tradisional bersama. Bagaimana Sobat TGR? kegiatan bersama Tim TGR sangat seru, bukan?! Yuk tunggu apalagi? Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (TU/ed. RN dan HRV)  

  Untuk Sobat TGR yang ingin berkolaborasi dengan kami, mulai dari menjadi pengisi acara, tenant hingga narasumber, hubungi kami dengan klik tautan ini ya.

 

Traditional Games Returns Tgr Goes To School Permainan Traditional Permainan Tradisional Ntt Kegiatan Edukasi Bersama Tgr Sd Cikal Amri Kesenian Dan Tradisi Ntt
Komentari Tulisan