Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Yuk Telusuri Budaya Bali Melalui Permainan Tradisional Penyu Mataluh!

Sabtu, 19 Oktober 2024 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 1501 Kali

  Halo, Sobat TGR! Seperti yang kita tahu, Bali merupakan daerah yang memiliki pesonanya tersendiri tentang keindahan alamnya, baik pegunungan maupun lautnya, oleh karena itu Bali kerap disebut sebagai “Pulau Dewata”, pulau tempat tinggal para dewa. Selain itu, Bali juga terkenal dengan kebudayaan dan hewannya yang unik, salah satunya adalah penyu. 

  Penyu sendiri merupakan hewan yang cukup unik, ia menghabiskan seluruh hidupnya di lautan lepas, namun ia bertelur di daratan (tepatnya di pantai). Nah, penyu biasanya bertelur pada malam hari dan menguburnya di dalam pasir untuk melindungi telurnya dari predator.

Foto Penyu

  Hewan ini sangatlah melekat pada kehidupan masyarakat Bali, terutama yang tinggal di daerah pesisir. Saking melekatnya nih Sobat TGR,  penyu menjadi inspirasi permainan tradisional di Bali, yaitu penyu mataluh. Kira-kira seperti apa sih sejarahnya permainan ini? Stay tuned!

Sejarah Permainan Penyu Mataluh

  Secara bahasa, penyu mataluh diambil dari bahasa Bali yang berarti “penyu bertelur”. Permainan tradisional penyu mataluh ini dipercaya lahir dari masyarakat Serangan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Pada daerah ini, berdekatan dengan  sebuah pulau kecil yang memiliki pasir putih dengan suhu hangat, dengan intensitas ombak yang tidak terlalu keras, oleh karena itu pulau ini menjadi tempat favorit para penyu bertelur.

Penyu ketika Bertelur

  Keberadaan dari telur-telur penyu ini menjadi daya tarik dari masyarakat daerah tersebut, terlebih lagi pada masa lampau, kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai nelayan. Setelah para penyu mengeluarkan telurnya pada bulan purnama dan mulai kembali ke laut, para nelayan mulai memburu telur tersebut.  

  Nah, dari kisah para nelayan mencari telur penyu inilah, permainan tradisional penyu mantaluh muncul! Permainan ini dimainkan oleh anak-anak daerah Serangan saat terang bulan purnama (Widiantara, dkk, 2019).

  Sobat TGR pasti sudah penasaran kan, dengan cara bermain penyu mantaluh? Sebelum itu, yuk kepoin apa fungsi sebenarnya dari permainan ini!

Fungsi, Nilai, dan Makna dari Permainan Tradisional Penyu Mantaluh

  Setiap permainan tradisional pastinya memiliki makna dan fungsinya tersendiri lho, Sobat TGR! Termasuk permainan tradisional penyu mantaluh yang berfungsi untuk menanamkan rasa cinta dan kelestarian alam pada diri anak. 

 Selain itu, bermain penyu mantaluh dapat memupuk nilai religius, humanis, keseimbangan, keselarasan, fleksibilitas, cinta lingkungan, cinta kasih, tulus, ikhlas, kedisiplinan, kejujuran, gotong royong, kekompakan, dan kepedulian. Permainan ini juga punya makna tersirat, yaitu sindiran kepada para pencuri telur penyu agar tidak melakukan tindakan ilegal itu lagi, mengingat penyu sudah terancam punah. Maka dari itu, telur penyu harus dilindungi agar tidak punah.

  Wow, ternyata cukup mendalam juga ya fungsi, nilai, dan makna dari permainan tradisional penyu mantaluh! Sobat TGR pastinya sudah penasaran bukan, bagaimana cara bermain permainan ini? Yuk simak!

Cara Bermain Penyu Mataluh

  Inti dari permainan ini sebenarnya cukup simple lho, Sobat TGR! Yaitu, para pemain ada yang berperan sebagai induk penyu dan para nelayan. Alat yang digunakan dalam permainan ini juga mudah ditemukan, hanya dibutuhkan sepuluh telur mainan (bisa diganti batu atau apapun yang ada) dan kapur sebagai bahan untuk membuat lingkaran tempat telur penyu.

Ilustrasi Arena Penyu Mataluh

(Dokumentasi TGR Community, 2024) 

  Penyu metaluh, merupakan tipe permainan tradisional yang menggunakan lagu sebagai iringan saat permainan berlangsung. Yuk, kita intip lirik lagu dari “Penyu Mataluh” di bawah ini.

Lirik Lagu Penyu Mataluh

 

Aturan Bermain Penyu Mataluh

  • Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan sepuluh orang anggota, yang di dalamnya terdapat satu orang sebagai penyu dan sembilan orang sebagai nelayan.
  • Ketika pemain penyu sudah ditentukan melalui suit, dan semua anggota sudah mendapatkan perannya masing-masing.
  • Maka langkah selanjutnya membuat garis lingkaran untuk pemain penyu dengan ukuran kecil sesuai dengan porsi tubuhnya saat jongkok.
  • Lalu membuat garis lingkaran besar untuk para pemain nelayan yang melingkari pemain penyu.
  • Untuk memulai permainan, pemain penyu akan mulai merangkak menuju pusat lingkarannya diiringi lagu “Cekuh Kunyit”, sesampainya di pusat lingkaran pemain penyu diperbolehkan jongkok ataupun duduk, lalu meletakkan telur penyu di sekitar lingkaran tempat duduknya dengan jarak yang tidak boleh kurang dari satu jangkauan tangan.
  • Setelah itu, para pemain nelayan akan berdatangan membentuk lingkaran sesuai garis lingkaran besar yang sudah ada, sambil diiringi lagu ”Penyu Mataluh”.
  • Selanjutnya, ketika lirik lagu terakhir dari lagu ”Penyu Metaluh” sudah terdengar, maka pemain penyu bersiap-siap untuk menjaga telurnya dari pemain nelayan yang akan mengambilnya saat lagu selesai dinyayikan.
  • Para nelayan yang mengintai sambil berjalan di luar lingkaran bahkan diperbolehkan masuk dalam lingkaran penyu apabila lagu iringan telah selesai dinyanyikan.
  • Kemudian pemain penyu menangkap tangan pemain nelayan yang hendak mengambil telur, dalam sesi tersebut pemain penyu juga diperbolehkan berdiri tapi tidak boleh keluar dari garis lingkarannya.

Berjalannya Permainan Penyu Mataluh

 

Cara Memenangkan Permainan Penyu Mataluh

  Cara memenangkan permainan penyu mataluh sebenarnya cukup mudah, ketika lagunya berhenti, pemain yang berperan sebagai penyu harus menangkap salah satu nelayan. Peran penyu akan digantikan oleh nelayan yang tertangkap.

  “Lalu, bagaimana jika para nelayan berhasil mengambil semua telur tanpa tertangkap?” Sebenarnya tergantung kesepakatan sih, pemain penyu juga tetap bisa diganti kok, dengan melalui suit. Oleh karena itu, semua pemain dapat memiliki kesempatan menjadi penyu maupun nelayan.

  Permainan penyu mataluh ini merupakan local wisdom yang perlu kita lestarikan bersama ya, Sobat! Mengapa? Ternyata, permainan ini sudah hampir punah lho, sedih banget deh! Sobat TGR tertarik memainkannya bersama orang terdekat? 

  Yuk ajak orang terdekat untuk bermain! Tak perlu sungkan-sungkan untuk hal yang seru bukan? Jangan lupa untuk  Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (DA/ed. HRV)

  Bagi Sobat TGR yang tertarik untuk bekerja sama dengan kami, mulai dari menjadi pengisi acara, tenant, hingga narasumber, bisa klik tautan di sini ya, sobat.

 

Referensi:

Nuryana, I. W., Megasari, N. W., & Mandra, I. W. (2021). Permainan tradisional Bali penyu mataluh sebagai media pembelajaran Dan pembentukan karakter anak berbasis kearifan lokal. Sang Acharya : Jurnal Profesi Guru, 2(1), 71. https://doi.org/10.25078/sa.v2i1.3240

Rasna, I. W., & Tresnayani, N. P. (2021). Values of local wisdom in traditional games Penyu Mataluh in Serangan: Study Ethnopedagogy. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 54(2), 346. https://doi.org/10.23887/jpp.v54i2.37355

Widiantara, D. M., Pradnyana, I. M., & Sindu, I. G. (2019). Film dokumenter permainan tradisional "Penyu mataluh". Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI), 8(2), 120. https://doi.org/10.23887/karmapati.v8i2.18193

Widiastuti, N. M., & Kusuma, P. S. (2021). Kajian Permainan Tradisional Bali Untuk Membantu Pembentukan Karakter Dan Keterampilan Sosial Anak. Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni, 9(2), 98-105. https://doi.org/10.31091/sw.v9i2.1740






Traditional Games Returns Permainan Tradisional Permainan Tradisional Bali Penyu Mataluh Penyu Permainan Tradisional Hampir Punah
Komentari Tulisan