Halo, Sobat TGR! Bagi sebagian orang, masa sekolah itu merupakan masa ter-ngangenin karena bisa bertemu teman-teman dan bermain bersama. So, siapa yang kangen sama masa sekolah? Kalau kalian kangen, mimin juga kangen nih sama masa sekolah.
Nah, untuk menghilangkan sejenak rasa kangen Sobat TGR di rumah, kali ini TGR mau bercerita pengalaman kami bermain bersama siswa-siswi di Binus School Simprug. Yuk kita simak bersama keseruan acara bermain kemarin!
Pada tanggal 5 November 2024 kemarin, TGR diberikan kesempatan oleh Binus School Simprug untuk mengisi acara di sekolah tersebut. Acara bertajuk “Immersion Class in School Program Binus Simprug” ini diadakan dengan tujuan untuk me-refresh para siswa setelah melakukan ujian sekolah dan juga menambah wawasan para siswa mengenai permainan tradisional Indonesia.
Acara kemarin dihadiri oleh kurang lebih 62 orang siswa dan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama dihadiri oleh 33 orang siswa (kelas 6-8) dan sesi kedua dihadiri oleh 29 orang siswa (kelas 9-10), serta diawali dengan pembukaan dari Ibu Alma, selaku perwakilan guru dari Binus School Simprug. Selesai pembukaan, Tim Binus menyerahkan seluruh acara untuk diisi oleh Tim TGR. So pastinya, kegiatan-kegiatan yang dibawa oleh Tim TGR bertajuk permainan tradisional.
Kegiatan pertama pada acara kemarin adalah presentasi yang diisi oleh Kak Anthez dengan mengangkat judul “The Magic of Traditional Games”. Melalui presentasi tersebut, Kak Anthez memperkenalkan permainan tradisional, mulai dari pengertian, perkembangan, jenis, esensi permainan tradisional, hingga permainan luar negeri yang mirip dengan permainan tradisional Indonesia.
Pemaparan Presentasi oleh Kak Anthez
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Selesai semua mendengarkan penjelasan dari Kak Anthez, para siswa yang hadir dibagi menjadi 5 kelompok pada sesi pertama dan 6 kelompok pada sesi kedua untuk bermain permainan tradisional. Permainan yang dimainkan terdiri dari engklek, egrang, estafet sarung, jejak, keprayan, gasing, buldozer, tarik tambang, ABC 5 dasar, karet, ular naga, Hula Hoop. Tiap permainan dalam satu pos dimainkan selama sepuluh menit.
Semua siswa yang hadir dalam acara kemarin, baik siswa dari Indonesia maupun luar Indonesia, berpartisipasi dalam keseruan bermain permainan tradisional. Pasti Sobat TGR jadi kepo kan sama kegiatan bermain kemarin? Sini-sini kami tunjukkin keseruan bermain kemarin!
Bermain Permainan Keprayan
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Bermain Permainan Egrang
(Dokumentasi TGR Community, 2024)

Bermain Permainan Jejak
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Nah, FYI aja nih buat Sobat TGR di rumah, jadi kemarin itu acara dimulai lebih awal dari rundown kegiatan, sehingga di sesi pertama masih terdapat kelebihan waktu untuk kegiatan bermain. Untuk mengisi kelebihan waktu itu, Tim TGR gunakan untuk membuat pertandingan permainan bagi setiap kelompok. Permainan yang ditandingkan adalah tarik tambang dan buldozer.

Tanding Tarik Tambang
(Dokumentasi TGR Community, 2024)

Tanding Buldozer
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Selain itu, para siswa juga melakukan permainan ular naga, yang mana semua siswa yang hadir di sesi pertama, yaitu 33 orang, dibagi menjadi 2 kelompok besar. Fun fact, mereka yang bermain ular naga itu, awalnya tahu permainan tersebut sebagai permainan “London Bridge is Falling Down”. Audriana bercerita bahwa teman-temannya langsung teringat ke permainan “London Bridge is Falling Down” ketika ada 2 orang yang berposisi membentuk seperti terowongan.
“Teman-temanku tuh taunya ini mainan “London Bridge is Falling Down” lho kak. Makanya pas tadi ada yang berposisi seperti terowongan, mereka langsung nyanyiin lagu “London Bridge is Falling Down”. Tapi kan emang ada perbedaannya ya kak sama ular naga, yang pas bagian kejar-kejaran untuk rebutan anak”.
“Nah dari situ tuh, baru mereka tau perbedaan 2 permainan itu. Overall, ini permainan yang paling seru sih kak buat aku” ujar Audriana, siswi kelas 9.

Bermain Ular Naga
(Dokumentasi TGR Community, 2024)
Di balik keseruan acara kemarin, ternyata ada cerita unik juga nih Sobat TGR! Jadi, karena Binus School ini merupakan sekolah bertaraf internasional, maka para siswa pun ada dari berbagai negara. Bahasa yang digunakannya pun bahasa Inggris. Meskipun demikian, hal tersebut tidak menjadi kendala buat bermain kemarin, bahkan siswa-siswa internasional itu excited sekali buat memainkan permainan yang ada.
Selain itu, hal yang bikin Tim TGR amazed adalah waktu para siswa bermain ABC 5 dasar. Ada satu siswa dari India bernama Dev, ketika bermain ABC 5 dasar dengan tema “Semua Hal tentang Indonesia” dan keluar huruf G, dia langsung menjawab dengan jawaban “Garuda”. Itu cukup jarang lho buat orang-orang melontarkan jawaban seperti itu pas bermain, wow banget kan Sobat.
Ke-amaze-an saat bermain ABC 5 dasar masih berlanjut, namun kali ini dengan tema “Nama Negara dan Kota yang Ada di Dunia”. Saat ada salah satu siswa yang kesulitan menyebutkan nama negara, teman yang lain membantunya dengan memberikan clue yang cukup unik, seperti negara dengan pajak terendah dan lainnya. Jadi makin wow lagi kan, Sobat?
Keseruan bermain ABC 5 dasar dirasakan oleh Alisha. Alisha, siswi kelas 6 dari India, belum pernah sebelumnya memainkan permainan tersebut. Jadi, dari acara kemarin Alisha bisa mendapatkan pengalaman pertamanya dalam memainkan permainan ABC 5 dasar.
“I am happy to play ‘ABC 5 dasar’. This is my first time I play that game, and it’s so fun (Aku suka banget main ABC 5 dasar. Ini pertama kalinya aku main permainan tersebut dan itu seru banget)” ujar Alisha, siswi kelas 6.
Tak terasa keseruan kegiatan di acara kemarin berakhir dengan ditutup oleh foto bersama dan penutupan oleh Bu Alma. Bu Alma sangat terkesan dengan acara kemarin dan berterima kasih kepada tim TGR karena sudah mau diajak untuk mengisi acara sekolahnya.
"Saya sangat berterima kasih kepada TGR karena telah membantu kami menyosialisasikan permainan tradisional. Meskipun permainan yang populer di Indonesia tidak sepenuhnya berasal dari Indonesia. Seperti orang Indonesia mengenalnya gobak sodor padahal aslinya datang dari Inggris dengan nama ‘Go Back Through the Door’” ujar Bu Alma.
“Saya juga beberapa kali sudah mengenalkan permainan tradisional kepada para siswa beserta sejarahnya. Jadi kegiatan kali ini sangat menambah wawasan dan pengalaman baru untuk siswa kami" tambah Bu Alma.
Faudya, selaku PIC dari Tim TGR untuk acara “Immersion Class in School Program Binus Simprug”, juga merasa terkesan dengan acaranya. Meskipun ini acara pertama yang dipegangnya sebagai PIC, Faudya sangat bersyukur dan senang dengan kepercayaan yang diberikan ini.
“Senang karena pas ketemu anak-anak kita lebih dilatih untuk ngomong Inggris dalam menjelaskan permainannya yang kadang mereka baru pertama kali nyoba, tapi pas liat mereka excited buat bermain dan minta penjelasan ulang buat bisa bermain jadi aku senang sekali” ujar Faudya, PIC acara.
Kak Ayu, selaku volunteer, juga ikut memberikan kesan dari acara kemarin. Dia merasa senang bisa mendapatkan pengalaman baru tentang permainan tradisional yang ada di Indonesia. Selain pengalaman baru, dia juga bisa mendapatkan teman baru dari mengikuti acara TGR kemarin.
“Kegiatan kemaren jujur seru banget dan aku bisa dapet banyak pengalaman dan tau hal baru tentang apa aja sih permainan tradisional yang ada di Indonesia. Aku juga jadi punya teman teman baru jugaa, pokoknya happy banget ngikutin kegiatan TGR ini” ujar Kak Ayu, volunteer TGR.
Nah kira-kira seperti itu gambaran keseruan acara kemarin. Jadi gimana? Apakah Sobat TGR ingin berkolaborasi dengan TGR untuk memeriahkan acaranya sekaligus bernostalgia bareng dengan permainan tradisional? Maka dari itu, untuk sobat TGR yang ingin berkolaborasi dengan kami, cukup klik tautan ini. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (ACN/ed. NRA)
Writer: Ayu Cristhine N
Editor: Naura Ashyffa
QC/Publisher: R. Harvie R. B. R
Traditional Games Returns Tgr Goes To School Binus School Simprug Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-anak Bermain Permainan Tradisional Nostalgia Permainan TradisionalMitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.