Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Era Digital Bak Simalakama Bagi Anak, Tenang Ada Jurus Jitu Hadapi Kecanduan Gadget!

Jum'at, 07 Februari 2025 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 623 Kali

  Halo, Sobat TGR! Sudah tak heran di tengah perkembangan teknologi yang pesat ini, kehadiran perangkat digital seperti gadget dengan jaringan internetnya kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan jumlah pengguna internet Indonesia pada 2024 mencapai 221.563.479 jiwa dari total populasi sebanyak 278.696.200 penduduk. 

"Ini menandakan peningkatan konsisten grafik tren positif penetrasi internet Indonesia dalam lima tahun terakhir yang naik secara signifikan," ujar Ketua Umum APJII Muhammad Arif saat mengumumkan hasil survei pengguna internet di Kantor APJII, Jakarta, Rabu (31/1/2024).

  Dari segi gender, kontribusi penetrasi internet di Indonesia, terdiri dari laki-laki sebesar 50,7 persen dan perempuan 49,1 persen. Sementara dari segi umur, orang yang berselancar di dunia maya mayoritas tak lain adalah Gen Z (kelahiran 1997-2012) sebanyak 34,40 persen.

  Lalu disusul generasi milenial (kelahiran 1981-1996) sebanyak 30,62 persen, Gen X (kelahiran 1965-1980) sebanyak 18,98 persen, dan Post Gen Z (atau juga dikenal sebagai Gen Alpha) sebanyak 9,17 persen. Sedangkan tingkat penetrasi pengguna internet berdasarkan wilayahnya, daerah urban masih paling besar dengan kontribusi 69,5 persen dan daerah rural kontribusi 30,5 persen. 

  Nah Sobat TGR, ada lagi nih riset yang dilakukan oleh organisasi bergerak di bidang kemanusiaan, yaitu UNICEF. UNICEF menyebutkan sebagian besar anak-anak (89 persen) menggunakan internet setiap hari selama rata-rata 5,4 jam per hari. Artinya, penduduk Indonesia dari berbagai generasi dan gender betah berlama-lama depan layar gadget-nya untuk berselancar internet.

Hasil Kajian UNICEF Terkait Pengetahuan dan Kebiasaan Daring Anak di indonesia

86 Persen Orang Tua Perketat Pembatasan Internet Bagi Anak

  Berdasarkan riset UNICEF yang dilakukan oleh di atas, sebesar 86,2 persen orang tua memberlakukan aturan pembatasan penggunaan internet terhadap anak, 78 persen orang tua mengawasi perilaku daring anak mereka. Lalu, 59 persennya orang tua menyatakan anak-anak mematuhi aturan pembatasan penggunaan internet.

  Alasan diperbolehkannya anak-anak mengakses internet tak lain tujuan pendidikan mencapai 77,6 persen. Kemudian internet digunakan untuk menonton video 56,2 persen, permainan daring 47 persen, dan 20,2 persen dimanfaatkan untuk keperluan aktivitas sekolah dan belajar. 

  Menariknya, hampir 14 persen anak diizinkan oleh orangtuanya menggunakan Virtual Private Network (VPN). Katanya sih, supaya anak-anak bisa memainkan permainan di layar gadget mereka dan hanya 8 persen orang tua mengaktifkan mode VPN. Padahal nih Sobat TGR, penggunaan VPN jika tidak diawasi dengan benar maka rawan terjadi penyalahgunaan lho, terlebih lagi data pribadi juga rawan dibajak.

  Perlu diingat ya Sobat TGR, mengakses internet boleh saja tapi tetap ada batasan dan alasan keperluannya yang jelas. Kalau enggak, anak-anak bakal kecanduan menatap layar dan berdampak terhadap perilaku yang tidak terkontrol alias tantrum. Ditambah lagi, anak-anak juga mengalami kesulitan tidur, pastinya orang tua tidak terjadi seperti itu, kan?  

Hasil Riset UNICEF Mengenai Pengetahuan dan Kebiasaan Daring Orang Tua di Indonesia

 

Manfaat Gadget Bagai Dua Sisi Mata Uang

  Hasil studi Syifa, dkk (2018) menyimpulkan bahwa penggunaan gadget berdampak positif terhadap perkembangan psikologi anak, lebih tepatnya dalam ranah kognitif dan afektif. Bagai mata uang yang mempunyai dua sisi, gadget juga bisa memberikan dampak negatif. Pertama, kita membahas manfaat positif gadget, kira-kira apa saja ya, Sobat TGR?

Akses informasi 

  Gadget dapat menjadi gerbang bagi anak untuk menjelajah informasi dan pengetahuan. Beragam aplikasi edukasi, video pembelajaran, dan artikel menarik dapat membantu anak belajar dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Meningkatkan kemampuan 

  Kehadiran gadget dengan berbagai aplikasi termasuk permainan edukatif dapat mengasah kemampuan kognitif, motorik, dan bahasa anak. Contohnya permainan puzzle dan latihan menulis dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kreativitas, dan kemampuan solusi mengatasi masalah (problem solving).

Bisa mengembangkan bakat 

  Melalui gadget diyakini mampu mengembangkan bakat secara cepat dan otodidak. Contohnya aplikasi musik, video editing, dan desain grafis dapat membantu anak mengeksplorasi bakat seni serta lebih menjadi kreatif.

  Meskipun banyak manfaat, penggunaan gadget maupun mengakses internet yang berlebihan juga dapat membawa dampak negatif lho bagi anak-anak.  Apa saja sih dampak negatifnya? Yuk disimak poin-poinnya di bawah ini!

Menyebabkan kecanduan

  Menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar gadget dapat mengganggu aktivitas sehari-hari anak seperti belajar, bermain, dan bersosialisasi. Ini yang dinamakan kecanduan (addicted) terhadap gadget. Kalau anak sudah memasuki fase tersebut disertai tantrum pastinya orang tua akan bertindak keras bahkan sampai melakukan terapi dengan pergi ke psikologi untuk menyembuhkannya. 

Gangguan kesehatan 

  Masalah kesehatan juga dapat ditimbulkan dari kecanduan gadget seperti mata lelah, sakit kepala, obesitas, dan gangguan tidur lho, Sobat TGR. Cahaya dari layar gadget dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang menjadi alarm tubuh untuk tidur,  sehingga anak akan merasa kesulitan tidur dan akhirnya merasa lelah di pagi hari, jadinya malas bergerak alias mager deh.

Sulit bersosialisasi 

  Sudah banyak contoh nyata, bahwa anak yang terlalu fokus pada gadget dapat mengalami kesulitan bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain dalam dunia nyata. Hal ini dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional mereka. Agak mirip perilaku introvert, tapi orang dengan tipikal ini masih bisa kok menghadapi orang-orang dalam dunia nyata, namun “baterai sosialnya” langsung habis bergumul di ruang publik, hehe.

Paparan konten negatif 

  Ditambah lagi nih, akses internet yang begitu mudah dan cepat, anak-anak jadi bisa menjelajahi konten yang tidak pantas seperti kekerasan, pornografi, dan cyberbullying. Hal ini dapat berakibat negatif pada perkembangan mental dan emosional mereka.

Jurus Jitu Atasi Kecanduan Gadget!

  Dari hasil riset maupun sisi kesehatan dan psikologis, Traditional Games Returns (TGR) punya tips nih bagi orang tua agar anak menghindari kecanduan gadget. Disimak ya tips-nya, Sobat TGR biar “Paham!” (Slogan kental dari TikTokers, Kak Gem).

Berikan contoh yang baik untuk anak

  Jika anak sering melihat orang tua atau orang di sekitarnya menggunakan gadget hingga berlarut-larut, tidak menutup kemungkinan anak akan meniru perilaku tersebut (Tim Promkes RSST – RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, 2023). Oleh karena itu, berikan contoh yang baik bagi anak termasuk lingkungan sekitarnya. Ajak terus anak-anak berinteraksi tanpa harus bersosialisasi menggunakan gadget.

Batasi serta awasi penggunaan gadget 

  Pembatasan screen time pada gadget bisa menjadi tips selanjutnya yang dapat dilakukan orang tua terhadap anak. Apabila penggunaan gadget sudah melebih batas maksimal maka orang tua perlu mengalihkan kesibukan anak ke aktivitas seru lain seperti mendorong anak untuk melakukan hobinya dan bermain bersama mereka.

  Selain itu, orang tua juga perlu memberikan batasan konten yang dapat diakses oleh buah hatinya melalui fitur age-restricted. Apalagi di zaman sekarang, konten-konten semakin mudah untuk diakses melalui berbagai platform

Hindari penggunaan gadget pada anak usia dini

  Di era digital ini tentunya tidak sedikit orang tua menggunakan gadget sebagai jalan keluar untuk mengatasi anak agar tidak rewel. Memang cara ini dianggap paling cepat untuk menenangkan tantrum anak. 

  Namun, hasil yang didapat justru sebaliknya, karena cara tersebut dapat menyebabkan anak menjadi kecanduan, sehingga mereka cenderung lebih sulit untuk lepas dari gadget-nya. Bahkan lebih parahnya lagi dapat menyebabkan anak menjadi lebih sering tantrum apabila tidak diberikan gadget

  Alangkah baiknya jika penggunaan gadget pada anak usia dini perlu dihindari. Hal ini juga didukung oleh pendapat Sari (2024) yang menyatakan bahwa menghindari penggunaan gadget pada anak usia dini menjadi cara preventif untuk menghindari anak dari kecanduan.

Edukasikan bahaya penggunaan gadget pada anak

  Mungkin kalian menganggap tidak ada kaitannya antara gadget dengan kesehatan, nyatanya kedua hal tersebut justru berkaitan lho seperti sakit mata, leher, kepala, dan efek lainnya. Maka dari itu, perlu adanya edukasi dari orang tua kepada anak terkait bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan gadget yang berlebihan. 

Lakukan aktivitas yang menyenangkan!

  Orang tua dapat mengajak anak untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan sesuai dengan usianya. Aktivitas tersebut meliputi berkebun, memasak, bermain bola, atau kegiatan outdoor lainnya sehingga bisa menumbuhkan bakat maupun kemampuan bersosialisasi anak.

  Selain itu, Sobat TGR juga bisa kok mengajak anak-anaknya untuk bermain permainan tradisional sekaligus sebagai pengingat masa kecil orang tua pada eranya dan tentunya melestarikan salah satu kebudayaan Indonesia agar tetap eksis. Bermain permainan tradisional seperti kelereng, gasing, lompat tali karet, ular tangga, benteng-bentengan, pastinya dapat memberikan manfaat untuk tumbuh kembang anak dan tentunya menyenangkan!

Berikan mainan yang sesuai usia anak

  Orang tua perlu memberikan anak permainan yang sesuai dengan usianya sehingga dapat membantu perkembangan anak, baik secara motorik maupun kognitifnya. Selain itu, cara ini juga dapat mengurangi kecanduan gadget.

Seperti halnya pada anak usia 0-6 bulan, mereka dapat diberikan mainan yang berwarna mencolok dan bisa berbunyi. Sementara anak berusia satu tahun ke atas dapat diberikan mainan seperti puzzle atau permainan papan edukatif yang tingkat kesulitannya disesuaikan berdasarkan usia, salah satu contohnya adalah permainan tradisional damdas 9 batu atau 16 batu.

  Setelah memahami penjelasan mengenai dampak positif dan negatif gadget disertai trik untuk mengatasi kecanduan, semoga para orang tua lebih aware ya terhadap anak-anaknya.  Jadi tunggu apalagi, Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (ADEM/ed. HRV).

  Untuk Sobat TGR yang ingin berkolaborasi dengan kami, mulai dari menjadi pengisi acara, tenant hingga narasumber, hubungi kami dengan klik tautan ini ya.

Writer: Ade Miranti Karunia Sari

Editor: R. Harvie R. B. R

Graphic Designer: R. Harvie R. B. R

QC/Publisher: R. Harvie R. B. R

Referensi:

Aldodokter. (2024). Dampak gadget Pada Anak, Membongkar Sisi positif Dan Negatif! https://aldodokter.com/parenting/dampak-gadget-pada-anak/

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2024). APJII Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang

Novianti, A. C. (2024). Lupakan Gadget-Mu, Ayo main Di Luar: Inilah 8 tips Mengurangi Kecanduan gadget. Traditional Games Returns. https://www.tgrcampaign.com/read/760/lupakan-gadget-mu-ayo-main-di-luar-inilah-8-tips-mengurangi-kecanduan-gadget

Sari, R. P. (2024). 8 Cara Ampuh Atasi Anak Kecanduan Gadget. Cloud Computing Indonesia. https://www.cloudcomputing.id/tips-trik/atasi-anak-kecanduan-gadget

Syifa, L., Setianingsih, E. S., & Sulianto, J. (2019). Dampak Penggunaan gadget terhadap Perkembangan Psikologi pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 3(4), 538. https://doi.org/10.23887/jisd.v3i4.22310

Tim Promkes RSST – RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2023). Mengatasi dan Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2481/mengatasi-dan-mencegah-kecanduan-gadget-pada-anak

Traditional Games Returns Tgr Parenting Melawan Adiksi Gadget Tips Melawan Adiksi Gadget Adiksi Gadget Pada Anak
Komentari Tulisan