Halo Sobat TGR! Tidak terasa ya kita telah melewati bulan Ramadan dan juga merayakan hari Lebaran. Meskipun demikian, aku mau mengajak Sobat TGR throwback sedikit ke salah satu acaranya TGR pada saat menjelang bulan suci Ramadan kemarin.
Pada tanggal 8 Februari 2025, TGR diundang menjadi salah satu pengisi acara yang diadakan oleh Dompet Dhuafa, yaitu “Tarhib Ramadan”. Acara yang diselenggarakan di Lapangan Softball Gelora Bung Karno (GBK) kemarin mengangkat tema “Semesta Ramadhan Dompet Dhuafa: Gerbang Berbagi Tiada Batas”.
Dompet Dhuafa, merupakan lembaga filantropi Islam dan kemanusiaan yang bergerak sebagai pemberdaya umat dan kemanusiaan. Hadir pada tanggal 2 Juli 1993 dari jiwa-jiwa jurnalis Harian Umum Republika, Dompet Dhuafa memiliki visi dan misi dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur melalui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah (ZISWAF), serta dana sosial lainnya yang terkelola secara modern dan amanah.
Dalam pengelolaannya, Dompet Dhuafa mengedepankan konsep welas asih atau kasih sayang yang mengedepankan lima pilar sosial yaitu, kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, serta dakwah dan budaya. Berbagai program-program kebaikan telah dilakukan oleh Dompet Dhuafa, tetapi hal tersebut tidak membatasi jalan kebaikan dari lembagai ini.
Selain melalui program-program kebaikannya, Dompet Dhuafa juga menguatkan kolaborasi melalui perluasan jaringan layanan. Maka dari itu, lembaga ini telah hadir di 5 kantor layanan, 25 cabang dalam negeri, 5 cabang luar negeri, serta bekerja sama dengan 88 jaringan strategis di 33 negara.
Sejarah panjang yang mereka lalui, dari 1993-sekarang tetap konsisten untuk melayani sebagai lembaga kemanusiaan. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan dan dakwah, pada bulan Ramadan mereka memiliki sebuah acara khusus yang bernama “Tahrib Ramadan”, apa itu ya?
Dompet Dhuafa saat Meraih Tujuh Penghargaan pada Malam Puncak Indonesia Fundraising Award 2024
Tarhib Ramadan merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa di ruang terbuka sebagai bentuk sukacita menyambut datangnya bulan Ramadan, sekaligus untuk mengenalkan ke khalayak luas terkait pentingnya berbagi selama bulan Ramadan. Acara Tarhib Ramadan kemarin diramaikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari community activation, Dompet Dhuafa showcase ALS (Aksi Layanan Sehat), konser, serta stan makanan dan minuman.
Stan Makanan dan Minuman
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Anyway, ada beberapa UMKM lokal dari Dompet Dhuafa yang hadir pada stan makanan dan minuman kemarin, seperti salah satunya yaitu “Mysoa”. Fun fact-nya adalah stan tersebut merupakan milik salah satu alumni ajang pencarian bakat memasak dan juga aktif di beberapa kegiatan Dompet Dhuafa lainnya.
“Untuk stand-nya beberapa ada UKM lokalnya dompet dhuafa sih kak. Ada juga yang aku inget itu stand Mysoa, punya alumni MasterChef yang kebetulan aktif juga di beberapa kegiatan yang dompet dhuafa lakuin,” ujar Naufal, Divisi Activity Instructor TGR.
Community activation merupakan salah satu sesi dalam acara Tarhib Ramadan yang diadakan sebagai wadah para komunitas untuk berbagi kebaikan melalui caranya masing-masing. Dalam acara Tarhib Ramadan, sesi ini berlangsung mulai pukul 14.00–17.00 WIB dan salah satu komunitas yang diundang adalah TGR.
TGR sebagai komunitas yang mengampanyekan permainan tradisional ikut berpartisipasi dalam berbagi kebaikan melalui permainan tradisional. Kok berbaginya melalui permainan tradisional sih? Karena pada dasarnya berbagi kebaikan itu bukan hanya sekedar materi saja, melainkan berbagi kebaikan itu bisa berwujud immaterial, seperti kebahagiaan, ya Sobat.
Maka dari itu, permainan-permainan tradisional yang dibawa oleh Tim TGR terdiri dari congklak, gasing, damdas, dampu bulan, tapak jejak, dan ular tangga raksasa. Semua permainan digelar di lapangan rumput samping Lapangan Softball GBK agar dapat dimainkan oleh para pengunjung GBK.
Potret Keseruan Bermain Permainan Tradisional
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Satu per satu pengunjung yang hadir di GBK berdatangan ke area permainan tradisional, baik yang masih anak-anak hingga orang dewasa. Keseruan dirasakan oleh para pengunjung yang bermain di area permainan TGR, seperti Kinara yang berusia lima tahun.
Kinara menyebutkan bahwa selama sesi bermain, dia mencoba bermain permainan congklak dan gasing. Tapi, satu hal yang menarik adalah Kinara baru pertama kali memainkan congklak saat di acara kemarin dan sekaligus belajar berhitung melalui biji congklak yang ada.
“Aku ke sini bareng sama umma, abi, dan adik. Pergi ke sininya tadi naik kereta kak, dan emang ke sini tuh mau main aja. Ternyata pas dateng, lagi ada acara ini,” ujar Kinara, usia lima tahun.
“Tadi aku main congklak dan pertama kalinya banget aku main itu di sini. Terus juga aku berhasil ngumpulin 45 biji congklak kak. Abis beres main congklak, aku cobain main gasing, tapi kalau gasing, aku pernah main di rumah sih,” tambah Kinara.