Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Throwback: Keseruan Bukber Akbar bersama 200 Anak di Hotel Bidakara Jakarta

Selasa, 05 Agustus 2025 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 537 Kali

Halo, Sobat TGR! Beberapa waktu lalu, umat Islam memperingati tahun baru Islam 2025 atau 1 Muharram 1447 Hijriah. Peringatan ini tentunya memotivasi umat Islam untuk muhasabah dan memperbaiki niat sehingga menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Selain itu, peringatan tersebut juga menandai berakhirnya tahun 1446 Hijriah.

Walaupun telah berakhir, TGR menyimpan kenangan baik nan berkesan pada tahun 1446 Hijriah khususnya pada bulan Ramadhan. Maka dari itu, kali ini Sobat TGR diajak untuk menengok kembali acara buka puasa bersama pada 15 Ramadhan 1446 Hijriah atau 15 Maret 2025 yang lalu. Acara ini merupakan hasil kolaborasi TGR dengan Hotel Bidakara Jakarta yang didukung oleh empat majelis taklim, yaitu MT Al-Fatah, MT Al-Zahra, MT Al-Muslimah, dan MT Tebar Rahmat.

Kegiatan buka puasa bersama ini bertemakan “Merangkul kebersamaan dengan berbagi kebahagiaan”. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Bidakara Jakarta, Pancoran, Jakarta Selatan. Acara ini juga dihadiri oleh 200 anak yatim dan dhuafa beserta para pendampingnya yang berasal dari tujuh panti asuhan berbeda di Jakarta dan Bekasi.

Para Peserta Bersiap Mengikuti Kegiatan

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Sebelum kegiatan dimulai, para peserta dan sebagian besar panitia menjalankan salat zuhur. Setelah itu, Kak Nina selaku pemandu acara dari Tim TGR menyapa seluruh peserta dan meminta tiga peserta untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Namun, para peserta harus mengangkat tangan secara cepat agar dapat maju ke atas panggung. 

Usai terpilih oleh Kak Nina untuk maju ke atas panggung, tiga peserta melantunkan ayat suci Al-Qur’an yang diminta Kak Nina dengan lancar. Keren banget ya anak-anak pemberani ini! Kemampuannya ini pun diapresiasi dengan pemberian hadiah dari Hotel Bidakara Jakarta. 

Potret Tiga Peserta dan Tim TGR

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Setelah itu, Kak Nina langsung memulai sesi ice breaking agar para peserta terus bersemangat mengikuti kegiatan sambil menjalankan ibadah puasa. Maka dari itu, para peserta bangkit berdiri dan bersiap mengikuti sesi ice breaking. Sebelum sesi ice breaking dilaksanakan, para peserta membentuk kelompok kecil berjumlah sekitar 11-12 anak. 

Potret Terbentuknya Kelompok

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Usai kelompok terbentuk, satu per satu anggota Tim TGR bergabung ke dalamnya dan bersiap mengikuti sesi ice breaking. Dipimpin oleh Kak Nina, sesi ice breaking menghadirkan beberapa permainan seru untuk para peserta, seperti cingciripit, kereta-keretaan, tepuk ampar-ampar pisang. Antusiasme anak-anak begitu besar dari senyum dan tawa yang terpancar saat bermain. 



Potret Keseruan Sesi Ice Breaking

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Sesi ice breaking telah usai dan saatnya menuju bagian utama kegiatan kali ini. Namun sebelum itu, Tim TGR memastikan 18 kelompok kecil yang sudah terbentuk saat sesi ice breaking tadi untuk berkumpul dan berbaris secara rapi. Setelah itu, satu per satu fasilitator bermain Tim TGR masuk ke dalam kelompok sebagai pemandunya.

Sebagai informasi, terdapat tiga rombongan besar yang masing-masing terdiri atas enam kelompok kecil. Masing-masing rombongan secara bergantian mengikuti tiga kegiatan seru dalam sesi utama kali ini. Tiga kegiatan tersebut antara lain: hotel tour, workshop mewarnai, dan permainan tradisional.

Lalu, ada kegiatan apa saja yang diikuti oleh seluruh kelompok dalam sesi utama ini? Nah sedikit informasi buat Sobat TGR, sesi utamanya mengadakan tiga kegiatan berbeda, yaitu hotel tour, workshop mewarnai, dan permainan tradisional.

Bidakara Hotel Tour!

Pada kegiatan hotel tour ini, Tim Hotel Bidakara Jakarta mengajak anak-anak untuk berkeliling hotel dengan mengunjungi tiga tempat yang berbeda, yaitu dapur, resepsionis, dan kamar. Di dapur, anak-anak melihat secara langsung para koki yang sedang memasak makanan dan minuman yang lezat nan menggiurkan untuk para tamu hotel. 

Potret Para Koki di Dapur

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Melihat hal tersebut, salah satu anak yang bernama Wina dari kelompok 11 pun mengakui dirinya merasa lapar saat berkunjung ke dapur. Sementara itu, salah satu anak dari kelompok 3, yaitu Raisa pun mengaku bahwa mengunjungi dapur hotel merupakan salah satu momen yang berkesan untuknya. Semangat terus para koki dan ditunggu masakan lezatnya, hehehe.

Dari dapur, mari bergerak ke ruang resepsionis! Resepsionis merupakan orang yang bertugas menerima para tamu untuk mendaftar masuk dan keluar hotel. Tim Hotel Bidakara pun menjelaskan kepada anak-anak terkait bagaimana peran dan tugas resepsionis di hotel saat melayani para tamunya.

Potret Resepsionis di Hotel

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Dari ruang resepsionis, mari berpindah ke kamar hotel lewat lift! Sesampainya di kamar hotel, senyum kebahagiaan terpancar di wajah anak-anak. 

Di kamar hotel,  anak-anak merasakan kenyamanan, baik saat berbaring di tempat tidur dengan suhu yang dingin, melihat pemandangan kota melalui jendela, dan mengamati dekorasi ruangannya. Hal tersebut disampaikan Wina, Raisa, dan Aura selaku peserta kegiatan usai berkunjung ke kamar hotel.

Melihat kamarnya bagus banget, Kak. Adem juga. Kita juga bisa lihat pemandangan dari atas sampai ke bawah,” ujar Wina selaku peserta dari kelompok 11.

Kamar Bidakara bagus banget. Aku lebih suka ke kasurnya,” kata Raisa sebagai peserta kegiatan dari kelompok 10. 

Kamarnya bagus. Pemandangannya indah, adem, bersih,” kata Aura selaku peserta kegiatan dari kelompok 16.

Potret Para Peserta di Kamar Hotel

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Melihat keceriaan anak-anak saat berkeliling hotel, Guruh Primawanto selaku HR Hotel Bidakara Jakarta pun ikut bahagia. Mas Guruh juga memahami bahwa tidak semua anak mempunyai kesempatan untuk berkunjung ke hotel. Maka dari itu, Hotel Bidakara Jakarta mengadakan hotel tour sembari memberikan edukasi terkait perhotelan kepada anak-anak.

Kalo dari saya sendiri sebagai pekerja hotel, subhanallah sekali bisa berbagi dengan anak-anak yatim, terus juga melihat ekspresi mereka yang begitu bahagia karena saya yakin tidak semuanya punya kesempatan seperti ini. Bahkan ada yang belum pernah sama sekali.

Makanya, kita di sini mencoba memberikan experience kepada mereka terkait ‘bekerja di hotel seperti apa?’, ‘di hotel ada proses apa saja?’. Jadi selain kita berbagi, juga ada edukasi,” ujar Mas Guruh selaku HR Hotel Bidakara Jakarta.

Workshop Mewarnai

Sesudah berkeliling hotel, saatnya para peserta menuangkan kreativitasnya dengan mewarnai tempat pensil. Tempat pensil tersebut bermotifkan batik. Suasana santai dan hangat begitu terasa saat para peserta mewarnai tempat pensil bermotifkan batik.

Hal tersebut tergambarkan dari tingkah laku anak-anak saat workshop mewarnai ini. Banyak di antara para peserta mewarnai sambil berbaring dengan santai. Selain itu, banyak anak juga mengobrol dengan pemandunya dari Tim TGR terkait hal-hal random saat mewarnai tempat pensil. 

Potret Para Peserta Mewarnai Tempat Pensil

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Bahkan, salah satu anak yang bernama Nizam dari kelompok 5, berinisiatif meminta pemandunya untuk menandatangani tempat pensilnya setelah diwarnai. Lucunya, inisiatif Nizam ini memicu teman-temannya dari kelompok 5 untuk melakukan hal yang sama sepertinya. Ada-ada aja ya gerakan tak terduga dari Nizam ini.

Saatnya Bermain Permainan Tradisional!

Sesudah mewarnai tempat pensil dengan santai, mari berlanjut ke permainan tradisional. Pada kegiatan permainan tradisional kali ini, terdapat enam pos yang tersedia untuk dimainkan para peserta. Enam pos tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Pos 1: Gasing
  • Pos 2: Lempar ring dan estafet sarung
  • Pos 3: Keprayan
  • Pos 4: Puzzle profesi
  • Pos 5: Speed cups
  • Pos 6: ABC 5 dasar

Potret Keseruan Bermain Permainan Tradisional

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Seluruh peserta menikmati enam pos permainan tradisional yang telah disediakan oleh Tim TGR. Beberapa anak, seperti Nizam, Radit, Wina, dan Asrob masing-masing menyukai salah satu dari enam permainan tradisional yang telah dimainkan.

Nizam yang merupakan peserta dari kelompok 5 mengakui bahwa dirinya menyukai gasing. Nizam menyukainya karena tarikan gasingnya terasa mulus dan berputar dengan begitu kencang. Melihat hal tersebut, Nizam mengatakan bahwa bermain gasing itu seru.

“Aku suka gasing karena tarikannya enak. Muternya kenceng. Pokoknya seru dah,” kata Nizam selaku peserta dari kelompok 5.

Sementara itu, Radit dan Wina sama-sama menyukai permainan tradisional keprayan. Walaupun sama-sama suka, ternyata ada perbedaan alasan mengapa keduanya menyukai keprayan. Radit dari kelompok 5  menyukai keprayan karena merupakan permainan tradisional yang memacu adrenalin. 

Permainan yang ngambil stik itu dan ga boleh gerak. Soalnya kayak nantang adrenalin gitu,” kata Radit selaku peserta dari kelompok 5.

Adrenalin Radit terpacu usai mengetahui aturan keprayan yang tidak mengizinkan pemainnya untuk mengambil lidi sambil menyentuh lidi lainnya. Kedengerannya begitu menantang, bukan? Nah hal itulah yang membuat Radit menyukai keprayan.

Berbeda dengan Radit, Wina dari kelompok 11 menyukai keprayan karena terdapat pelajaran hidup di dalamnya. Dari keprayan, Wina belajar bahwa terdapat kesempatan untuk mencoba lagi saat mengalami kegagalan. Keren banget Wina! 

“Yang disuka itu stik. Karena dari permainan itu, kita bisa belajar kalo gagal masih bisa coba lagi,”  kata Wina selaku peserta dari kelompok 11.

Sementara itu, Asrob dari kelompok 5 mengatakan bahwa dirinya menyukai permainan ABC 5 dasar. Asrob menyukainya karena permainan tradisional tersebut begitu sederhana dan seru untuk dimainkan oleh semua orang. 

Saya suka ABC 5 dasar. Soalnya itu permainan dasar yang seru,” kata Asrob selaku peserta dari kelompok 5.

Walaupun mempunyai latar belakang teknologi informasi (IT), Mas Guruh selaku HR Hotel Bidakara Jakarta justru lebih senang apabila anak-anak sering bermain permainan tradisional seperti ini dan mulai mengurangi bermain gadget. Mas Guruh khawatir anak-anak yang terlalu sering bermain gadget memungkinkan untuk menutup diri dari lingkungannya. Maka dari itu, Mas Guruh senang akan visi misi TGR yang berfokus melestarikan permainan tradisional sehingga anak-anak dapat memainkannya sambil bersosialisasi di lingkungannya.

Surprisingly saya sangat senang dengan TGR karena saya sebagai background IT tapi saya juga lebih senang kalau anak-anak itu tidak bermain dengan gadget. Karena terus terang saja ketika anak-anak main handphone, mereka jadi menutup diri.”

“Jadi dengan adanya TGR, saya sangat senang. Mereka mempunyai visi misi membawa anak-anak itu kembali ke permainan-permainan lampau,” ujar Mas Guruh selaku HR Hotel Bidakara Jakarta.

Sesudah asyik berkeliling hotel, mewarnai, dan bermain permainan tradisional, saatnya para peserta menunggu waktu berbuka puasa bersama dengan melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan mendengarkan ceramah dari ustaz. Seluruh peserta mengikutinya dengan penuh khidmat.

Potret Pak Ustaz Memberikan Ceramah

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Adzan maghrib berkumandang dan seluruh peserta pun berbuka puasa bersama. Sambil menikmati makanan dan minuman untuk berbuka, para peserta menyaksikan penampilan keren dari konten kreator Lolly Unyu bersama dua temannya. Dalam penampilannya, Mba Lolly dan dua temannya menyanyikan lagu-lagu religi yang menguatkan nuansa bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Potret Penampilan Lolly Unyu dengan Dua Temannya

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Pendapat Mereka Tentang Keseruan Kegiatan

Para peserta yang merupakan anak-anak merasakan kebahagiaan dan menganggap bahwa acara buka bersama kali ini seru, tak terkecuali Nizam, Radit, dan Asrob. Menurut mereka, kegiatan kali ini seru dan menyenangkan. Harapannya, mereka dapat kembali bertemu dan bermain kembali di lain waktu.

Tidak hanya itu, Wina dari kelompok 11 juga berterima kasih kepada Tim TGR yang telah bersabar memandu anak-anak saat berkegiatan. Wina juga tidak lupa untuk memberikan semangat kepada Tim TGR dan pantang menyerah. Terasa positive vibes banget!

“Makasih banyak udah sabar sama anak-anak. Semangat terus buat ke depannya. Jangan menyerah,” pesan Wina selaku peserta dari kelompok 11.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan oleh Bapak Beben Samsori selaku perwakilan pendamping anak-anak dari Griya Yatim dan Dhuafa Suryo kepada TGR yang memeriahkan acara serta memberikan bantuan. Selain itu, Pak Beben juga terkesan dengan hadirnya permainan tradisional dalam acara ini sehingga mengalihkan perhatian anak dari gadget.

Kami mengucapkan terima kasih kepada TGR yang sudah memberikan bantuan dan acaranya pun cukup meriah. Semoga semakin berkah.”

Kegiatan bermain permainan tradisional sangat menarik buat anak-anak karena selama ini sibuk dengan gadget-nya. Dengan adanya permainan ini, bisa mengalihkan dari gadget ke permainan tradisional,” kata Pak Beben selaku pendamping dari Griya Yatim dan Dhuafa Suryo.

Pendapat serupa juga disampaikan pendamping anak-anak Yayasan Riyadhul Muchsinin, yaitu Nadzia Dibda. Bu Nadzia menilai hadirnya permainan tradisional tentunya menarik bagi anak kecil untuk melatih pikirannya. Bu Nadzia juga memuji Tim TGR yang ramah pada anak-anak selama acara berlangsung.

Menurut saya, permainan tradisional tadi itu menarik untuk anak kecil. Ada kayak permainan tradisional untuk mengasah pikirian sehingga ga bosen. Keren sih kakak-kakaknya juga ramah,” ujar Bu Nadzia selaku pendamping anak-anak Yayasan Riyadhul Muchsinin.

Mas Guruh selaku HR Hotel Bidakara Jakarta sekaligus ketua panitia acara buka bersama kali ini, merasa senang atas kelancaran kegiatannya. Melihat cerianya anak-anak bermain permainan tradisional, Mas Guruh pun berharap agar TGR terus mengimplementasikan visi dan misinya dengan baik serta menjadi komunitas yang bertumbuh ke arah yang lebih positif.

Overall saya sangat senang karena acara berjalan dengan baik dan anak-anak juga senang semua. Walaupun ada beberapa yang sakit, tapi enggak lama ikut kembali.

“Jadi, pesan saya buat TGR: Terus dijalankan visi misinya. Terus berlangsung komunitasnya. Jangan sampai kendor!” pesan Mas Guruh selaku ketua panitia acara.

Potret Tim TGR (Yolla) dengan Mas Guruh

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Mengingat acara kali ini berjalan dengan baik dan lancar, Mas Guruh mengungkapkan bahwa Hotel Bidakara Jakarta ingin mengundang kembali TGR sebagai mitra kolaborasi untuk menyelenggarakan kegiatan di waktu yang akan datang. Mas Guruh pun berharap agar kerja sama antara TGR dengan Hotel Bidakara Jakarta dapat berjalan setiap tahunnya.

“Masih dong! Kita sudah dua tahun berkolaborasi dengan TGR dan TGR setiap minggu itu mengadakan kids activity di Hotel Bidakara Jakarta. Kita senang sekali sebagai pekerja Hotel Bidakara dibantu oleh TGR.” 

“Saya berharap kerjasama ini akan berlangsung setiap tahun. Tidak hanya acara kali ini saja, melainkan acara lain juga bisa,” ujar Mas Guruh selaku HR Hotel Bidakara Jakarta.

Acara buka bersama ini ditutup dengan foto bersama dan pemberian santunan dari pihak Hotel Bidakara Jakarta dan empat majelis taklim kepada para peserta. Walaupun pada beberapa kesempatan para peserta melakukan hal-hal yang membuat Tim TGR mengelus dada, pada akhirnya hal tersebut meninggalkan kesan yang positif. Mereka bahkan masih memanggil nama kakak pemandunya dari Tim TGR sebelum pergi meninggalkan hotel.

Foto Bersama

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

TGR mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Hotel Bidakara Jakarta kepada tim untuk mengisi kids activity setiap minggunya. Harapannya, kolaborasi ini tetap terjalin dengan baik sehingga makin banyak anak yang mengenal permainan tradisional di tengah masifnya penggunaan gadget. Maka dari itu, jangan lupa untuk “Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!” (HCG/ed. HRV)

Bagi Sobat TGR yang ingin berkolaborasi dengan kami, baik menjadi pengisi acara, tenant, maupun narasumber, cukup klik tautan di sini, ya

Journalist: Yolla Wida Yollanda

Writer: Henrique Carlos Guterres 

Editor: R. Harvie R. B. R

Graphic Designer: R. Harvie R. B. R

QC/Publisher:  R. Harvie R. B. R

Traditional Games Returns Tgr Care Hotel Bidakara Ramadan 2025 Bidakara Hotel Tour Bermain Permainan Tradisional Workshop
Komentari Tulisan