Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Keseruan Tim TGR dalam Special Day Level 1 di Sekolah Dasar Islam Fitrah Al-Fikri Kota Depok

Minggu, 02 Nopember 2025 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 50 Kali

Halo, Sobat TGR! Tim Traditional Games Returns (TGR) kembali hadir di Sekolah Dasar Islam Fitrah Al-Fikri, yang berlokasi di Sukmajaya, Kota Depok pada 24 September 2025 lalu dalam kegiatan Special Day Level 1. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan anak untuk berpikir, melatih motorik dan fokus sekaligus menanamkan kebiasaan baik seperti bersabar dan mengantri. Selain itu, kegiatan ini juga menambah wawasan tentang berbagai permainan tradisional yang ada di Indonesia.

Peserta kegiatan Special Day Level 1 adalah siswa kelas satu yang terbagi ke dalam tiga rombongan belajar, yaitu kelas satu Mina, satu Mekah, dan satu Muzda dengan total keseluruhan 84 siswa/i. Seluruh siswa/i dibagi ke dalam enam kelompok dengan masing-masing terdiri dari 12-14 anak. 

Kegiatan dimulai pada pukul 07.45 yang diawali dengan sholat duha dan murojaah di kelas masing-masing selama 15 menit. Setelah selesai, tepat pada 08.00 WIB, seluruh siswa/i berserta guru pendamping kelompok berpindah ke Saung Firdaus untuk memulai kegiatan Special Day Level 1.

Potret Adik-Adik Kelas 1

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Acara kemudian dibuka oleh Ibu Anita selaku Kepala Sekolah Dasar Islam Fitrah Al-Fikri dan dilanjut oleh Kak Nina selaku perwakilan dari tim TGR. Pembukaan tersebut menjadi tanda bahwa kegiatan Special Day Level 1 telah resmi dimulai. 

Kak Nina melanjutkan keseruan acara dengan mengajak adik-adik untuk melakukan ice breaking melalui permainan cingciripit, cublak-cublak suweng, dan ampar-ampar pisang. Suara canda tawa terdengar memenuhi Saung Firdaus. Anak-anak tampak menikmati setiap permainan yang dimainkan pada sesi ice breaking untuk mengawali kecerian di pagi hari itu. 

Potret Bermain Cingciripit

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Keseruan kembali berlanjut ketika Kak Nina selaku founder dari Traditional Games Returns (TGR) memperkenalkan berbagai jenis permainan tradisional yang ada di Indonesia melalui materi presentasi interaktif. Adik-adik tampak antusias mendengarkan setiap materi yang disampaikan oleh Kak Nina. Hingga, tidak terasa 30 menit telah berlalu.

Potret Sesi Pengenalan Permainan Tradisional

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Adik-adik yang telah diperkenalkan dengan berbagai macam permainan tradisional yang ada di Indonesia semakin antusias ketika beralih ke sesi selanjutnya, yaitu workshop membuat baling-baling dari sedotan dan kertas yang akan didampingi oleh tim TGR. Dimulai dari merakit, menggunting, hingga mencoba memutar baling-baling agar bisa terbang. Kegiatan ini membantu melatih motorik sekaligus melatih anak untuk berpikir kreatif. 

Potret Adik Bermain Baling-Baling

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Setelah semua adik berhasil membuat dan menerbangkan baling-baling, sesi foto pun dilakukan untuk mengabadikan keseruan acara pada hari itu. Tim TGR, guru pendamping, dan adik-adik SD Fitrah Al-Fikri mempersiapkan senyum terbaik mereka. Tidak lupa, baling-baling yang telah berhasil dibuat oleh adik-adik mereka tunjukkan ke arah kamera dengan penuh semangat. 

Potret Sesi Foto Bersama

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Acara dilanjut dengan sesi istirahat. Adik-adik diberi waktu selama 30 menit untuk makan dan minum. Sesi istirahat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh adik-adik untuk mengisi energi sebelum bermain berbagai permainan tradisional yang telah dipersiapkan oleh tim TGR. 

Terdapat enam pos permainan tradisional. Pos 1 dan 2 berada di Saung Firdaus. Kedua pos tersebut diisi permainan congklak, damdas 3 batu, dan damdas 16 batu. Sementara pos 3-6 tersedia permainan ular naga, gasing, top bulldozer, dan engklek yang tersebar di berbagai sudut sekolah. Ada yang berlokasi di lapangan basket, lapangan voli, hingga di selasar kelas. 

Potret Bermain Gasing, Damdas 3 Batu, dan Damdas 16 Batu

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Setiap pos akan dipandu oleh tim TGR dan akan ada satu guru yang akan mendampingi tiap kelompok. Masing-masing kelompok diberi waktu selama 15 menit untuk mencoba permainan tradisional yang ada di setiap pos. Anak-anak tidak hanya diberikan kesempatan untuk bermain, tapi juga belajar mengenal nama lain dari setiap permainan tradisional, sejarah singkat masing-masing permainan, hingga manfaat dari setiap permainan yang mereka mainkan. 

Potret Bermain Top Bulldozer, Ular Naga, Congklak, dan Engklek

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Bermain permainan tradisional bukan sekadar hiburan, melainkan juga menjadi bagian penting dari dunia dan hak anak. Melalui permainan tradisional, anak-anak diajarkan untuk melatih konsentrasi, kreativitas, kerja sama tim. Tidak hanya itu, permainan tradisional juga menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan inisiatif terhadap lingkungan sekitar. 

Potret Foto Bersama di Pos Engklek

(Dokumentasi TGR Community, 2025)

Melihat anak-anak bermain dengan antusias membuat tim TGR merasa sangat bersyukur atas kepercayaan dari Sekolah Dasar Islam Fitrah Al-Fikri yang secara rutin melakukan kolaborasi dengan tim TGR. Semoga semangat untuk memperkenalkan permainan tradisional menjadi bagian dari kurikulum sekolah. TGR juga berharap anak-anak turut Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar guna menciptakan kebersamaan yang penuh makna melalui permainan tradisional di rumah bersama keluarga.

Writer: Aghnina dan Putri Aulia Zulfa

Editor dan Publisher: Putri Aulia Zulfa

Graphic Designer: Putri Aulia Zulfa

Komentari Tulisan