Halo, sobat TGR! Bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan semangat dalam menjalani hari ya!
Anyway, kalian tau nggak kalau 80 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 17 Agustus tahun 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya setelah melalui perjuangan panjang melawan penjajahan. Ya, sudah pasti tau, kan?
Momen bersejarah tersebut menjadi tonggak awal bagi bangsa Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri, membangun negeri dengan semangat persatuan dan gotong royong rakyat Indonesia. Nah, pada tahun ini yaitu 2025 Indonesia telah memasuki usia kemerdekaan yang ke-80 tahun.
Namun, Semangat juang dan rasa cinta terhadap tanah air masih terus menyala, lho Sobat TGR. Tak hanya dalam upacara bendera, tapi juga dalam kebersamaan dan keceriaan rakyatnya.
Sebagai bentuk peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, pada tanggal 17 Agustus 2025 lalu, Tim TGR kembali berkolaborasi dengan Voluntrip by Kitabisa menggelar lomba-lomba seru yang melibatkan para warga Kelurahan Cempaka Putih Barat, serta para relawan Voluntrip. Yuk, kita intip keseruannya!
Pembentukan Kelompok dan Yel-Yel Kreatif
Kegiatan diawali dengan sesi registrasi peserta dan pembagian kelompok. Total peserta terdiri dari 30 warga Kelurahan Cempaka Putih Barat dan 15 relawan dari Voluntrip.
Setelah proses registrasi, seluruh peserta dibagi secara acak ke dalam enam kelompok. Masing-masing kelompok kemudian diminta untuk saling berkenalan dan menyusun yel-yel atau jargon sebagai bentuk kekompakan tim.
Sebelum masuk ke sesi lomba permainan tradisional, setiap kelompok diminta untuk menampilkan yel-yel atau jargon yang telah mereka buat sebelumnya. Suasana pun menjadi semakin meriah dengan teriakan semangat dan kreativitas masing-masing tim. Setelah itu, tiap kelompok diarahkan untuk berfoto bersama sebagai dokumentasi sekaligus kenang-kenangan kebersamaan tim mereka.
Perkenalan Anggota Kelompok
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Lomba Permainan Tradisional Sesi 1
Yel-yel antar kelompok sudah selesai, sudah saatnya kita bergeser ke sesi yang ditunggu-tunggu yaitu lomba permainan tradisional yang pertama! Di sesi ini, terdapat tiga pos dengan tiga permainan berbeda.
Mekanisme bermainnya, tiap pos terdapat dua kelompok yang bersaing memenangkan poin tertinggi. Lalu jika satu pos sudah selesai dimainkan, mereka lanjut ke pos selanjutnya secara bergiliran.
Di Pos 1 terdapat permainan paku dalam botol yang menguji kesabaran dan keseimbangan. Di pos tersebut, para peserta berlomba memasukkan paku ke dalam botol dengan tali yang diikat di pinggang.
Lalu di Pos 2 terdapat permainan estafet bola, yang mana tiap kelompok harus mengalirkan bola melalui bambu dari peserta ke peserta hingga mencapai piring di garis akhir. Bola yang paling banyak sampai ke piring akan mendapatkan skor tertinggi.
Kita lanjut di Pos 3 yang terdapat permainan bendera buta. Cara bermainnya yaitu, perwakilan anggota kelompok ditutup matanya dengan kain dan harus mengikuti instruksi rekan-rekannya untuk memasukkan bendera merah putih ke dalam botol yang ada di garis akhir sebanyak-banyaknya. Bendera yang paling banyak berhasil dimasukkan maka skornya semakin tinggi.

Sesi Pertama Lomba Permainan Tradisional
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Suasana kegiatan terasa sangat meriah dan penuh semangat. Para peserta, baik warga, maupun relawan Voluntrip tampak antusias mengikuti setiap rangkaian lomba. Tawa dan sorakan terdengar dari tiap pos, karena setiap kelompok terlihat saling mendukung dan bekerja sama untuk mendapatkan skor dengan sebaik mungkin.
Waktunya Istirahat dan Menikmati Snack
Tak terasa, 30 menit pun berlalu dan sesi permainan pertama telah selesai. Namun, semangat para peserta masih tetap menyala, lho! Meski sudah melalui berbagai tantangan di tiap pos, mereka masih terlihat antusias dan ceria.
Senyum dan tawa masih terlihat di wajah para peserta yang menandakan bahwa meskipun lelah, semangat mereka untuk bermain dan menikmati momen kebersamaan belum juga hilang. Nah, sebelum melanjutkan ke sesi permainan kedua, para peserta diarahkan menuju aula di lantai 2 untuk menikmati snack yang telah dibagikan oleh tim TGR. Momen ini dimanfaatkan peserta untuk beristirahat sejenak, menambah energi, dan saling bercengkrama setelah menikmati keseruan di sesi pertama.
Lomba Permainan Tradisional Sesi 2
Setelah menikmati snack dan beristirahat selama 15 menit, kegiatan pun kembali dilanjutkan ke sesi kedua yang berlangsung di aula lantai 2. Pada sesi ini, tiap dua tim kembali dibagi ke dalam tiga pos yang masing-masing posnya terdapat permainan-permainan yang berbeda dari sebelumnya.
Di Pos 4 terdapat pos Memory Games yang menantang peserta untuk mengingat urutan gambar dari poster yang telah disediakan. Pos 5 terdapat pos dengan permainan Indonesia Pintar, yang mana permainan ini dimainkan seperti permainan “Eat Bulaga.”
Lalu terakhir, di Pos 6 terdapat permainan membebaskan bola. Di pos ini, para peserta ditantang untuk bekerjasama dan menyusun strategi agar bola yang ada di dalam keranjang dapat dikeluarkan menggunakan sedotan.
Suasana di sesi kedua ini begitu meriah, beberapa peserta terlihat sangat serius menyusun strategi. Dan ada juga yang tertawa melihat tingkah lucu peserta lain saat menebak gambar di pos 5.
Lomba Permainan Tradisional Sesi Kedua
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Beberapa peserta juga merasakan nostalgia ketika bermain permainan Memory Games, salah satunya adalah pak Dian yang jadi teringat masa-masa waktu beliau masih sekolah. “Jadi teringat masa-masa kita dulu waktu sekolah,” jelas Pak Dian.
Pengumuman Juara Kelompok
Tidak terasa sesi lomba permainan tradisional telah berakhir, sekarang waktunya para peserta untuk beristirahat sejenak sembari menunggu Tim TGR menghitung skor dan menentukan pemenangnya dari skor tertinggi. Tapi tenang aja, semua kelompok tetap mendapatkan juara kok, jadi di sini semua peserta adalah pemenang.
Meskipun ada skor yang dihitung, inti dari kegiatan ini bukanlah soal menang atau kalah, melainkan tentang bagaimana seluruh peserta bisa bekerja sama dan bersenang-senang serta menanamkan semangat kemerdekaan. Sambil menunggu pengumuman juara, para peserta terlihat saling berbincang dan mengobrol santai.
Beberapa ada yang menceritakan kembali momen di sesi lomba sebelumnya sambil tertawa lucu. Tiap peserta terlihat begitu akrab satu sama lain dan suasana pun terasa hangat.
Nah, ini dia momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua peserta, yaitu waktunya pengumuman juara! Suasana langsung berubah menjadi penuh rasa penasaran. Semua kelompok tampak tidak sabar mengetahui jumlah skor yang didapat dari sesi games pertama.
Pengumuman juara disebutkan oleh Kak Nina. Juara pertama diraih oleh kelompok 3 dengan total skor 520, juara kedua diraih oleh kelompok 4 dengan total skor 450, juara tiga diraih oleh kelompok 2 dengan total skor 440. Lalu kelompok 6 meraih posisi juara 4, kelompok 5 meraih posisi juara 5, dan kelompok 1 meraih posisi juara 6.
Setelah pengumuman selesai dibacakan, Tim TGR mulai memberikan hadiah juara kepada masing-masing kelompok. Keceriaan tampak jelas di wajah para peserta yang menerima penghargaan atas kerja keras dan kekompakan mereka selama kegiatan berlangsung.
Tidak hanya itu, Tim TGR juga menyiapkan bingkisan sembako yang dibagikan kepada seluruh peserta dan masyarakat yang hadir. Tindakan sederhana ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus kepedulian terhadap partisipasinya selama kegiatan. Suasana penutup pun terasa begitu hangat, ditandai dengan senyum tulus yang terpancar dari wajah para peserta.
Pak Dian, salah satu warga Cempaka Putih Barat, turut menyampaikan kesan mendalamnya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, acara semacam ini membawa dampak positif karena memberikan ruang apresiasi bagi para petugas yang selama ini mengabdi pada Pemda DKI, khususnya di bidang kebersihan.
“Orang-orang yang mengabdi ke Pemda DKI dalam bidang kebersihan mendapatkan apresiasi. Ini suatu kebanggaan bagi saya, ternyata masih ada yang peduli terhadap orang-orang seperti kami ini,” ungkap Pak Dian.
Beliau juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. “Mudah-mudahan acara ini berlanjut-lanjut untuk waktu yang akan datang,” tambah Pak Dian.
Foto Bersama Peserta, Tim Voluntrip by Kitabisa, dan Tim TGR
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Nah, sobat TGR, itulah serunya rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-80 kali ini bersama para relawan Voluntrip by Kitabisa dan warga Cempaka Putih Barat.. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang perlombaan yang seru, tapi juga kebersamaan dan kepedulian yang bikin acara ini terasa hangat dan berkesan.
Semoga tahun depan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut ya, supaya makin banyak warga dan relawan yang bisa merasakan semangat persatuan dan kebahagiaan dalam merayakan kemerdekaan. Yuk, ikuti terus keseruan kegiatan TGR lainnya! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (TSN/ed. HRV)
Journalist: Tsania Nisrina Nur Azmi
Editor: Dinda Priska
Graphic Designer: R. Harvie R. B. R
QC/Publisher: R. Harvie R. B. R
Tradisional Games Returns Bermain Permainan Tradisional Ppsu Cempaka Putih Voluntrip By KitabisaMitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.