Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Throwback Memeriahkan Lomba 17-an Bersama Para Adik Binaan Komunitas Jendela Jakarta

Kamis, 20 Nopember 2025 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 220 Kali

Halo, Sobat TGR! Siapa di sini suka mengikuti lomba 17-an? Pastinya beberapa dari Sobat TGR senang mengikuti lomba 17-an ya, entah dulu saat masih kecil maupun sudah dewasa, entah di lingkungan rumah maupun kantor. Lomba tersebut selalu dinanti-nanti, karena selain lombanya yang seru dan beragam, kegiatan lomba 17-an juga bisa memperkuat kebersamaan dengan saudara atau masyarakat sekitar. 

Nah, pada tanggal 23 Agustus 2025 lalu, Tim TGR berkolaborasi dengan Komunitas Jendela Jakarta mengajak adik-adik dari berbagai kalangan usia untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia melalui berbagai lomba yang pastinya seru di Perpustakaan Serpong, Tangerang. Kira-kira ada lomba apa saja ya? yuk, simak kegiatan kali ini sampai selesai!

Sekilas tentang Komunitas Jendela Jakarta

Sebelum masuk ke kegiatan, kita kenalan dulu yuk dengan Komunitas Jendela Jakarta. Jadi, Komunitas Jendela Jakarta merupakan komunitas sosial (non-profit) yang bergerak di bidang pendidikan.

Komunitas ini sudah didirikan sejak 2012, tepatnya pada tanggal 29 September. Komunitas Jendela Jakarta berlokasi di tiga tempat, antara lain, di Sungai Bambu (Tanjung Priok), Manggarai, dan Serpong.

Komunitas Jendela Jakarta memiliki sebuah visi dan misi. Visi-misi tersebut yaitu, terus memajukan pendidikan bangsa Indonesia khususnya untuk adik-adik, serta membentuk kemandirian belajar anak melalui kebiasaan membaca buku, memusatkan kegiatan pembelajaran di perpustakaan, dan memberikan pengetahuan gratis serta mengasah kemampuan motorik kepada anak-anak Indonesia. 

Nah, di Komunitas Jendela Jakarta, adik-adik dibagi ke dalam empat kelas berdasarkan kelompok usia. Pembagian ini membantu kegiatan belajar dan bermain jadi lebih terarah sesuai dengan tahap perkembangan masing-masing anak. Berikut pembagian kelasnya:

  • Kelas A Kecil: usia 4–6 tahun (PAUD/TK)

  • Kelas A Besar: usia 7–8 tahun (kelas 1–2 SD)

  • Kelas B: usia 9–12 tahun (kelas 3–6 SD)

  • Kelas C: usia di atas 12 tahun (SMP & SMA)

Dengan sistem ini, kegiatan yang diberikan bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan belajar tiap kelompok usia. Sudah makin kenal, kan, dengan profil Komunitas Jendela Jakarta? Yuk, sekarang kita intip keseruan kegiatannya, ya!

Registrasi Peserta

Kegiatan dimulai pukul 11.00 WIB dengan registrasi para peserta. Total adik-adik yang datang terdapat sekitar seratus orang, wah banyak juga ya! Adik-adik yang datang tampak begitu antusias saat sampai ke lokasi. Panitia acara langsung sigap membantu proses registrasi agar berjalan lancar dan cepat. 

Setelah itu, para panitia mengarahkan adik-adik untuk duduk sesuai dengan kelas masing-masing. Pengelompokan ini dilakukan agar kegiatan berikutnya bisa berjalan lebih tertib dan lancar, karena lomba akan diselenggarakan berdasarkan kelompok usia tersebut. Dengan duduk bersama teman sekelas, adik-adik pun lebih mudah mengikuti instruksi sekaligus berinteraksi dengan sesama teman sebayanya.

Agar suasana semakin lancar dan tidak kaku, Kak Nina mengawali kegiatan dengan ice breaking dengan beberapa pertanyaan kuis seputar kemerdekaan. Adik-adik begitu antusias dan menjawab dengan lancing pertanyaan-pertanyaan kuis tersebut sambil mengayunkan bendera merah-putih di tangannya.


Registrasi Peserta dan Ice Breaking 

(Dokumentasi Komunitas Jendela Jakarta, 2025)

Momen yang Paling Ditunggu!

Nah, karena suasana sudah mulai cair dan beberapa dari adik-adik terlihat sudah tidak sabar menantikan sesi lomba, kini tibalah saat yang ditunggu-tunggu, yaitu lomba 17-an. Untuk menjaga keseimbangan dan keadilan dari kalangan peserta, lomba kali ini dibagi berdasarkan tingkatan kelas. Lomba tersebut antara lain, lomba mewarnai, lomba memasukkan bendera ke dalam botol, dan lomba estafet balap karung.

Kita mulai dengan lomba mewarnai dulu, lomba ini bertujuan untuk mengasah kreativitas adik-adik peserta. Pada kesempatan kali ini, peserta lomba mewarnai adalah adik-adik dari kelas A Kecil dengan total ada 30 adik yang tentunya mereka akan menunjukkan kreativitasnya dengan keterampilan mewarnai yang dimiliki masing-masing peserta.

Panitia mulai membagikan kertas dengan bergambar kepada peserta. Adik-adik kelas A Kecil mulai mengambil satu per satu warna dari tempat crayon dan pensil warnanya dan siap untuk menuangkan imajinasi mereka. Para peserta lomba mewarnai tampak sangat serius dan teliti saat mengkombinasikan warna dan berusaha menghasilkan karya terbaiknya.


Lomba Mewarnai

(Dokumentasi Komunitas Jendela Jakarta, 2025)

Sekarang, kita beralih ke lomba memasukkan bendera ke dalam botol dengan pesertanya yaitu adik-adik dari kelas A Besar dengan total peserta yaitu 27 adik-adik. Lomba ini bertujuan untuk melatih keterampilan motorik peserta. Selain itu, lomba ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme melalui bendera yang digenggamnya, lho!

Para peserta yang berada di garis start mulai bersiap-siap untuk memindahkan bendera menuju botol gelas yang ada di garis finish. Suasana mulai meriah ketika Kak Naufal dari Tim TGR mulai memberikan aba-aba. Terlihat mata para peserta sangat fokus menatap botol yang ada di ujung garis finish

Tidak lama kemudian, Kak Naufal mulai menghitung sebagai tanda dimulainya lomba. Saat hitungan mencapai tiga, dua, satu, para peserta segera berlari menuju garis finish dengan membawa bendera di genggamannya. Wah, suasana semakin meriah dengan tepukan para penonton yang memberikan semangat kepada adik-adik peserta.


Lomba Bendera

(Dokumentasi Komunitas Jendela Jakarta, 2025)

Selanjutnya, kita beralih lagi ke lomba estafet balap karung. Sobat TGR pasti udah nggak asing lagi dong ya dengan lomba yang satu ini, karena balap karung merupakan salah satu permainan tradisional yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Lomba ini hampir selalu hadir dalam perayaan 17-an dari tahun ke tahun dan tentunya menjadi bagian yang ditunggu-tunggu karena keseruannya.

Peserta lomba estafet balap karung kali ini adalah adik-adik dari kelas B dan kelas C dengan jumlah peserta kelas B sebanyak 33 anak dan dari kelas C sebanyak 10 anak. Pada lomba ini, kategori laki-laki dan perempuan dipisah, dan setiap tim terdiri dari tiga orang. Dalam setiap ronde, terdapat lima tim yang bersaing untuk mencapai garis finish terlebih dahulu.

Saat para peserta sudah mempersiapkan diri di posisi masing-masing, tibalah waktunya Kak Dian memberikan aba-aba untuk memulai lomba. Begitu aba-aba terdengar, para peserta langsung melompat-lompat dengan karungnya menuju rekan tim untuk melanjutkan perlombaan hingga garis finish. Sorakan dan tepuk tangan para penonton semakin menambah semangat peserta, membuat suasana lomba terasa semakin meriah.

Beberapa peserta yang berhasil mencapai garis finish langsung merebahkan tubuhnya karena saking lelahnya setelah bersusah payah melompat dengan karung. “Seru, tapi capek banget,” ujar Radit (salah satu peserta) ketika sampai di garis finish.

Peserta lain juga menunjukkan ekspresi yang hampir sama, ada yang tertawa lega setelah berhasil sampai di garis finish, ada pula yang masih terengah-engah karena kelelahan. Walaupun begitu, suasana tetap penuh keceriaan karena semua peserta merasa puas sudah berusaha semaksimal mungkin.



Lomba Balap Karung

(Dokumentasi Komunitas Jendela Jakarta, 2025)

Sesi Akhir: Pengumuman Juara Lomba

Setelah seluruh lomba selesai, adik-adik dipersilakan beristirahat sembari menunggu panitia menghitung skor penilaian. Saat waktu istirahat, terlihat beberapa adik-adik saling bercerita tentang momen-momen lucu yang terjadi selama lomba berlangsung. Suasana semakin hangat ketika mereka saling tertawa bersama dan mengenang momen keseruan lomba.

Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu, yaitu pengumuman lomba. Panitia mulai membacakan nama-nama pemenang dari setiap kategori perlombaan. Pada masing-masing lomba terdapat enam pemenang, yaitu tiga peserta dari kategori laki-laki dan tiga peserta dari kategori perempuan.


Pemenang Lomba

(Dokumentasi Komunitas Jendela Jakarta, 2025)

Para pemenang langsung maju ke depan usai namanya dibacakan oleh panitia. Masing-masing mendapatkan hadiah yang sudah disiapkan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan semangat mereka selama perlombaan. Kemudian, acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian lomba 17-an pada hari itu.


Foto Bersama

(Dokumentasi Komunitas Jendela Jakarta, 2025)

Seru banget kan, rangkaian lomba 17-an tempo hari lalu? Mulai dari lomba mewarnai, lari bendera, hingga balap karung, semuanya berjalan meriah dan penuh semangat. Semoga momen keseruan kali ini bisa menjadi pengalaman berharga bagi semua adik-adik maupun seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan.

Semoga dengan adanya kegiatan ini, rasa cinta kita terhadap tanah air dapat terus tumbuh dan semakin kuat, ya Sobat TGR! Yuk, ikuti terus keseruan kegiatan TGR lainnya! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar! (TSN/ed. HRV)

Journalist: Tsania Nisrina Nur Azmi

Editor: R. Harvie R. B. R

Graphic Designer: R. Harvie R. B. R

QC/Publisher: R. Harvie R. B. R

Traditional Games Returns Tgr Care Komunitas Jendela Jakarta Lomba 17-an
Komentari Tulisan